Sebelumnya, mari kita sambut dede gemes kitaaaaaa 👏🏻😁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Please enjoy yorobuuuunnn~
"Hyojung?" Seulgi berdiri dari duduknya dan segera menghampiri Moonbyul juga Hyojung. Jujur ia sempat panik dan takut karena ada Irene di sana. Namun ia teringat bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki hubungan jadi bukan sebuah masalah jika ia berdekatan dengan gadis itu kan?
"Halo kak Seulgi. Long time no see." ucap Hyojung. Ia menoleh ke arah belakang si Monolid dan mendapati Irene tengah duduk sambil menatap tajam padanya.
"Halo Kak Irene." Sapanya yang hanya dibalas senyuman kecil oleh gadis itu. Dirinya juga sempat bertukar senyum sebagai pengganti sapaan pada seorang gadis lainnya yang tidak ia kenal.
Seulgi pun mempersilahkan keduanya untuk duduk bersamanya. Si minolid menyuruh Hyojung mengambil kursi tengah agar Seulgi dan Moonbyul lebih mudah mengikutsertakan gadis itu dalam obrolan mereka. Sedangkan So Hee yang merasa seperti nyamuk karena duduk di depan ketiganya, akhirnya memutuskan untuk pindah dan duduk di samping sang kekasih.
"Kamu ada perlu apa ke rumah sakit? mau berobat?" tanya Seulgi.
"Nggak kak. Aku sebulan sekali jadi volunteer di rumah sakit ini untuk nyanyi dan ngehibur pasien anak-anak yang dirawat inap." Jawab Hyojung.
"Keren banget." Puji Seulgi. Moonbyul pun menganggukkan kepalanya, sama kagumnya dengan Seulgi.
"Berarti kamu beneran ngambil jurusan musik, kayak cita-cita kamu waktu itu? Pencipta lagu ya kalau nggak salah?" Seulgi kembali bertanya.
Hyojung pun menganggukkan kepalanya, sedikit terharu karena Seulgi masih mengingat hal tersebut padahal ia hanya sekali membahasnya. "Kakak masih inget aja."
"Soalnya lagu yang waktu itu kamu nyanyiin di depan aku bagus sih, jadi ya keinget terus." Jawab si Monolid dan tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menatapnya dengan sangat sinis.
"Wadduh kapan tuh?" pancing Moonbyul. Ia melirik ke arah Irene yang membuang wajah saat bertemu pandang dengannya. Dalam hati ia menyayangkan Wendy yang tidak bisa datang dan melewatkan keseruan ini.
"Waktu itu pokoknya deh." Jawab Seulgi sekenanya, berusaha menghindar. Sedangkan Hyojung hanya tersenyum malu.
Ketiganya pun mengobrol dan sesekali berhenti saat perawat keluar masuk ruangan untuk menyiapkan persalinan. Tuan Yoo masih di dalam dan sepertinya tidak akan keluar sampai sang buah hati lahir. Sedangkan Irene hanya diam saja apalagi setelah So Hee pamit pulang karena mendapat panggilan dari Papanya.
Tidak berapa lama Winter dan Karina tiba. Mereka sama-sama menatap aneh pada Hyojung karena tidak pernah melihat gadis itu di dalam lingkar pertemanan Irene juga Seulgi, namun mereka tidak ambil pusing. Karina menghampiri sang kakak setelah menyapa tiga orang itu, sedangkan Winter memilih untuk duduk di kursi yang sebelumnya diduduki So Hee tepat di depan sang sepupu.