Sorry for late update and please enjoy the huru hara 😂
Seulgi menuruni tangga dan langsung masuk ke dalam dapur. Gadis itu membuka kulkas lalu mengambil sekaleng soda dari sana. Ia sudah membayangkan kesegaran yang sebentar lagi akan dirinya rasakan saat cairan berkarbonasi itu mengalir di kerongkongannya. Namun bayangan itu langsung hancur saat sebuah tangan mungil merebut kaleng berwarna merah tersebut dari genggamannya dengan secepat kilat.
"Minum air putih." Ucap si pemilik tangan mungil.
Seulgi terkejut, pertama karena kehadiran Irene yang tiba-tiba dan kedua, minumannya dimasukan kembali ke dalam kulkas oleh gadis itu.
"Ih mau soda." Rengek Seulgi.
"Nanti kalau udah nggak konsumsi obat." Ujar si gadis cantik. Dia membuka tas kertas yang ia bawa lalu mengeluarkan beberapa kotak plastik berisi makanan.
"Aku buatin makan siang. Ayo makan." Perintahnya. Seulgi mengerucutkan bibirnya namun tetap menurut. Ia menarik kursi di samping gadis itu lalu melihat makanan apa saja yang gadis itu masak untuknya.
"Ih apaan itu? Ada invasi monster hijau." pekik Seulgi saat salah satu wadah makan yang Irene bawa ternyata berisi sayuran.
Irene memutar bola matanya pada perkataan Seulgi. "Lebay. Itu sayurnya sedikit." Ujarnya. Ia pergi ke arah kitchen counter untuk mengambil piring dan juga sendok.
"Sedikit tuh cuma satu atau dua." Seulgi kembali memprotes. Ia akui masakan Irene terlihat sangat menggugah selera. Ada daging teriyaki, telur gulung dan tumis chaisim yang Seulgi sebut sebagai monster hijau.
"Bawel ih. Makan dulu baru komentar." Omel si cantik. Ia duduk di samping Seulgi lalu memindahkan nasi dari wadah ke piring dan mengambil beberapa lauk untuk dia letakkan bersama.
"Aku mau makan tapi ada syaratnya." Ucap si Monolid. Irene menatap malas pada sang mantan, namun ia tetap meladeni dengan sebuah pertanyaan.
"Apa syaratnya?"
Seulgi pun tersenyum jahil yang membuat Irene mulai menyesal karena merespon keinginan gadis itu.
"Satu suapan sama dengan satu cium." Ajunya.
"Di kening?" tanya Irene. Ia tertawa saat Seulgi menatap aneh padanya.
"Emang mau tidur cium kening? Di bibir lah." tolak Si monolid.
Irene mengerutkan dahinya. "Orgil. Pipi aja, kalau nggak mau yaudah makan sendiri."
"Leher aja deh." Seulgi bernego. Sayangnya Irene meresponnya dengan tepukan yang mendarat di bibir gadis bermata sipit itu.
Seulgi tertawa puas, senang rasanya bisa kembali menjahili gadis di sampingnya itu.
"Hahaha iya iya di pipi, tapi suapinnya sedikit-sedikit biar ciumnya banyak yahmpphh" Ucapan Seulgi langsung terhenti karena Irene menyuapkan sesendok makanan secara paksa ke mulutnya. Gadis cantik itu tertawa saat Seulgi membalas perlakuannya dengan mencubit hidungnya.
"Aku lusa balik ke Surabaya. Dospem aku udah nagih bimbingan." Seulgi membuka percakapan. Mulutnya masih setia mengunyah makanan yang Irene suapkan padanya.
"Naik apa?" tanya Irene sambil mengambil gelas kosong dan mengisinya dengan air putih.
Seulgi menerima air yang Irene berikan dan meneguk isinya sebelum menjawab, "Pesawat."
Ia meletakkan gelasnya kembali ke atas meja lalu membuka mulutnya untuk menerima suapan lainnya dari gadis di sampingnya itu.
"Sendiri atau sama mama?" tanya Irene lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SR - MANTAN ✔
Fan-Fiction- Sequel of "SR - PACARAN" - Semi Socmed AU - Contain Harshwords - GxG
