CHAPTER 1

618 73 1
                                        

3rd POV

Cassiopeia Atlanta Goldstein atau Cassiopeia Atlanta Galaxias Olympia, seorang Demigoddess yang telah menjadi Goddess dan merupakan putri satu satunya God of Sea, Poseidon dan seorang mortal, Katrina Goldstein. Sekaligus putri angkat dari Chaos dan Order itu kini sedang berjalan di jalanan Inggris di tahun 1942 yang sepi karena sedang terjadi gencatan senjata .

Dia baru saja kembali dari pertemuannya dengan Hecate dan baru saja mendapatkan identitas barunya, yaitu Cassiopeia Atlanta Bloodworth, anak satu satunya dari Aiden Bloodworth dan Savannah Peverell. Dan Hecate juga sudah mendaftarkannya ke Hogwarts, sekarang ia tinggal menikmati suasana tahun 40an yang sangat berbeda dengan suasana tahun 2015 sambil menunggu surat penerimaan dari Hogwarts dan tahun ajaran baru.

Saat sedang berjalan, ia melihat seorang remaja laki laki seumurannya tergeletak di jalanan yang sepi itu. Saat ia mendekatinya, Cassie bisa melihat darah yang mengucur dari perut sebelah kirinya, sontak ia langsung membawa laki laki itu menuju gang sepi dan berteleportasi ke apartemennya, setelah sampai, Cassie langsung membawanya ke kamar tamu dan merawat lukanya dengan cara mortal.

Tom POV

Jika bukan karena pria tua sialan itu yang selalu menyita tongkat sihirku saat tahun ajaran berakhir dan menyuruhku kembali ke panti asuhan sialan itu, aku pasti bisa tenang di Hogwarts sekarang, aku tidak ingin kembali ke neraka itu. Bahkan sekarang, matron yang sangat membenciku itu baru saja menyuruhku untuk membeli bahan makanan, yang sialannya saat di tengah jalan menuju kembali, aku di cegat oleh beberapa preman yang ku yakini sebagai suruhan Billy. Aku bisa saja melawannya, tapi pikiranku sedang sibuk merutuki Dumbledore tua itu, dan pada saat aku lengah salah satu dari mereka menusukkan pisau kearahku dan memukul kepalaku. Dan setelah itu, gelap menguasaiku.

Aku merasakan seperti sedang tertidur dikasur yang sangat empuk. Saat aku membuka mata, rasa pusing menderaku, dan perutku terasa sakit. Tapi aku tidak terlalu memikirkan itu, karena sekarang, mataku tertuju pada pemandangan disekelilingku.
Ku edarkan pandanganku ke sekeliling kamar yang ku tempati ini. ' Dimana aku? ', ' Apa ada yang menyelamatkanku? '. Kamar ini sangat luas, dan sangat mewah dengan design yang elegan perpaduan warna hitam dan silver.

3rd POV

Saat Tom sedang sibuk memperhatikan sekelilingnya, pintu kamarpun terbuka, dan Cassie masuk kedalam dengan wajah datar, sambil membawa semangkok bubur dan minum. Tom yang melihat Cassie lamgsung bingung dan terpesona, walau tidak begitu terlihat, karena ekspresinya tetap datar.

" Kau siapa? " tanya Tom waspada

" Cassiopeia " jawabnya
" Makanlah " lanjutnya, sambil menyodorkan mangkuk bubur itu.

" Dimana aku? " tanyanya lagi, dengan menatap bubur waspada

" Apartemenku " jawab Cassie singkat

Tom mulai memakan buburnya sambil memikirkan banyak hal. Seperti :
'Kenapa dia tidak menanyakan namanya? Harus kah dia memberitahunya?'
'Bagaimana dia membawanya kesini? '
'Kemungkinan dia adalah muggle, tapi kenapa Tom biasa saja? ' Tom membenci apapun yang berhubunagan dengan muggle
'Dan kenapa dia perhatian? Dia merawat lukanya, dan memasakkan bubur untuknya' Tom tidak pernah di perhatikan seperti ini terlebih lagi oleh muggle yang sangat dia benci
' Apa yang dia inginkan darinya? '
Tom sibuk berpikir sampai bubur di mangkuk sudah habis. Cassie pun langsung menyodorkan gelas berisi air minum dan obat pereda nyeri pada Tom. Setelah Tom meminumnya, dia pun keluar sambil membawa peralatan makan tadi. Tidak memperhatikan mata Tom yang terus menatapnya dengan intens.

Setelah beberapa saat, Tom yang merasa bosan pun keluar kamar dan melihat Cassie sedang menuju pintu kaca balkon dimana ada dua burung hantu dengan satu surat berwarna merah dan berstempel Hogwarts di masing masing paruhnya menunggu, Tom yang melihat itupun langsung menyusulnya.

Cassie yang melihat tom menuju kearahnya langsung menyerahkan salah satu surat itu padanya, dan membuka satunya lagi, suratnya.

