Note :
Khusus percakapan Poseidon dan Cassie akan di italic. Karena mereka akan menggunakan bahasa atlantis.
3rd POV
Setelah Dippet cukup jauh, Poseidon mengangkat alisnya, meminta Cassie menjelaskan
" Salam Father " ucapnya menggunakan bahasa Atlantis dengan anggun dan menundukkan kepalanya
" Sudah berapa lama kau bersembunyi disini? " tanyanya, ia sudah menginterogasi Hecate, tentu saja ia tahu. Hanya saja, ingin mendengar langsung dari putrinya. Ya, ia mempunyai seorang putri pada akhirnya. Dalam hati, terus berteriak senang.
" Aku tidak bersembunyi. Aku kesini dengan izinmu " protesnya.
" Maksudmu merengek? " tanyanya menggoda. Ah, menyenangkan sekali rasanya punya seorang putri
" Aku tidak merengek. Aku berusaha keras, father " ucapnya menyangkal dengan bibir mengerucut dan tangan di silangkan. Poseidon yang melihatnya jadi tersenyum geli
" Baiklah baiklah. Lalu kenapa tidak menggunakan namaku? Kenapa harus nama Hecate? " tanyanya lagi
" Aku menggunakan namamu. Aiden, bukankah itu tidak terlalu jauh? " ucapnya polos
" Dan tentang tidak menggunakan nama Olympia, tentu saja karena aku ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi remaja biasa. " lanjutnya dengan pelan sambil membuang wajah.
" Tapi bukankah kehidupan sebagai seorang Princess adalah impian semua gadis? Kenapa kau malah ingin menjadi remaja biasa? " tanyanya bingung.
' Ada apa dengan putrinya? Apa ia tidak suka menjadi putriku?' pikirnya sedih.
" Seorang Princess yang dikelilingi oleh penjilat? Aku hanya ingin merasakan hidup normal, Father " ucapnya pelan
" Dan disekolah seperti ini? Kamu putriku satu satunya, putri kesayanganku hanya mendapatkan yang terbaik. Dan sekolah ini tidak cukup baik untuk seorang putri sepertimu " ucapnya
" Apa Hecate mencemari pikiranmu? " tanyanya dingin
" Jangan macam macam, Father " ucapnya memperingatkan
" Kita sudah memiliki kesepakatan. Aku hanya akan sekolah disini sampai tahun ajaran selesai " Poseidon mengangkat alisnya
" Kau yakin? Kulihat kau sangat dekat dengan para mortal rendahan itu. Jangan lupa dirimu yang sesungguhnya, Atlanta " ujarnya dengan menahan kesal
' Kenapa putrinya sangat keras kepala? Apa bagusnya para mortal ini? '
" Mereka temanku, mereka bahkan tidak tahu aku yang sesungguhnya. Aku hanya ingin menjadi remaja yang bisa bersekolah dan berteman tanpa mempedulikan gelar, father. Kenapa sangat sulit? Aku tetap mengerjakan tugasku sebagai seorang putri, aku tetap menerapkan etiket putri kerajaan, bahkan aku tetap datang jika kau memanggil. Aku iri, Father, mereka bebas melakukan apapun seperti remaja pada umumnya, lalu kenapa aku tidak bisa? Aku tidak ingin menjadi seorang putri, ayah. " ucapnya dengan nada bergetar dan air mata yang mengalir. Membuat Poseidon merasa bersalah dan memeluknya sambil meminta maaf dan memperbolehkannya tetap bersekolah. Hanya saja, harus berkunjung ke istana yang berada di waktu ini.
' Apa selama ini ia keterlaluan? Ia hanya tidak ingin kehilangan putrinya ' pikirnya berkecamuk.
Mereka mendengarnya. Ya, teman teman Cassie mendengar semua pembicaraan Cassie dan pria yang mereka yakini adalah kerabat Cassie, yang baru mereka sadari, penampilan keduanya sangat mirip. Cassie seperti versi perempuan dari pria itu. Mereka bersembilan bingung dengan apa yang baru saja mereka dengar. Benar, mereka sama sekali tidak mengerti bahasa apa yang di gunakan oleh Cassie dan pria itu, tapi mereka yakin itu bukan bahasa Yunani. Mereka terdengar seperti memperdebatkan sesuatu sampai Cassie menangis dan king Zale memeluknya sambil seperti meminta maaf.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOU * TMR * PJO/HP Crossover
FantasyStatus cerita : On Going Bagaimana jika Cassiopeia, adik perempuan dari Percy Jackson yang juga Goddess of Creation, Destruction,Betrayal, Time, Earth, dan masih banyak lagi memutuskan untuk menjadi siswi di Hogwarts di tengah kebosanannya atas sar...
