3rd POV
Tiga gadis yang merupakan murid Slytherin itu berjalan menuju Great Hall sambil berbincang dengan diikuti pandangan tertuju pada salah satunya.
" Penampilanmu yang sekarang menjadi lebih cantik daripada saat Tom menggunakan ramuan polyjuice " ucap Druella
" Iya, benar. Apa kau mewarnai rambutmu? " ucap Walburga
" Ya. Aku mewarnai beberapa helainya " ujar Cassie sedikit berbohong. Hei, ia tidak mungkin bilang jika warna rambut ini asli, kan?
" Aku sekarang mengerti mengapa Cassie berkata ia tidak tertarik pada siapapun " ucap Druella, menarik semua orang melihat kearahnya
" Benarkah? Kenapa? " tanya Cygnus penasaran. Karena sangat jarang bagi murid perempuan di Hogwarts tidak menyukai Tom, Abraxas, atau Orion.
" Apa kau tidak lihat sepupu yang menghampirinya kemarin? " ujar Walburga sambil memutar mata
" Ya, benar. Jika dibandingkan dengan siswa disini, tentu saja berbeda jauh. Sepupu Cassie benar benar terlihat seperti Dewa " ucap Druella yang diangguki semangat oleh Walburga dan beberapa siswi yang sempat melihat Apollo dan Hermes.
" Apa semua sepupumu seperti itu, Cassie? " tanya Alphard, yang ikut menyetujui ucapan Walburga dan Druella
" Jika yang kau maksud menyebalkan seperti mereka, maka iya. Tapi mereka adalah yang terparah " ucap Cassie tersenyum geli melihat wajah cemberut kedua temannya
" Baiklah, baiklah. Ya, mereka tampan seperti Dewa. Huh, aku tidak percaya aku mengatakan ini " lanjut Cassie dengan gumaman di kalimat terakhir.
" Bisakah kau mengenalkanku pada mereka? " tanya salah satu siswi Slytherin tahun ke 7
" Jangan coba coba mengenal mereka. Mereka adalah mimpi buruk yang tidak bisa setia pada satu wanita " ucap Cassie memperingatkan
" Well, tidak masalah karena mereka tampan " ucap siswi lainnya. Membuat Cassie dan yang lainnya mengerutkan hidung jijik
" Kesetiaan adalah hal yang sangat penting. Tanpa itu, kau akan sakit hati setiap saat " ujar Cassie mengingat kelakuan paman dan ayahnya yang selalu berselingkuh dari istri mereka.
" Tapi pasti ada yang setia bukan? " ucap gadis itu lagi membuat Cassie memutar mata malas
" Tentu saja ada. Dan tentu saja aku tidak akan mengenalkan kakak tersayangku padamu! " ucap Cassie dengan ketus.
" Jalang itu berpikir aku akan mengenalkan Percy padanya, huh?! Percyku terlalu baik untuk gadis manapun " lanjutnya menggerutu kesal, bibirnya mengerucut lucu membuat ekspresi wajahnya sangat imut dan membuat yang lain gemas.
" Kenapa kau kesal sekali? " ucap Tom
" Apa aku tidak boleh kesal saat ada yang menginginkan kakakku? " ucap Cassie ketus
" Apa yang spesial darinya sehingga kau sangat menyayanginya? " tanya Tom sedikit kesal, cemburu
" Ia kakakku, pria bodoh yang sangat setia dan akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Bahkan jika itu pergi ke neraka untuk menyelamatkan gadis yang dicintainya. Dan jalang rendahan itu dengan tega mengkhianati kakakku setelah apa yang kakakku lakukan dan berikan untuknya " ujar Cassie dengan datar yang tanpa disadarinya aura dan kekuatan yang sudah ditekan sedikit menguar, lampu lampu mati, dan memunculkan petir dan gempa bumi , angin berhembus sangat kencang, dan air danau hitam membumbung tinggi akibat amarah Cassie. Membuat para murid dan guru sangat panik.
Cassie yang menyadari apa yang terjadipun langsung meredakan amarahnya. Semua orang yang masih kebingungan tanpa sadar menghela napas lega saat situasi kembali seperti semula, walau beberapa dinding terlihat retak. Tom yang sejak awal memperhatikan Cassie jadi tahu bahwa semua ini disebabkan oleh gadis cantik itu dan menjadi penasaran.
' Apa Cassie selama ini menyembunyikan kekuatannya? Seberapa kuat Cassie sebenarnya? Gadisnya sangat penuh dengan kejutan! ' pikir Tom dengan semangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOU * TMR * PJO/HP Crossover
FantasyStatus cerita : On Going Bagaimana jika Cassiopeia, adik perempuan dari Percy Jackson yang juga Goddess of Creation, Destruction,Betrayal, Time, Earth, dan masih banyak lagi memutuskan untuk menjadi siswi di Hogwarts di tengah kebosanannya atas sar...
