Sorry for typo;-)
Happy reading 🐣
"Si cupu udah mau jadi pacar gue, sekarang lo harus bayar karena gue udah berhasil jalanin dare lo"
Arsen berucap menggebu pada teman-temannya sambil menyuap sendok makan kemulutnya.arsen menyodorkan tangannya pada dimas yang memasang raut pasrah.
"Iya ini kan juga mau dibayar,uangnya nyangkut dicelana gue sen".
Dimas kembali mengaruk saku seragam sekolahnya seolah-olah akan mengambil uang yang banyak untuk arsen.arsen menatap tangan dimas yang mengepal didepan wajahnya,dengan sedikit curiga arsen memegang tangan dimas lalu mengedarkan pandangannya ke arah Tio dan andre yang cekikikan kecil menatap mereka.
Arsen yakin ada yang tidak beres dengan dimas tapi dia juga curiga dengan apa yang ada dalam tangan dimas.tanpa bertanya lagi,arsen segera membuka kepalan tangan dimas dan berharap hadiah yang akan diberikannya adalah beberapa lembar uang berwarna merah.
"Anjing lo dim,gue udah susah-susah jalanin tantangan lo tapi lo malah curang gini".
Arsen menatap dimas dengan wajah memerah,dia merasa antara kesal dan ingin menangis karena mau saja ditipu oleh dimas.sial harga dirinya sudah hilang karena permainan aneh mereka.bisa-bisanya dia punya teman gila seperti mereka,ataukah dia yang sangat polos?.
"Ehh..lo jangan nangis dong sen,nanti deh gue transfer pas udah nyampe rumah, sekarang gue lagi gak bawa cash".
Bajingan dimas itu menahan tawanya melihat wajah tertekan arsen.sementara dua orang lagi telah meledakkan tawanya melihat wajah buruk arsen.
Mereka memang sangat suka menjahili arsen karena memang diantara mereka arsen lah yang punya tubuh bisa dikatakan lebih kecil dan pendek ketimbang mereka.tapi jangan salah melihat dari luar saja,karena arsen Sangat jago dalam pertahanan diri.dia juga menyandang gelar black tiger dari para lawan yang pernah adu jotos dengannya.
........
Angga kembali memasuki sekolah setelah masalah perusahaan yang ditanganinya selesai.papanya memang sudah mempercayai angga untuk mengelola bisnis keluarga mereka karena memang angga lah nanti yang akan jadi pewaris utama.
"Lo kenapa ga?lemes banget".
Angga terkejut saat sebuah tangan tiba-tiba saja menepuk bahunya.dilihatnya bahwa bajingan sean lah pelaku utama atas kagetnya.
Mereka saat ini sedang berada di markas pribadi yang ada dibelakang sekolah.
Ruangan yang cukup luas dengan fasilitas yang lengkap tersedia disana , seperti sofa panjang,lemari es yang menampung makanan dan minuman ringan dan juga terdapat sebuah televisi besar juga jangan lupakan perangkat game yang akan menemani mereka disaat-saat seperti ini.
"Gue capek aja,lo tau lah gimana ribetnya kalo udah nyangkut masalah kerjaan".
angga kembali merebahkan kepalanya diatas sandaran sofa.sebelum masuk ke dunia mimpi,angga kembali tersentak yang membuat sean disebelah angga menjatuhkan minuman kalengnya hingga membasahi celana sekolahnya.
Tanpa menunggu protesan dari sean,angga sudah berlari keluar markas meninggalkan sean dengan wajah bengong.
"Resiko anak ganteng kayak gue temenan sama si angga aneh mah emang gini nih".
sean beranjak dari duduknya untuk mengganti celana yang basah,untung saja mereka juga membawa beberapa baju ganti yang bisa dipakai untuk waktu seperti ini.
........
"Sini lo,gue mau ngomong bentar"
Angga yang melihat siluet tubuh arsen tanpa babibu langsung menarik tangan pacarnya menuju ruang lab kimia yang saat ini sedang kosong.
Arsen yang tidak siap dengan tarikan angga yang tiba-tiba ditambah kekuatan angga dua kali lipat darinya, membuat arsen terpaksa melangkah cepat sedikit terseret mengikuti angga.
"Mau apa lo satt!!"
Arsen memberontak kuat untuk melepaskan genggaman angga,namun angga malah mempercepat langkahnya agar cepat sampai diruang lab.
Brakkkk...
Suara bantingan pintu terdengar keras saat angga menendang dengan kaki kirinya.sekarang mereka berdua tengah berada didalam ruang laboratorium dengan mata yang tak lepas memandangi satu sama lain.angga sudah dibuat terpesona saat pertama kali menatap arsen ditengah lapangan saat arsen menyatakan cintanya,namun lain halnya dengan arsen yang menatap tajam kearah angga.
"Kalo lo cuma mau natapin gue lebih baik gue pergi dari sini, buang-buang waktu aj-hmmpphh..."
Belum sempat arsen menyelesaikan kalimatnya,bibirnya sudah dibungkam dengan bibir tipis angga.aroma mint segar menyeruak dari nafas angga dan memasuki penciuman arsen.tubuh arsen diam mematung saat first kiss nya diambil oleh angga.
Sedangkan angga sudah menutup matanya menikmati bongkahan kenyal nan manis milik arsen,angga tidak salah kira jika bibir arsen memang sangat manis dan akan menjadi candu baginya.
Tersadar dari lamunannya, arsen dengan sepenuh tenaga mendorong dada angga hingga ciuman keduanya terlepas.
"Hikkss...
Angga dibuat tercengang mendengar suara tangisan arsen yang lembut.dia menganga tidak percaya jika saat ini dengan mata kepalanya sendiri dia melihat arsen yang terkenal garang menangis tersedu sambil memegang erat kemeja depannya.dengan cepat angga menarik arsen kepelukannya dan menepuk-nepuk pantat arsen untuk menenangkannya.
"Sorry sen,gue gak tau kalo itu first kiss lo".
Angga kembali mengelus pantat semok arsen dengan gerakan acak.angga tersenyum kecil melihat tingkah arsen,dia juga memanfaatkan keadaan seperti ini untuk bisa sedikit meraba bagian tubuh arsen yang menonjol itu.
"Bangsat lo...
Arsen melepaskan pelukan angga ditubuhnya dan membuka pintu dengan tergesa agar bisa keluar dari sana.ingatkan saja arsen untuk balas dendam pada angga seperti dengan satu tonjokan di selangkangannya mungkin?
"Lo bahaya banget sen".
angga menggeleng pelan dan kembali meraba bibirnya bekas ciuman tadi.rasanya angga telah keluar dari karakter dingin yang telah melekat padanya hanya karena arsen,sia adek kelas yang meneriakinya dilapangan tempo hari.
Angga kembali mengubah raut wajahnya menjadi datar saat dirinya membawa langkah keluar dari ruang lab,hanya keluarganya dan arsen lah yang bisa melihat sisi lain dari angga.
Tbc....
KAMU SEDANG MEMBACA
He Is Mine(End) |Bl Lokal
Proză scurtăarsen chaiden carl yang mendapat tantangan dari temannya untuk menyatakan cinta didepan umum membuat dirinya terjebak bersama kakak kelasnya yang cuek dan bermulut tajam. arsen yang mengira bahwa angga hanyalah seorang siswa dingin seperti kebanyak...
