Sore ini Maudy tengah menunggu Altarel di depan rumahnya bersama Ari, adek laki-laki nya yang masih menduduki kelas satu smp.
Ari menatap Kakaknya dengan tatapannya yang sudah sangat bosan menunggu.
"Jadi gak sih,Kak?" tanya Ari memberenggut kesal.
"Kalau gak jadi Ari mau masuk aja, Ari capek pengen tidur,"
"Tunggu bentar yah Ari, Altarel nya belum siap-siap kayaknya."
"Terus gimana? Ukhh Ari capek duduk terus,Kak......" keluhnya.
Maudy menghela napasnya dengan kasar, lalu dia berdiri dari tempat duduknya. Dari pada menunggu Altarel yang tidak datang-datang juga mending dia ke rumah Altarel.
"Kamu tunggu disini yah, Kakak mau ke rumah Altarel dulu."
Maudy pun langsung ke rumah Altarel,dia memencet bel rumah Altarel hanya satu kali saja. Takutnya Altarel atau orang yang ada dirumah mungkin akan terganggu.
"Altarel....."
"Al-"
Pintu rumah Altarel terbuka,dan yang membukanya adalah Mamah Altarel.
Maudy menyalim tangan Mamah Altarel dengan sopan.
"Altarel ada gak, Bund?"tanya Maudy.
"Oh, Altarel tadi barusan keluar katanya mau kerja tugas bareng teman sebangkunya,"
"Si....siapa yah namanya,"Mamah Altarel berpikir sebentar membuat Maudy penasaran.
"Si Rina,iyah Rina."
"Namanya susah banget sih di ingat,gak kayak nama kamu, gampang di ingat." hcap Mamah Altarel.
"Bunda apasih,garing tau."ujar Maudy ikut tertawa walaupun dirinya merasa tidak ada yang lucu.
"Oh iya,kata Altarel tadi juga dia bakal pulang jam setengah 10."
Maudy terkejut mendengarnya. Mereka mengerjakan tugas apa? Sedangkan Altarel dan Rina beda kelas.
"Kamu nggak lihat dia keluar?"
"Mau bunda telpon nggak Altarel nya?"
Maudy menggeleng pelan. "Enggak usah Bunda,kalau gitu Maudy pergi dulu yah,"
"Hm.....kasih tau Altarel ya Bund kalau Maudy tadi kesini."
Mamah Altarel mengangguk,dan Maudy pun keluar dari pekarangan rumah Altarel. Tiba-tiba saja air mata Maudy menetes, langsung saja dia menghapusnya.
"Apasih kok nangis," gerutunya.
"Kan udah jelas, prioritas utama Altarel itu yah cuman Rina,"
"Gue kan cuman tritagonis yang masuk ke tengah-tengah percintaan Altarel sama Rina." ujar Maudy sambil tertawa pelan.
Ari menghampiri Kakaknya. "Ada gak kak Altarel nya?"
Maudy tersenyum masam mendengar pertanyaan adeknya.
"Altarel lagi gak di rumah, mungkin lagi main sama teman-teman nya, mending kita ajak Kak Ardi sama Kak Rifa aja yah?"
"Yaudah ajak mereka aja, dari tadi juga ngapain kita nunggu dia yang jelas-jelas gak ada gunanya,"
"Gak nepatin janji banget deh Kak Altarel, selau ngeiyain tapi ujung-ujungnya ingkar lagi." kesal Ari lalu kembali duduk di tempatnya semula.
"Dia gak janji,Ri,tapi Kakak yang selalu buat janji sama dia,"batin Maudy.
"Kakak gak boleh bengong gitu ntar kemasukan jin lagi,kan Ari gak kuat buat nenangin Kakak,"
Maudy terkekeh pelan,lalu dia mencubit gemas tangan Ari,bukan pipinya karena Ari tidak suka pipinya di cubit.
KAMU SEDANG MEMBACA
MONDAY
Fiksi RemajaMONDAY By : @fluttershyz_ Maudy Azzahra, seorang gadis naif, seringkali mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri, gadis yang mempunyai kemauan keras dan tidak merasa puas sebelum keinginannya itu tercapai. Bilang saja Maudy adalah gadis yang tida...
