DHSD 8

7.5K 66 0
                                        

Cheryl tak bisa menahan senyum kecil saat melihat kekasihnya.

Duda matang yang terlihat terlihat dominan, tegas, dan penuh otoritas, tapi di balik semua itu dia adalah pria yang membuat Cheryl merasa seperti satu-satunya wanita di dunia.

Aarav berdiri dari kursinya dengan gerakan cepat, matanya tajam, rahangnya mengeras dan tanpa sepatah kata dia melangkah keluar kelas.

Cheryl mengerutkan kening, bingung. "Ayang?"

Buru-buru menyambar tasnya dan berlari kecil menyusul Aarav yang sudah hampir lenyap di ujung koridor.

"Ayang, tunggu!" panggil Cheryl suaranya terengah karena langkahnya yang terburu-buru.

Aarav berhenti tapi tidak menoleh. Bahunya kaku. Dia jadi khawatir tentang Gavi yang usil tadi, padahal dia juga muak sama cowok itu.

Bagaimana mungkin Izzy suka dengan cowok tak jelas seperti itu?

"Ayang!" panggil Cheryl lebih keras tidak peduli jika ada yang tahu tentang hubungan rahasia ini.

"Ke ruang dosen," potong Aarav suaranya datar tapi penuh ketegasan yang membuat Cheryl diam sejenak. Aarav akhirnya menoleh, matanya menatap lurus ke Cheryl

"Ikut saya, Mon Cheri." Suaranya melembut.

Cheryl mengangguk pelan, tidak berani bertanya lebih jauh. Ada aura dominan yang memancar dari Aarav saat ini, sesuatu yang membuatnya merasa kecil di sampingnya, tapi juga terlindungi.

Keduanya berjalan berdampingan menyusuri koridor kampus yang ramai, melewati mahasiswa lain yang berpapasan sambil mengobrol santai. Aarav tidak bicara, tapi Cheryl bisa merasakan ketegangan yang memancar darinya.

Gadis itu mencuri pandang ke arah kekasihnya terlihat garis rahangnya yang tegas, alisnya yang sedikit berkerut dan sorot matanya yang penuh dengan sesuatu yang belum bisa dia baca.

"Ayang, ada apa sih?" Cheryl akhirnya bertanya, suaranya lembut hampir seperti bisik.

Dia tahu Aarav tidak suka ditanya berulang-ulang, tapi diamnya kali ini terasa terlalu berat untuk diabaikan.

Aarav tidak langsung menjawab. Mereka sampai di depan pintu ruang dosen, sebuah ruangan kecil di ujung gedung yang biasanya sepi dan digunakan untuk konsultasi.

Aarav mendorong pintu dengan satu tangan, gerakannya cepat dan penuh otoritas, lalu melangkah masuk. "Masuk, Mon Cheri!" Nadanya tidak memberi ruang untuk penolakan.

Cheryl melangkah masuk, jantungnya berdebar karena campuran antara penasaran dan sedikit takut.

Aarav menutup pintu dengan keras. Bunyi yang menggema di ruangan kecil itu membuat Cheryl tersentak.

Dia mendengar kunci diputar dan saat itulah tahu ini bukan kunjungan biasa.

Aarav berbalik menghadapnya dengan pandangan tak ramah yang membuat Cheryl mundur setengah langkah hingga punggungnya menyentuh dinding kayu di belakang.

"Ayang, ap..."

"Mon Cheri tahu saya benci ini," potong Aarav penuh tekanan.

Sang dosen melangkah mendekat, menghapus jarak di antara mereka dengan dua langkah panjang. Tubuhnya yang tinggi menjulang di depan Cheryl membuatnya merasa terkurung, tapi anehnya tidak takut.

"Tadi di kelas. Gavi duduk di sebelah Mon Cheri, tertawa sama Mon Cheri, ngobrol sama Mon Cheri dan saya cuma bisa duduk di depan, pura-pura tidak lihat."

Cheryl mengerjap baru menyadari apa yang mengganggu Aarav. Shit! Ternyata kekasihnya bisa cemburu juga, padahal selama ini dia lempeng saja dan selalu mempercayakan diri untuk dirinya.

DOSENKU HOT SUGAR DADDYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang