Duk...
Duk...
Duk...
Suara dari pantulan bola basket menggema dilapangan outdoor dari SMA Satyaguna, bersamaan dengan decitan sepatu dan raungan sorakan untuk masing masing team yg sedang bermain dengan serius.
XI IPA 1 VS XII IPS 3
Kedua kelas itu sedang melakukan latih tanding karena kelas mereka mendapat jadwal olahraga yg sama. Sebenarnya guru olahraga mereka sedang tidak bisa mengajar karena ada rapat mendadak, bukan hanya kelas mereka sih tapi seluruh kelas yg ada di SMA itu sedang jamkos berjamaah.
Jadinya daripada gabut mending mereka melakukan sesuatu yg agak berguna, dan jadilah latih tanding dadakan anak kelas XI IPA 1 melawan sang kakak kelas XII IPS 3.
" Zee main gih ! " Teriak salah satu anak cowok yg sedang asik selonjoran dipinggir lapangan beserta cemilannya, sebut saja Juned. Anak jamet bebannya kelas XI IPA 1, namanya sih Arjuna Putra Airlangga. Tapi sayang, akhlaknya gak sebagus namanya, mukanya gimana ? Udahlah pokoknya 11-12 sama Mimi peri.
" Ogah. Gak bisa main basket aku ! Bukannya aku yg main basket malah basket yg mainin aku ntar. " Zee emang pake aku kamu kalau ngomong, biar sopan katanya, tapi semua temennya gak patut disopanin sih. Satu lagi, Zee nggak bisa main basket, jadi jangan berharap dia bakalan kayak Zee yg ada di cerita wattpad lain ya.
" Lo ngapain ngajak Zee main coba ? Udah tau dia buta bola masih aja Lo ajak. Kenapa nggak Lo aja ? Daripada Lo kayak pengemis jalanan disini mending main sana. " Celetuk sarkas salah satu teman sekelas Zee yg lain, Dilan. Dilan Alfathar ya bukan Dilan yg onoh...
" Buta bola katanya wkwkwk " tawa Zee tak mempermasalahkan ucapan Dilan sama sekali.
" Pengemis jalanan apanya, gue ini sedang mendukung team basket kita ya ! " Elak Juned
" Mendukung your ass... Yg ada ngeganggu penglihatan anak anak main basket aja tau ! " Ejek balik Dilan tak mau kalah.
Dan seperti yg diduga, mereka pun adu mulut tanpa memperhatikan anak anak lain yg sudah mulai jengah akan keberadaan mereka berdua.
Disaat Zee yg tengah melihat dua teman no akhlaknya itu asik berdebat tak disangka bola yg tengah digunakan main oleh anak basket itu dengan mulusnya meluncur kearah Zee membuatnya menghindar kesamping. Bola itu memang tak mengenainya tapi malah mengenai kedua orang yg sedang perang mulut itu.
Duk...
Brak...
" Aduduh... Mulut seksi aing... " Ringis Juned setelah bola basket itu mengenai bibirnya, membuat bibirnya doer seketika.
" Aww, pantat gue... " Ternyata pantulan dari bibir Juned mengarah ke perut Dilan dan berakhir dia jatuh terduduk dengan pantat yg menyentuh lantai duluan.
" Wkwkwkwkwk... " Tawa satu lapangan setelah menyaksikan penderitaan dua sejoli itu, kasian. Tapi emang mereka pantes sih.
" Zeeeee, kenapa gak Lo tangkep tuh bola hah ! " Kesal Dilan menyalahkan Zee yg tak menangkap bolanya
" Sorry Lan, refleks aku itu ngehindar bukan ngenangkep. Lagian itu juga bukan salah aku. " Ucap Zee sambil tertawa melihat kedua temannya menderita.
Tanpa berniat membantu Zee malah mengambil bola basket dipinggir lapangan itu meninggalkan kedua rekannya yg masih kesakitan
" Yah... Bukannya bantuin malah ditinggal. CK, kenyataan emang gitu gaess. Pedih... " Kata Juned mendramatisasi keadaan
" CK, alay Lo ! " Saut Dilan.
Disaat Zee yg sudah mengambil bola basket itu dan akan menyerahkannya ke arah anak basket, tiba tiba salah satu dari mereka berteriak
" Langsung lempar aja Zee ! "
Tapi hal itu malah membuat Zee skeptis. Kenapa bisa ? Karena setiap kali Zee melempar sesuatu pasti itu tak pernah tepat sasaran, seperti kejadian kemarin sore.
Melihat Zee yg tak berkutik sedikitpun membuat teman yg lain geregetan sendiri
" WOY Zee ! Lempar elah. Malah ngelamun Lo ! " Teriak kembali teman sekelasnya
Tanpa disadarinya bola yg sudah ada ditangannya pun melayang tinggi, tapi bukan kearah pemain basket maupun ringnya yg dituju. Melainkan kesisi lapangan yg lain.
Bukkk...
" Christy ?!!! "
*****
" Bola basket laknat emang. Bisa bisanya kena anak orang ! " Gerutu Zee pelan sambil melirik kearah adik kelasnya yg pingsan akibat lemparan ngasalnya Zee.
Akibat itulah dia sekarang ada di UKS, menemani sang adik kelas yg masih betah dalam dunia pingsannya. Apa yg terjadi Zee pun harus tetap bertanggung jawab.
Sebenarnya bahkan setelah dia akan bertanggung jawab hampir anak anak sekolahan ingin bergegas kearah Zee, yg membuatnya panas dingin seketika
Dosakah kalau aku gak sengaja ngelakuinnya ?
Kenapa sampe satu sekolahan kayak musuhin aku ya ???
Untung ada ketua OSIS tadi. Kalo gak, habis aku...
Batin Zee pun berkecamuk dengan segala hal yg hampir menimpanya waktu pagi menjelang siang ini.
Ngomongin soal ketua OSIS, ternyata ketua OSIS disekolah ini itu Fiony. Iya Fiony yg kena lemparan ngasal botol soda Zee kemarin sore itu loh.
Dan Zee baru tau akan hal itu. Dia kemana aja coba ? Udah dua tahun sekolah disana masih nggak tau siapa ketosnya.
Dan Fiony lah yg ngebantu Zee keluar dari amukan masyarakat sekolah,, nggak deng. Siswa siswinya aja sih.
Itupun dia ngebantunya dengan penjelasan yg lembut, gimana yg lain gak luluh coba.
Tapi, ini anak siapa ya ? Kok baru liat ? Batin Zee sambil melihat dengan cermat adik kelasnya itu.
Sebenarnya adik kelasnya itu udah terkenal satu sekolahan cuma ya karena Zee yg jarang keluar dari semedinya makanya dia baru liat.
Itulah Zee, saking cuek sama sekitar jadi begitu. Nggak tau aja ada berapa banyak bidadari di sekolahnya.
Selamat Membaca...
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita...
FanfictionAzizi Asadel, seorang murid yg bisa dikatakan biasa-biasa saja di SMA Satyaguna. Harus menghadapi cobaan dimana dia tak sengaja melempar sebotol soda kekepala ketua OSIS nya disekolah. Tak sampai disana, dia juga harus bertanggung jawab terhadap ad...
