Betapa terkejutnya Cale ketika dia sampai di ruang penetasan. Di sana, tubuh Roxana tergeletak dilantai dengan tangan bersimbah darah.
Cale panik dan langsung berlari kearahnya. Jeremy juga ikut panik di sana melihat kondisi kakak tersayangnya.
"ROXANA.." Cale panik, dia memeriksa denyut nadinya.
Denyut nadinya melemah.
"Jeremy gendong Roxana. Bawa dia ke ruangan ku, cepat!"
Jeremy mengambil tubuh Roxana dan menggendongnya. Mereka bergegas membawa Roxana keruang Cale.
Dengan buru-buru, Cale menghentikan pendarahan pada pergelangan tangan milik Roxana, lalu menyiapkan obat untuk tubuhnya yang sudah dipenuhi oleh racun.
Cale mengumpat pelan, dia tahu bahwa Roxana mengkonsumsi racun untuk penetasan kupu-kupunya. Tubuhnya sudah di penuhi oleh racun yang di konsumsinya setiap hari. Racun itu berakibat fatal bagi tubuhnya sehingga dia bisa berada di ambang kematian.
Dia gelisah, berharap obat yang dia berikan bisa berkerja.
Pikiran Cale sedikit kacau. Dia tidak mengira bahwa hal seperti ini akan terjadi.
Kepala Cale rasanya mau pecah, dia harus mengurus duaㅡ tidak di harus mengurus tiga masalah.
Masalah pertama adalah mengobati Roxana, yang kedua adalah pekerjaan dari Lant yang membebaninya, dan yang terakhir adalah pemeran utama laki-laki, Cassis Padelian.
Sudah dua hari berlalu, dan kondisi Roxana belum juga membaik, bahkan Lant malah menambah pekerjaannya juga.
'Kehidupan pemalas ku.'
Cale akhirnya memutuskan untuk menemui Cassis lagi dengan terpaksa. Karena Lant juga memberikan pengawasannya kepada dirinya, ditambah lagi Roxana tidak kunjung sembuh dengan obat buatannya, dan satu-satunya harapan ada pada Cassis Padelian.
Didalam novel, ada bagian yang menjelaskan bahwa Cassis memiliki kekuatan penyembuhan. Bahkan ada cerita yang menyebutkan bahwa Cassis menyembuhkan Roxana dengan ciumannya.
Cale kini menatap pemuda yang dirantai didepannya. Cassis menatapnya dengan tajam, seolah-olah Cale adalah musuh.
Tentu saja, karena Cale juga termasuk bagian dari musuh sekarang. Walaupun dia tidak akan berbuat apa-apa sih.
Tujuan Cale saat ini adalah membuat Cassis Padelian menyembuhkan Roxana. Tapi sebelum itu, Cale harus membantu nya terlebih dahulu sebelum membawanya ke Roxana.
Sebenarnya agak merepotkan untuk berurusan dengan hal-hal ini. Tapi apalah daya, Cale tidak bisa mendapatkan kehidupan pemalas nya sebelum semua hal-hal yang tidak menyenangkan ini berakhir.
"Dengarkan aku, Cassis Padelian. Aku mungkin saja membunuhmu sekarang, tapi karena kamu sangat diperlukan, jadi menurutlah."
Tatapan dingin masih di arahkan kepada Cale, walaupun begitu, Cale tahu bahwa Cassis tengah buta. Tentu saja, karena saat penculikan, Cale sendiri yang memberikan obat yang membuatnya buta sementara.
Kemudian Cale mencengkeram wajahnya dengan tangan kiri, lalu tangan kanannya membawa sebuah pil obat yang diarahkan ke bibirnya.
"Buka mulutmu."
Cassis menggeleng kepalanya dan tidak mau membuka mulutnya.
"Tolong menurutlah, maka aku akan bersikap lembut."
Tapi tetap saja, Cassis Padelian tidak ingin membuka mulutnya dan itu membuat Cale merasa kesal. Dan alhasil, Cale memberikan sebuah pukulan di perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Want To Run Away
Fiksi Penggemar『 - !¡ 𝐒𝐑𝐎𝐑𝐘 ::::: 𝐎𝐍 𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆 !¡ - 』 ⎙ ᴛᴄғ x ᴛᴡᴛᴘᴛғʟᴏʙ Kim Rok Soo mendapati dirinya didalam sebuah novel dan masuk ke dalam ditubuh anak perempuan bernama Cale. Seorang pelayan yang berkerja dirumah keluarga gila, Agriche. Dia harus me...
