"Lo udah suka belum sama teman gue?" tanya Cheryl.
"Kalau gue sukanya sama lo gimana?" balas Gavin menantang.
Tiba-tiba cowok itu sudah mengukung tubuhnya di balik tembok dan menahan Cheryl agar tak bisa mengelak.
"Brengsek! Minggir!" Cheryl melotot tajam, tapi Gavin malah tersenyum mengejek dan terus merapatkan tubuhnya ke tembok.
Cowok itu kian tersenyum maut membuat sebagian gadis akan terkencing-kencing, tapi Cheryl menendang selangkangan Gavi. Bukannya minggir Gavi terus merapatkan tubuhnya.
Orang-orang yang melihat dari jauh mengira jika keduanya adalah pasangan yang saling bucin dan hendak berciuman karena jarak wajah keduanya begitu dekat.
Cheryl bisa merasakan napas hangat Gavi di wajahnya dan harus diakui jika crush sahabatnya ini wangi.
"Gue nggak suka sama teman lo," aku Gavi jujur. Cheryl mengepalkan tangan dan ingin menampar wajah di depannya, dia seperti bisa merasakan perasaan Izzy sekarang. Sahabatnya pasti sakit hati jika mendengar pengakuan langsung seperti ini.
"Sorry, lo bukan selera gue."
"Really? Ya udah gue tunggu sampai gue jadi selera lo." Gavi menjawab dengan percaya diri.
Gavi Velasca cowok paling terkenal seantero kampus. Bukan hanya Izzy saja yang suka padanya, jika para gadis di kampus suka yang seumuran maka Gavi adalah idola, jika suka yang lebih tua maka Aarav adalah bintangnya.
"Cowok sinting!" maki Cheryl.
Cup!
Tanpa dosa Gavi mengecup bibirnya dan melepaskan tubuhnya dari himpitan di tembok dan tersenyum.
Nasib tidak baik, adegan itu disaksikan oleh Izzy maupun Aarav, walau dosen super hot itu tidak bereaksi apa-apa.
Dia hanya berjalan santai menuju ruangannya. Tumben sekali pagi ini Izzy mau pergi bersama ayahnya.
Demi menutupi rasa bersalah pada kedua manusia itu, dengan cepat Cheryl malah memeluk lengan Gavi sambil mencengkeram kuat seperti mencakarnya.
Memberi senyuman terbaik yang dia punya dan berjalan menuju Izzy.
"Jiji! Aku bawa pacarmu," pekik Cheryl terus saja mencakar lengan Gavi karena geram.
Kontak mata satu detik antara Cheryl dan Aarav yang seolah mengatakan semuanya, ketika mata keduanya beradu. Tidak ada senyuman, tidak ada sapaan.
Pria itu hanya berekspresi lempeng dan terus berjalan.
Cheryl terkadang selalu mempertanyakan hubungan seperti apa ini. Menunggu satu atau dua bulan lagi baru mereka punya waktu bermesraan lagi.
Terkadang dia seperti menyadari jika hanya dijadikan budak seks, tapi jika ditarik benang merahnya Cheryl yang menghendaki hubungan seperti ini. Dia yang menjebak Aarav. Ya! Kalian tidak salah baca, wajah cantiknya tidak sebanding dengan otaknya yang begitu licik memuluskan segala cara mendapatkan apa yang dia inginkan.
Gadis itu menghela napas panjang, lagi-lagi asing seperti ini. Padahal beberapa jam sebelumnya tubuh keduanya menyatu, saling colok mencolok.
Izzy tersenyum malu-malu menatap Gavi sedangkan Aarav sudah menghilang dari pandangan.
Cheryl bisa melihat bagaimana wajah Izzy memerah hingga ujung telinga, dan bisa menduga jika jantungnya dangdutan dengan irama yang bergoyang eh maksudnya tubuhnya berdisko merinding gemetaran melihat crush yang oke bangat itu.
"Kan gue udah bilang sama lo!" tegas Gavi membuat Izzy mengangguk sedangkan Cheryl mengernyit bingung.
"Bilang apa lo?" tanya Cheryl galak.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOSENKU HOT SUGAR DADDY
Humor"Kalau di kampus kamu dosen aku, di luar aku adalah sugar baby." ______ BACAAN KHUSUS DEWASA⛔️⛔️
