Sangat disayangkan pagi ini harus turun hujan walaupun tidak deras tapi cukup untuk membuat basah jika nekat berjalan dibawahnya.
"Sial, kenapa harus turun sekarang sih"arsen berdecak kesal saat kembali menatap kearah jendela.angga sudah lelah melihat arsen yang akan melihat jendela setiap dua menit sekali.
Angga tau bahwa arsen pasti sangat kesal sekarang,karena sudah terlihat jelas diwajah manisnya.
"Nanti kalo udah teduh kan kita bisa pergi sen"angga mencoba untuk menenangkan arsen yang sudah sangat frustasi.
Bibir arsen sudah mengumpat sedari tadi disertai tangan yang bertengger di pinggangnya.
"Lo gak ngerti ga, gue malas sama lo"arsen membalik badan meninggalkan angga yang memasang wajah cengo.
"Kok balik marah sama gue sih?"angga membatin lalu berlari kearah arsen lalu dalam sekali sentak,tubuh arsen sudah melayang dibahunya.
"Turunin gue ga, gue pusing"arsen menggenggam baju belakang angga untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Udah lo nurut aja"angga membawa langkah mereka menuju mobil yang ada digarasi.dia meletakkan tubuh arsen dengan hati-hati disamping kemudi.lalu berlari kearah samping untuk memasuki mobil.
Angga menghidupkan pemanas mobil agar arsen tidak merasa kedinginan.dia mengotak-atik dashboard mobil untuk menyalakan audio.
Lagu dengan tema jazz membuat suasana mobil menjadi tenang.arsen merilekskan tubuhnya disandaran mobil.selama dia bekerja dengan angga,dia harus selalu waspada pada gerak-gerik orang dijalanan.tapi lihat lah sekarang mereka bisa berada dalam mobil dengan santai.
...........
"Lo mau yang warna apa ga?"arsen menunjukkan beberapa gelang rantai pasangan pada angga.sekarang mereka sedang melihat-lihat isi pasar yang menjual berbagai macam barang.
"Yang ini aja sen,gak terlalu mencolok"angga memilih satu pasang gelang rantai yang simpel namun terkesan elegan.
"Yaudah gue bayar dulu"arsen berjalan mendekati penjualnya namun karena kondisi pasar yang ramai menyebabkan arsen menabrak punggung seseorang.
"Maaf ya, gue gak sengaja"arsen membungkuk sopan tapi tubuhnya meremang saat orang itu menyentuh pipinya.
"Udah,gue juga gak apa-apa logak perlu minta maaf juga.oh yaa..kenalin gue raka"
Orang yang mengaku bernama raka itu mengelus pipi arsen dengan lembut dan terkekeh lucu melihat arsen yang diam menatapnya.
Brukk... kesadaran arsen kembali saat melihat angga yang melempar tinjunya kearah raka.angga memukuli raka dengan membabi buta sehingga beberapa pembeli mulai memegangi angga dan memisahkannya dengan raka.
"Kalo sampai tangan kotor lo nyentuh dia sembarangan lag, gue sendiri yang mastiin kepala lo bakal pisah sama leher lo"
Angga berucap keras pada raka memberi peringatan.dia mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya pada penjual gelang.
Tanpa menunggu kembalian,angga menarik tangan arsen menuju mobil meraka untuk kembali pulang.
"Lo marah sama gue ga?"
Arsen meraih tangan angga yang sedang fokus menyetir mobil.namun,angga tidak mempedulikan arsen dan memilih diam.
"Jawab gue dulu angga!"
Arsen berteriak kesal pada angga lalu membalikan badan memunggungi angga.
"Kita selesaikan dirumah"angga menjawab arsen tanpa melihat kearah sampingnya.dia tidak marah pada arsen tapi dia marah pada orang yang berani menyentuh arsen dihadapannya.sial pikirnya.
............
Brakk....suara pintu yang tertutup mengisi pendengaran arsen.angga sudah berdiri mengungkungnya didepan pintu.
"Lo masih marah sama gue?"
Arsen kembali mengajukan pertanyaan yang sama pada angga.tapi angga malah membungkam mulutnya dengan ciuman panas penuh nafsu.
