Dilain tempat...
Kakak kelas dengan senyum manis itu selalu terbayang dibenaknya, mengganggu jalannya pikiran dan menggetarkan Sukma. Membuat Christy harus menghela nafas lelah dimalam yg dingin ini.
" Si bodoh.... " Christy bergumam kesal karena mengingat kejadian dikantin tadi pagi, dia benar benar kesal. Tapi tak lama terganti dengan senyuman lebar kala menyentuh kepalanya sendiri. Dia bahkan kesemsem kala mengingatnya, mengingat ketika tangan si kakak kelas bodohnya itu mengelus kepalanya lembut. Ohh dan jangan lupakan senyum manis itu. Christy benar benar dibuat candu akan senyumannya.
Benar benar candu.
Bahkan ketika sang kakak tercinta memandangnya dengan tatapan lucu diambang pintu masuk kamar dengan tangan yg terlipat didepan dada dan tubuh yg menyender, dia terus saja kesemsem.
Dengan iseng pun sang kakak bertanya ketika melihat Christy memeluk gulingnya erat,
" Suka banget ya ? "
" Iya.... Apalagi senyumnya ! Ihhh... Manis banget ! " gumamnya tak sadar masih dengan wajah berserinya.
Sang kakak yg mendengarnya pun terkejut, tak menyangka akan reaksi yg didapatnya.
" Siapa sih yg manis banget ? " tanyanya lagi,
" Ihhh... Si bodoh lah ! Si Zee ! " jawabnya tanpa sadar.
" Zee ? Zee adik ipar kakak ?? Azizi Asadel adiknya Ara ??? " tanya Chika yg dijawab lagi tanpa sadar oleh Christy,
" Iya, Azizi Asadel adiknya kak Ara pacarnya kak Chik... "
Christy menatap kearah sang kakak tanpa sadar dan berhenti sebelum menyelesaikan kalimatnya.
" Ka... " Kaget ? Christy syok !!!
" Jadi Zee manis banget ya ? Emang sih dia manis, tapi masih manisan Ara nya kakak. Gimana dong dek ? " tanya Chika.
Dasar, Yesicca Bucin Tamara.
" Nggak dulu deh kak. Kak Ara yg kayak tembok gitu mana bisa senyum manis. Nggak pernah kulihat tuh ! Jadi fix, Zee yg paling manis ! " Putus Christy tak mau kalah dari sang kakak.
Sepertinya Bucin telah menjadi bagian dari nama tengah sepasang kakak beradik ini.
Ini pertama kalinya Christy membela seseorang dihadapan Chika, mana isi menjelekkan kesayangannya yg lain lagi. Ou tidak tidak. Kesayangannya tidak boleh menghina kesayangannya yg lain. Itu sangat tidak berprikemanusiaan. Pikirnya.
" Dih. Dia manis tau, banget malahan. Apalagi kalau matanya sampe hilang waktu senyum. Beuh !!! " ucap Chika sembari membayangkan kesayangannya itu.
" Iya deh, yg bucin pangkat kuadriliun. " Serah Christy, jengah sudah ketika dia melihat kakaknya yg masih tersenyum senyum sendiri.
Punya kakak tukang halu ya begini... Batinnya.
" Oh iya. Kamu udah akrab sama Zee ya ? Ciee... Hati hati lo dek. Ntar kamu ikut ikutan bucin kayak kakak lagi. " Ejek Chika yg tentu membuat Christy tak terima dikatakan bucin oleh sang kakak.
" Dih siapa yg bucin coba ?! " elaknya. Denial parah emang si Christy ini.
" Oke... Yaudah deh. Nggak papa. Oh iya dek, besok kakak mau ngapel, kamu jaga rumah ya ! " perintah sang kakak yg tentu langsung ditolak oleh si adik,
" Ihh enggak ya. Aku mau ikut ! "
" Ngapain ikut ? Mau jadi nyamuk kamu disana ? " tanya Chika, padahal dia tau untuk apa adiknya ingin mengikutinya ngapel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita...
FanfictionAzizi Asadel, seorang murid yg bisa dikatakan biasa-biasa saja di SMA Satyaguna. Harus menghadapi cobaan dimana dia tak sengaja melempar sebotol soda kekepala ketua OSIS nya disekolah. Tak sampai disana, dia juga harus bertanggung jawab terhadap ad...
