Biasanya, orang yang berpura-pura tidak sadar, tidak perduli seberapa keras mereka mencoba untuk bertahan, hal itu mungkin tidak akan bisa di hindari. Apalagi ketika harus menahan rasa sakit.
Namun, ada perbedaan antara orang yang sadar dan orang yang tidak sadar dalam pernapasan mereka. Cassis cukup beruntung karena dia bisa bertahan untuk berpura-pura tidak sadarkan diri dan ditindak ketahuan oleh penjaga.
Bahkan sekarang, Cassis harus berbaring diam di lantai dengan menutup mata. Aku menatap Cassis sebentar.
Aku bertanya-tanya, apakah Cassis tidak ingin mengungkapkan diri bahwa dirinya telah sadarkan diri.
Hmm, namun ketika memikirkan sesuatu yang berkaitan dengan novel aslinya. Bukankah Cassis juga berpura-pura tidak sadarkan diri dan akan mendapatkan perhatian dan kunci kebebasan bersama Roxana nanti.
Hmm, agak lucu jika dia bertingkah seperti ini.
Aku berjongkok sedikit. "Aku tahu, jika kamu hanya berpura-pura."
Aku menepuk pipinya dengan pelan, tapi setelah itu dia membuka matanya dan menatapku dengan tajam.
"Jika kamu sudah tahu, mengapa bertingkah seolah kamu tidak tahu."
Aku berdiri dan mengangkat bahu ku.
Seketika itu, Cassis mengeluarkan kekuatan dari tubuhnya dan mulai menyerang ku. Tapi untung saja, aku bisa menghindarimya dengan cepat.
Well, stamina dia cukup lumayan untuk seukuran anak laki-laki, apa lagi dia tadi di perlakukan dengan kasar dan di pukuli. Pantas saja dia menjadi pemeran pria nya.
Cassis terus menerus menyerang ku. Tapi semua itu percuma, karena aku mudah membaca setiap gerakannya dan bisa menghindarinya. Level dari pengalaman dan kekuatan kami berbeda. Mungkin dia akan cepat kelelahan jika terus menyerang tanpa mengetahui titik kelemahan orang yang dia serang. Apalagi orang itu adalah aku.
"Hah.. hah.."
Sepertinya dia kelelahan.
Aku mengambil jarak untuk berjaga-jaga kalau Cassis mulai menyerang ku lagi.
"Kamu.. apa kamu adalah orang yang sama saat penjara?"
Mengapa anak ini begitu penasaran? Apakah dia masih gelisah dengan yang ku katakan tentang 'kebebasannya' di dalam penjara.
"Kenapa kamu ingin mengetahuinya."
"Aku hanya memastikan ucapan dari orang itu benar atau tidak, dan juga.. apakah orang itu adalah kamu atau bukan."
Aku mengangkat bahuku. "Entahlah. Pikirkan saja sendiri. Dan juga.."
Aku mengambil sebuah handuk yang di siapkan tadi dan melemparkannya kepada Cassis. "Ambil ini."
"Untuk apa?"
Untuk apa?
"Sigh~ apa kau tidak dengar perkataan tuan mu tadi, kalau aku di minta untuk membersihkan mu. Kalau begitu, apakah kamu mau aku bersihkan?"
"A-apa.. tidak. A-aku bisa sendiri."
Huh? Ada apa dengan wajahnya? Kenapa memerah?
"Yeah, jika kamu benar-benar ingin. Aku tidak keberatan."
Karena aku juga pernah memandikan seseorang, seperti Jeremy misalnya. Hmm, waktu itu saat dia berumur 12 tahun sih. Tapi kalau dia tidak mau ya.. ini tidak akan merepotkan.
"Ka-kamu.. mesum."
Apa yang dia katakan?
Siapa yang mesumㅡ eh tunggu dulu!
KAMU SEDANG MEMBACA
Want To Run Away
Fanfiction『 - !¡ 𝐒𝐑𝐎𝐑𝐘 ::::: 𝐎𝐍 𝐆𝐎𝐈𝐍𝐆 !¡ - 』 ⎙ ᴛᴄғ x ᴛᴡᴛᴘᴛғʟᴏʙ Kim Rok Soo mendapati dirinya didalam sebuah novel dan masuk ke dalam ditubuh anak perempuan bernama Cale. Seorang pelayan yang berkerja dirumah keluarga gila, Agriche. Dia harus me...
