Happy reading 🐣
........
Liburan semester sudah dimulai hari ini.angga dan arsen juga sudah dalam perjalanan menuju tempat liburan mereka.awalnya hanya mereka berdua saja,namun arsen ingin mengajak teman-temannya ikut bersama.angga hanya mengiyakan saja dia juga bisa membawa sean pergi bersama.
Penerbangan ke kota rio de Janeiro,Brazil menjadi pilihan mereka.sebenarnya ini adalah ide angga sekalian disana lah lokasi balapan nanti akan diadakan.arsen hanya menurut saja mengikuti angga.toh ini semua pakai uang angga jadi dia tidak ada masalah dengan tempat.
"Lo semua pilih kamar yang lo mau".
setelah berucap demikian,angga menyeret kopernya dan arsen kedalam kamar mereka.arsen memilih kamar hotel bintang lima dengan pelayanan yang sangat bagus dan berada disisi kiri pantai.jangan tanya harga yang harus dibayarkan karena angga tidak ada masalah dengan uang.
......
"Gue udah didepan"
sean berbicara dengan angga ditelponnya.dia menyusul dengan penerbangan berbeda jam pun akhirnya sampai dikamar hotel yang disewa angga.dia celingukan melihat orang yang berlalu lalang diarea lobi.
smirk menghiasi bibir sean saat melihat orang yang sudah lama tidak berkabar dengannya juga ada disana.dengan langkah cepat sean berjalan menuju orang itu dan memeluk pinggangnya.
"Merindukanku kitten?"
Deg...rasanya jantung dimas akan berhenti saja saat telinga mendengar suara yang amat sangat dikenalnya.
"Sean?lo masih hidup?"
Dimas tergagap dengan tubuh yang mulai lemas.untung saja sean langsung memegangi nya agar tidak membentur lantai.dimas segera merengkuh balik tubuh sean dan menghirup aroma familiar yang menenangkannya.dia sangat merindukan sean hingga rasanya akan mati.
"Kitten dimana kamar lo?"
Sean berucap tepat ditelinga dimas hingga bulu kuduk dimas meremang.
"Kamar 302 sebelahan sama kamar arsen"
Dengan cepat sean menarik dimas menuju kamar yang disebutkan.dia sangat bersukur angga mengajaknya kesini,jadi dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya.
"Lo kemana aja sialan?! Hikss..lo ninggalin gue gak ada kabar sama sekali,gue udah capek nyari dimana lo tapi seolah semua tentang lo itu gak pernah ada"
Dimas mengeluarkan isi hatinya pada sean yang tengah memeluk dirinya.
Dimas sangat kesal tapi juga sangat rindu pada sean, hubungan mereka merenggang begitu saja saat angga mengatakan bahwa sean sudah meninggal.ya selama ini dia dan angga selalu bertukar informasi mengenai arsen.angga jugalah yang menyuruh dimas untuk menantang arsen menyatakan cinta padanya.
"Aku waktu itu dipercaya sama papa ya angga buat jadi mata-mata musuh bisnisnya.aku gak ada alasan buat nolak dan itupun kalo selamat ya nasib baik,dan kalo misalnya ketahuan akan mati ditangan musuh.aku gak mau buat kamu nunggu yang gak pasti kitten, jadi aku minta angga buat ngomong kalo aku sudah mati"
Sean menjelaskan serincinya pada dimas agar dimas tidak penasaran lagi.
"Kamu jelek kalo nangis gini"
sean terkekeh melihat wajah memerah milik dimas.
Sean menatap wajah dimas dan semakin mendekatkan kepala mereka berdua.bibir berbeda volume itu menempel menyampaikan perasaan rindu yang sudah lama mereka tahan.
Kecupan-kecupan yang diberikan sean berubah menjadi lumatan kasar penuh nafsu.
Dengan tidak sabaran sean mulai melepas sepotong demi sepotong pakaian milik dimas.dimas pun juga melakukan hal yang sama pada sean.hingga kejantanan sean telah merobek lubang dimas dengan sedikit terburu-buru akibat nafsu yang tak terbendung.
Suara desahan dimas menggema didalam kamar kedap suara yang mereka tempati.
.........
Mereka semua menjalani liburan dengan sangat bersemangat.arsen juga sudah mengetahui hubungan dimas dan sean tapi dia tidak ambil pusing dengan itu.
Akhirnya malam yang ditunggu angga datang juga, sekarang adalah malam dimana mereka akan mengadakan balapan mobil terbesar.disini angga sudah dikenal sebagai raja jalanan dan ditakuti oleh penantangnya.
Teman-teman arsen sudah pergi kearena balapan terlebih dulu dengan orang suruhan angga sebagai penunjuk jalan.sean dan dimas juga pergi berdua memakai mobil sport yang telah mereka persiapkan jauh hari.
"Lo manis banget sen"angga menatap tampilan arsen dengan wajah terpesona.arsen tampak menawan dengan memakai celana hitam mencetak jenjang kakinya dan atasan jaket kulit hitam crop yang sesuai dengan tubuh mungilnya.tidak lupa kaca mata hitam yang bertengger dipucuk kepala menambah kesan mewah pada penampilannya.
Angga tak kalah mempesona dengan balutan jaket kulit hitam couple dengan milik arsen tapi dengan ukuran yang lebih besar sesuai dengan badan angga.kaki angga juga memakai pantofel mahal juga disertai headband pada rambutnya.sungguh penampilan yang luar biasa.
"Gue ganteng"
Arsen membalas pujian angga dengan senyum centil.tangannya hendak mengambil rokok dan membakarnya namun kalah cepat dengan tangan angga yang melempar sekotak rokok itu ketempat sampah.
"Gak ada rokok lagi mulai sekarang sen"
angga berucap tegas pada arsen lalu meraih tangannya untuk segera pergi kearena balap.
Suara tepuk tangan dan sorakan mulai terdengar heboh saat angga turun dari mobil mewahnya.mereka sedikit bingung kenapa angga memutari mobilnya namun teriakan semakin keras saat pintu samping kemudi terbuka dan nampak lah seorang pria manis dan menawan dari sana.arsen dapat dikatakan manis namun kesan liar juga terdapat dalam dirinya.
"Karena raja jalanan kita sudah ada disini maka balapan hari ini akan kita mulai"
Para pembalap sudah bersiap memasuki mobilnya.termasuk angga yang mendorong arsen menuju kursi kemudi.
Arsen yang kebingungan hanya menerima dengan pasrah bahwa inilah maksud angga bertanya apakah dia bisa balapan atau tidak.sial sekali,harusnya arsen bilang saja tidak.arsen mana tau kalau balapan yang dimaksud oleh angga akan sebesar ini dan diadakan di Rio de Janeiro?sungguh angga adalah sebuah kejutan bagi arsen dan keselamatan jantungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine(End) |Bl Lokal
Short Storyarsen chaiden carl yang mendapat tantangan dari temannya untuk menyatakan cinta didepan umum membuat dirinya terjebak bersama kakak kelasnya yang cuek dan bermulut tajam. arsen yang mengira bahwa angga hanyalah seorang siswa dingin seperti kebanyak...