" Kau murid Hogwarts? " tanya Cassie, yang di balas anggukan sambil menatap penasaran surat yang ada di tangan Cassie

" Surat apa itu? " sambil menunjuk suratnya

Sambil memperlihatkan suratnya, Cassie menjawab
" Surat penerimaanku, aku murid baru di Hogwarts " mengagetkan Tom
' Bukankah itu berarti dia penyihir? ' pikir Tom, yang entah mengapa membuatnya senang.

" Tahun berapa kau akan masuk? " tanya nya ' bukankah dia seumur denganku? Kenapa baru masuk sekarang? '

" Tahun ke empat ", dan seperi membaca pikiran Tom, Cassie pun melanjutkan,
" Aku homeschooling. Orangtuaku baru mengizinkanku sekolah sekarang " ucapnya sambil meringis mengingat perjuangan meyakinkan orangtuanya yang sangat protective itu.
Tom yang mendengar itupun senang ' kami berada di tahun yang sama! '

" Kalau begitu, biarkan aku menyembuhkan luka mu dengan sihir " ucapnya, melihat Tom yang kebingungan pun dia menjelaskan
" Kau berada di jalan daerah no-maj, jadi kupikir kau bukan penyihir. Maka dari itu, aku hanya merawat lukamu dengan cara yang biasa no maj lakukan " jelasnya.

' Jadi dia mengira aku adalah muggle? bukankah no maj adalah penyebutan muggle di Amerika? Tapi dari aksennya dia bukan orang Amerika ' pikirnya bingung.

Saat merasakan tangannya ditarik menuju sofa yang ada di ruang tamu dan baju yang ia pakai di singkap sebatas dadanya Tom terkejut dan merasakan wajahnya memanas. Tom memperhatikan Cassie merapalkan mantra penyembuhan pada lukanya, dan melihat lukanya mulai menutup dan tidak meninggalkan bekas apapun, seakan luka itu tidak pernah ada.

" Kenapa kau menolongku? " tanya Tom denganbingung

" Kau terluka, aku tidak bisa membiarkan begitu saja " jawabnya

Entah kenapa Tom tidak suka mendengar alasannya.
' Jadi dia akan menolong siapapun itu? '
' Tidak! Dia tidak boleh memberi perhatiannya pada orang lain. Hanya aku! ' yang membuat Tom terkaget dengan pemikirannya sendiri. Dan tidak sadar bahwa dia mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih.

" Apa kau ingin ku antar pulang? " tanya Cassie, yang membuat bahu Tom menegang ' Tidak! Tidak bisakah aku disini? Entah mengapa aku ingin bersamanya disini ' , pikirnya

Melihat tom yang tak kunjung menjawabpun Cassie menepuk pundaknya pelan.
" Hei? " menyadarkan Tom.

" Apa kau begitu ingin aku pergi? " terdengar nada sedih disana.

" Huh? Apa orang tuamu tidak mencari? " tanyanya penasaran.

" Tidak. Mereka sudah mati " jawabnya datar.

" Oh maaf. Lalu, kau tinggal dimana? " merasa sedikit bersalah

" Panti asuhan muggle. Apa kau akan mengirimku kembali kesana? " tanyanya dengan ketus. Dia tidak suka disana. Tom ingin disini besama Cassie. Cassie-nya.

Cassie yang mendengarpun bingung harus bagaimana. Dia tahu, mortal terkadang kejam jika menyangkut hal yang tidak masuk akal, termasuk sihir. Kakaknya, Percy adalah contoh nyata bagaimana sulitnya betahan di tengah tengah mortal dengan kekuatan yang tidak bisa dijelaskan secara logis.
" Kau bisa tinggal disini sampai tahun ajaran baru jika ingin." yang membuat tom sangat senang, dan kesulitan untuk menahan senyumnya.
" Tapi, bagaimana dengan barang barangmu? " tanyanya. Setelah mendengar pertanyaan itu, wajah Tom meredup.
' Benar. Bagaimana dengan barang barangku? '. Pikirnya. Sebenarnya, Tom tidak peduli dengan baju bajunya, tapi ia tidak mempunyai uang untuk membeli lagi yang baru. Uang dari sekolah hanya mampu untuk membeli jubah kualitas standar dan bahan ramuan. Bahkan, buku buku pun tom harus membeli yang bekas, kecuali jika buku tersebut adalah buku yang baru dirilis tahun itu, dan yang pastinya sangat mahal.
Tom benci ini. Ia tidak suka jika tidak berdaya seperti ini.
" Aku akan memgambilnya " putusnya. Yang di tanggapi dengan anggukan

" Baiklah. Harus kah aku menemanimu? " tawarnya. Wajah tom yang muram pun seketika berbinar kembali. Tom mengangguk dua kali
' Bukankah jika ia melihat keadaanku, dia akan semakin perhatian padaku? ' sambil diam diam menyeringai.

YOU * TMR * PJO/HP Crossover Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang