17 Agustus Tahun 45...
Itulah hari kemerdekaan kita !
Bernada gak tuh ???
Udah ikut lomba belum😁
***
Jika ini yg hatinya pilih maka dia akan berusaha menjaganya. Itu janji Zee pada dirinya sendiri.
Setelah sesi konsultasi malam tadi dengan sang kakak, kini Zee masuk kesekolahnya dengan rasa yg lebih baik lagi.
Kakaknya benar, kalau cinta ya jangan dipaksa. Cukup lepaskan saja kalau emang dia bahagia.
Berjalan dengan pelan namun tegas, dia melewati koridor dengan senyuman percaya diri yg bertengger diwajahnya. Menyapa balik siapapun yg menyapanya duluan, membuatnya tak jarang disapa.
Entah kenapa Zee yg seperti ini lebih terlihat keren dimata siswa siswi yg melihatnya, sedikit lebih atraktif dibanding Zee yg selalu bertingkah cuek namun misterius sebelumnya.
Tak terkecuali dengan Christy yg berjalan lurus dibelakangnya saat ini.
" Tumben ? " sapa Christy pada Zee, melihat aura yg diberikannya pagi ini begitu cerah membuatnya juga merasa lebih baik.
" Ehh Christy ! Apa kabar ? " ceria Zee menyapanya balik.
Terlalu riang untuk ukuran orang yg sedang patah hati. Hmm... Mencurigakan... Pikir Christy dengan mata yg telah disipitkan.
" Kenapa ? " tanya Zee ketika melihat Christy menyipitkan mata menatap kearahnya, agak serem sih.
" Gue yg harusnya nanya. Lo kenapa ? " tanya Christy masih dengan tatapan curiganya,
" Hihi😁, nggak kenapa napa kok ! " jawab Zee, berusaha meyakinkan Christy kalau dia memang baik baik saja.
" Aku tau kamu sayang sama aku, jadi nggak perlu khawatir gitu ya dek Kity ! " ucap Zee sambil mengusap pelan kepala Christy ditemani dengan senyuman manisnya sampai membuat matanya sedikit menyipit.
Manis ! Batin Christy ketika menerima serangan itu.
Bahkan Christy tak menyadari kalau mereka sedang menjadi pusat perhatian saat ini, jiwanya seakan berhenti beberapa saat untuk menyimpan memori yg terjadi.
" Mau dielus ! "
" Nggak kuat gue liatnya ! "
" Anjirlah ! Manis banget ! "
" Mama, anakmu baper ! "
Yg ngeliatnya aja sampe baper, gimana Christy yg dielus coba.
Fiony yg berdiri tak jauh dari mereka pun tersenyum dengan lembut, ia hanya merasa kejadian yg dilihatnya saat ini, didepannya ini adalah deja vu.
Cuma beda pemeran, hanya saja begitu mirip. Gumamnya tipis. Sebelum akhirnya ia berjalan pelan melewati mereka.
" Eh... Kak Fio ! Tunggu ! " panggil Zee ketika melihat Fiony melewatinya begitu saja. Merasa namanya dipanggil, Fiony menoleh dan bertanya,
" Iya Zee, kenapa ? "
" Udah sarapan belum ? " tanya Zee sekali lagi sekadar memastikan sesuatu.
" Belum. Ini mau kekantin sebentar, beli roti. Emangnya kenapa Zee ? "
" Zee ikut !!! " ucap Zee dengan senyuman lebar, menatap penuh harap kepada Fiony supaya mengijinkannya tuk ikut kekantin.
" Hehehe... Ayok. Christy juga mau ikut ? " ajak Fiony juga pada Christy yg masih menatap Zee dengan mata yg menyipit.
Fiony adalah ketua OSIS, jadi dia bisa mengenal sebagian murid di sekolah itu adalah hal biasa.
Bisa bisanya... Pikir Christy,
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita...
FanfictionAzizi Asadel, seorang murid yg bisa dikatakan biasa-biasa saja di SMA Satyaguna. Harus menghadapi cobaan dimana dia tak sengaja melempar sebotol soda kekepala ketua OSIS nya disekolah. Tak sampai disana, dia juga harus bertanggung jawab terhadap ad...