Arsen membalas ciuman angga dengan cukup lihai.mata mereka sama-sama terpejam menikmati panas mulut keduanya.saliva telah mengalir membasahi dagu arsen dan terus mengaliri lehernya.
Angga menggesekan juniornya yang masih terbungkus celana pada milik arsen yang juga ikutan mengeras.wajah angga sudah memerah padam menahan nafsu yang melonjak karena melihat wajah menggoda arsen.
Sebelah tangan angga memasuki baju arsen untuk mencari tonjolan dada arse lalu meremasnya.sebelah tangannya lagi membuka resleting celananya dan arsen yang menyebabkan tubuh bawah mereka terpampang jelas.
Anghhh...hkkhhh..arsen mendesah lelan dengan nafas memburu karena dengan lihainya angga mengocok junior mereka bersama.sensani kulit penis angga yang menempel dengan miliknya membuat sensasi yang berbeda bagi arsen.
Angga mencium arsen dengan tubuh mereka berjalan mendekati ranjang.angga terduduk diranjang sedangkan arsen yang dia arahkan untuk berjongkok di bawahnya.angga membuka kakinya lebar lalu menarik kedua tangan arsen untuk memegang pahanya.
Angga membawa mulut arsen mengarah menuju penisnya.hangat rasanya saat mulut arsen dengan lihai mengulum,menjilat dan menyedot kuat penisnya.sial angga akan cepat keluar jika arsen terus seperti ini.
Angga mengarahkan perhatiannya dengan mengelus lubang kenikmatan arsen dengan ibu jari kakinya.dia mendapat akses yang mudah karena dibawah sana arsen sedang mengangkang sambil menjilati miliknya.badan arsen bergetar saat angga mengelus lubangnya dengan cepat.
Angga menarik tubuh arsen agar berdiri lalu merobek baju yang arsen kenakan.dia juga melepaskan bajunya sendiri.
Arsen bergerak naik keatas pangkuan angga lalu duduk tepat diatas tongkat panjang kesukaannya.angga menggeram halus karena sial ini sangatlah nikmat.
Bibir mereka kembali bertemu dan berbagi saliva.arsen mengangkat tubuhnya lalu membawa penis angga menuju lubangnya sendiri.
Shhh....ringisan pertanda rasa sakit keluar dari belah bibir ranum arsen angga memegang pinggang ramping arsen lalu menyentaknya kebawah agar penisnya masuk seluruhnya.
Teriakan arsen terdengar nyaring sera tangannya yang mencengkram pundak angga hingga meninggalkan goresan.
"Rileks sayang...angga membiarkan penisnya sebentar agar arsen tenang.
Arsen menutup matanya menikmati bagaimana benda besar itu menghantam titik manisnya berkali-kali.dia sudah keluar dua kali tapi angga masih bertahan.arsen menjepit erat kelamin angga hingga tiga hentakan terakhir angga menembakkan cairannya didalam arsen.dia menghentak beberapa kali sebelum membawa tubuh arsen berbaring.
Angga tidak akan menarik keluar miliknya karena ini baru awal bagi malam panjang mereka.
"Sini tangan kiri lo"angga meraih gelang yang mereka beli tadi lalu memakaikannya dipergelangan tangan arsen yang tampak sangat menyatu dengan putihnya kulit arsen.
"Gue gak marah sama lo,tapi gue marah sama anjing yang berani nyentuh lo sayang"angga mencium kening arsen dalam.
"Iya ga..arsen berucap dengan mata mengantuk karena kelelahan.angga membiarkan arsen tertidur sebentar sebelum kembali bermain dengannya nanti.sungguh ini adalah malam indah kesekian baginya karena ini bersama arsen dan akan selalu dengan arsen.
.........
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine(End) |Bl Lokal
Short Storyarsen chaiden carl yang mendapat tantangan dari temannya untuk menyatakan cinta didepan umum membuat dirinya terjebak bersama kakak kelasnya yang cuek dan bermulut tajam. arsen yang mengira bahwa angga hanyalah seorang siswa dingin seperti kebanyak...
