3 | Derita Mantan

37 10 2
                                    

Sebelum membaca jangan lupa follow dulu beb

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum membaca jangan lupa follow dulu beb

Mon maap jika ada kesalahan yang sulit dimaafkan.

Maka di komen saja.
Oge?

Selamat membaca bestehh~

Bab : 3. Derita Mantan

Tina kelimpungan menghadapi raut wajah Lala yang bete.

Lala memang tidak marah, namun dia masih jengkel karena harus ditemani Derren yang membuatnya kesal tadi siang.

"Asli, muka lo bikin gue pengen terjun ke sungai Amazon, La."

"Apasih, Na? Gue gak marah sama lo. Gue cuma lagi badmood aja." Jelas Lala. Masih memegangi perutnya yang nyeri.

"La~"

"Hmm?"

"Lo pulang bareng gue ya?" Pinta Tina.

"Iya lah!"

"Pulang bareng gue!" Ucap Derren yang tiba-tiba menarik pelan lengan Lala.

"Ishh! apaan sih lo?"

"Gak denger tadi gue ngomong apa?"

"Gamau! Gue mau bareng Tina."

"Mama lo pesen ke gue suruh anter-jemput kemanapun lo pergi."

"Gue mau pulang bareng sama Tina, Ren!"

"Gosah ngebantah bisa ga? Ini kemauan nyokap lo. Lo tega sama nyokap sendiri?"

"Ren~ Mau sama Tina aja pulangnya~" Pinta Lala, manja.

Derren merasa gemas dengan gadis itu. Matanya melirih tangan Lala. gadis itu masih menekan perutnya yang nyeri.

"...Besok! Gak ada penolakan kalo gue anter jemput."

"Iya, janji."

"Na! Lo hati-hati bawa mobilnya. Jangan sampai bikin lecet anak orang."

"Iya etdah, bos Derren."

Derren pun melangkahkan kakinya menuju motor sportnya. Yang hanya beberapa meter didepan.

"Bentar, La! Perasaan... tadi pagi dia bawa mobil ke sekolah."

Mata kedua gadis itu saling memandang bingung.

"Lah iya!" Lala akhirnya juga menyadari.

"Gila sih. suami lo tuh, La! Dah kek sultan."

"Suami bapak lo!"

"Anjir! Bapak gue bukan gay ya."

"Lagian mulut lo asal banget."

"Hehe, maap cintah."

"Yaudah, ayo pulang perut gue sakit banget nih."

"Let's go babe."

Still Love My ExTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang