#. 04 [ S1 ]

3.5K 478 4
                                        

POV ROXANA

Pada awalnya, aku tidak tahu bahwa aku telah bereinkarnasi menjadi salah satu karakter dalam novel. Aku teringat bagaimana kematian ku dari kehidupan masa laluku. Waktu itu, aku tengah berjalan pulang ditengah malam, dan sebuah mobil menabrak ku. Ketika aku terbangun, aku menjadi orang lain.

Ku pikir tidak terlalu buruk jika terlahir kembali sebagai orang lain. Tapi, setelah aku mengetahui bahwa aku terlahir dari keluarga penjahat, aku menjadi tidak nyaman. Setiap hari, aku selalu dihantui oleh ketakutan akan keluarga ini. Aku mulai menyembunyikan rasa takutku ini selama bertahun-tahun.

Namun suatu hari, ayahku membawa seorang anak perempuan yang tidak pernah ku ketahui. Anak perempuan itu secara pribadi diangkat oleh ayahku sebagai pelayan pribadi di keluarga ini. Anak itu tidak pernah mendekati siapapun bahkan berbicara. Namun, kakak dan juga ibuku merasa kasihan, dan akhirnya kakakku mengajaknya bicara. Aku cukup terkejut, ternyata anak perempuan itu merespon kakakku dengan baik. Tapi tetap saja, aku merasa takut dengan anak perempuan itu.

Setelah kematian kakakku, Achilles. Rasa takut yang aku sembunyikan ini semakin membesar. Rasanya seperti mencekik ku secara perlahan.

Aku. Aku takut mati.

Disaat aku diselimuti rasa takut akan kematian. Tiba-tiba saja, anak perempuan itu datang di tengah malam dan memelukku. Aku benar-benar menangis ketika dia membisikkan kata-kata penenang dengan nada lembut.

"Berhenti menangis.. kakakmu akan sedih jika dia melihatmu menangis seperti ini."

Sejak saat itu, pemikiran ku terhadapnya mulai berubah. Dia bukan orang yang jahat seperti pemikiran ku dulu. Kak Cale, dia.. dia benar-benar orang yang baik. Bahkan dia mengajari ku beberapa cara bertarung dari jarak dekat.

Dengan apa yang di ajarkan Cale pada ku, aku berhasil melewati seleksi dengan bertarung dengan Dion.

Ketika aku berusia dua belas tahun, beberapa bulan setelah kematian Achilles, aku diundang ke salah satu makan malam ayahku untuk pertama kalinya. Aku memiliki kecurigaan sebelumnya, tetapi percakapan kami akhirnya menyakinkanku bahwa aku harus hidup apapun caranya.

Ada perkataan kak Cale yang masih aku ingat sampai saat ini.

"Kita hidup di dunia yang kejam. Maka dari itu, kau harus tetap hidup di dunia ini, bagaimanapun caranya."

Itu benar.

Aku akan tetap hidup di dunia yang kejam ini, bagaimanapun caranya.

Setelah aku menjadi salah satu dari anak favorit yang menduduki peringkat teratas di keluarga Agriche. Aku sudah tidak melihat kak Cale sejak saat itu.

Terakhir kalinya aku masih berkomunikasi dengan kak Cale, saat dia masih mendidik Jeremy, salah satu adik tiri ku. Tapi setelah itu, aku benar-benar tidak pernah bertemu dengannya lagi.

Aku tahu, bahwa kak Cale mendapatkan misi rahasia oleh ayah, tapi ini sudah empat tahun yang lalu.

Aku jadi merindukannya.

Bagaimana kabarnya?

Apa dia baik-baik saja?

Dan juga, dia tidak mati kan?

Aku segera menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran ku yang terakhir.

"Tidak-tidak.. kak Cale tidak akan mati semudah itu." Kak Cale tidak akan mati hanya dengan menghadapi beberapa monster yang mengepungnya.

Lalu, sebuah kegaduhan terjadi, karena ayahku menculik seorang pemuda.

"Dia adalah putra bajingan yang sombong." Ayahku menatap kearah bawah, seorang pemuda yang ditahan para penjaga.

Want To Run Away Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang