DHSD 11 (21++)

49K 118 3
                                        

WARNING MENGANDUNG ADEGAN DEWASA, JADI KALAU MASIH DI BAWAH UMUR JANGAN DIBACA SEBELUM MIMPI BURUK.
________

"PAPA!"

Teriakan Shelo yang melengking tiba-tiba memecah keheningan. Suara itu menggema dari vila anak-anak.

Cheryl tersentak. Jantungnya berdegup kencang. Rasa panik langsung membuncah di dadanya.

Aarav juga tersentak. Pelukan hangat mereka terlepas seketika. Wajahnya tegang, matanya langsung menoleh ke arah villa.

Cheryl menahan napas. Matanya melotot penuh ketakutan. Bagaimana jika seseorang melihat mereka?

"Itu Shelo."

Cheryl berbisik, suaranya gemetar. Rasa takut membuat tenggorokannya terasa kering.

Aarav menoleh cepat ke arah villa. Mencoba memastikan tak ada yang melihat mereka. Jantungnya juga berdegup kencang, tapi berusaha tenang.

"Ayang, cepet balik!"desak Cheryl tak bisa menyembunyikan rasa paniknya.

Aarav mengangguk. Tangannya sempat mengusap pipi Cheryl sejenak.

Sentuhan itu terasa begitu lembut, berusaha menenangkan.

"Tenang, Mon Cheri. Kita aman," bisik Aarav dengan penuh keyakinan.

Dia ingin Cheryl merasa aman meski hatinya sendiri bergetar.

Akhirnya melangkah santai menuju vilanya sendiri. Posturnya tegap seperti biasa. Berusaha terlihat tenang, seorang ayah penuh wibawa di depan anak-anak..

Cheryl menarik napas dalam.Tangannya memegang dada berusaha menenangkan debaran jantungnya dangdutan.

Menyibak rambutnya yang acak-acakan. Sambil berpura-pura memunguti sesuatu dari pasir. Langkahnya cepat tapi terkendali saat  bergegas ke villa anak-anak..

Di dalam, Shelo duduk di sofa. Wajahnya cemberut. Tangan kecilnya memeluk bantal erat.

Izzy berlutut di depannya mencoba menenangkan adiknya dengan penuh kesabaran.

"Shelo, Papa cuma di sebelah. Dia nggak ke mana-mana, kok."

Izzy berkata lembut, penuh perhatian seperti seorang ibu. Dia sudah menjadi seorang ibu di usia muda untuk adik-adiknya, begitu mengayomi membuat Aarav begitu bangga padanya.

"Tapi aku mau Papa cerita sebelum tidur!" rengek Shelo. Matanya berkaca-kaca terlihat sedih dan kecewa.

Cheryl masuk tepat waktu.  Tersenyum lebar berusaha mencairkan suasana dengan keceriaannya.

"Shelo, Cheryl ceritain tentang ikan Nemo, ya? Papa lagi sibuk kerja, nanti kita panggil dia kalau udah selesai."

Cheryl duduk di samping Shelo. Menggendong ke pangkuannya sembari tangannya mengelus rambut Shelo dengan lembut.

Dia tidak modus, tapi Cheryl memang suka anak kecil dan merasa jika dia dan anak kecil punya keterikatan sendiri karena anak kecil selalu suka padanya.

Shelo mengangguk pelan. Pelukannya beralih ke Cheryl. Rasa sedihnya perlahan mereda.

"Cerita yang lucu, ya?" pinta Shelo penuh harap dengan suara kecilnya.

Cheryl terkekeh mulai bercerita dengan penuh semangat.

"Jadi, Nemo sama papanya lagi nyari rumah nanas di laut. Tapi Nemo nakal, kabur ke perahu trus ketemu ikan besar yang nyanyi..."

Cheryl mulai mengarang cerita asal, yang penting bocah ini tidak rewel lagi. Shelo tersenyum mendengar cerita itu. Izzy ikut tertawa, terhibur oleh keasbunan Cheryl.

DOSENKU HOT SUGAR DADDYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang