Tidak ada penjelasan apapun, taehyung tak mengatakan apapun pada Irene meski wanita itu terus bertanya apa salahnya kenapa taehyung tiba-tiba menghilang bahkan memblokir nomornya.
"Kau mau apa?" Tanya taehyung setelah sekian lama diam jujur ia sedikit lelah hari ini dan Irene datang seperti mengajaknya bertengkar Irene datang padanya seperti seorang kekasih yang dicampakkan padhal mereka tidak dalam hubungan seperti itu, meski sejujurnya menurut taehyung Irene memang berhak melakukan nya.
"Aku mau tau apa salahku kenapa kau tiba-tiba pergi kau bahkan tak mengatakan apapun, kau bahkan memblokir nomorku" ucap Irene mulai terpancing emosi pupus sudah rencananya yang akan datang berbicara baik-baik dan meminta taehyung kembali jika taehyung tak mau kembali bekerja untuknya setidaknya pria itu jangan menghilang darinya Irene butuh pria itu dihidupnya ia bukan lagi menyukainya ia mencintai pria itu, Irene tau perasaan nya bukan lagi sekedar perasaan suka sesaat ia tau ia mencintai pria Kim itu dan mau taehyung jadi miliknya.
"Kau tau jawaban ku, kau tau kenapa masih bertanya?" Tanya taehyung yang sebenarnya enggan membesar-besarkan masalah seperti ini, baginya ia sudah cukup jelas memberikan kejelasan untuk wanita itu beberapa kali ia menegaskan hubungan mereka, meski hati tetap saja tidak bisa dibohongi ia pun mulai merasa menginginkan wanita itu tapi tentu taehyung tau ia tak bisa seperti itu.
"Pulanglah" ucap taehyung lalu meninggalkan Irene yang masih berdiri di dekat pintu apartemen nya
Tidak pergi seperti yang taehyung suruh Irene justru berjalan menyusul taehyung.
Taehyung mengehentikan langkahnya saat lengan wanita Bae itu memeluk erat perutnya, taehyung menundukkan kepalanya menatap tangan Irene yang melingkar memeluknya, taehyung mengusap pelan punggung tangan Irene dan berniat melepaskan pelukan wanita itu tapi Irene justru semakin erat memeluknya.
"Kau mau ku panggilkan taksi?" Tanya taehyung "sudah malam kau harus pulang"
"Kau muak aku sering berbuat semauku? Aku janji akan memperbaiki sikap ku, jangan mengabaikan ku jangan terus-terusan menyuruh ku pergi, aku tidak bisa seperti ini, oppa aku menyukaimu kau pasti tau itu dan kita bahkan baik-baik saja semalam kau tiba-tiba pergi itu tidak adil untukku" ucap Irene sudah hampir menangis, jujur saja awalnya Irene menyukai taehyung karena pria itu tampan tapi semakin kesini bukan lagi karena taehyung tampan saja tapi karena ia merasa sangat nyaman berada di dekat pria itu
Taehyung melepas pelukan itu dan membalikkan badannya menatap Irene.
"Apa yang kau harapkan dariku? aku tidak merasakan apa yang kau rasakan, kau tau itu sejak awal kau tau tapi tidak mau ta.." taehyung tak menyelesaikan ucapannya karena Irene sudah lebih dulu mencium bibir pria Kim itu
Irene tak mau dengar apa yang taehyung ucapkan meski ia tau semua yang taehyung ucapkan itu mungkin benar, entahlah Irene pun bingung terkadang ia bisa merasakan kalau taehyung pun juga menyukainya tapi sering juga pria itu menegaskan hubungan mereka.
Taehyung begitu terkejut tidak pernah ada wanita yang seperti ini padanya tidak pernah ada wanita yang menciumnya seperti ini, ia tau Irene memang kerap mencuri-curi kesempatan padanya tapi itu hanya sebatas sebuah pelukan atau kecupan manis dipipinya tidak lebih tapi sekarang wanita itu kini tengah mencium bibirnya.
Taehyung tadi memang minum dengan tim nya tapi sungguh ia masih sadar sepenuhnya sekarang, ia tau ia gila tapi ia membalas ciuman wanita Bae itu sekarang, tangannya bahkan menarik pinggang ramping Irene agar semakin mendekat padanya.
Taehyung tau ia akan menyesalinya nanti tapi ia memilih untuk tak memikirkan itu sekarang.
Telapak tangan nya mengusap pelan rahang Irene semakin memperdalam ciuman panas mereka malam itu.
Taehyung melepas ciuman panas itu dan menatap wajah Irene, tak mengatakan apa-apa taehyung menggendong Irene dan membawanya ke kamar nya yang jaraknya hanya beberapa langkah dari tempat mereka berdiri tadi. Pria Kim itu menurunkan pelan Irene diatas tempat tidur nya.
Irene hanya diam saja ia juga kaget mereka akan sejauh ini, Irene tak berpikir sampai seperti ini, jujur ia jadi takut sekarang taehyung yang sekarang berbeda sekali dengan taehyung yang biasanya ia kenal. Taehyung yang biasanya akan menolaknya atau hanya diam saja tapi sekarang pria itu membalas nya, sebelumnya ia kerap marah jika taehyung mengabaikan nya tapi saat pria Kim itu membalasnya juga rasanya jadi aneh ia takut sekarang.
Pria Kim itu tampak melepas jaket yang ia pakai matanya sejak tadi masih menatap intens Irene tak melapasnya sama sekali, jangan salahkan ia jika ia jadi tergoda juga Irene terus menggodanya dan dia hanya pria normal yang bisa saja tergoda.
"Kau suka?"tanya taehyung saat ia baru saja melepas kaos hitam yang ia pakai sebelumnya menampakkan abs miliknya yang kerap kali ingin wanita itu lihat "kau malu? Kau sebelumnya memaksaku untuk berenang hanya karena ingin melihat ku tanpa baju" ucap taehyung lalu melangkah mendekati Irene
Taehyung tersenyum kecil saat Irene kini membuang mukanya saat ia menurunkan resleting celana nya.
Pria Kim itu melapas celanya begitu saja mengabaikan Irene yang tampak malu melihatnya tanpa pakaian itu.
Mau kabur tapi sepertinya ia tak punya pilihan itu sekarang.
***
Sudah hampir pukul 9 pagi dan Irene masih saja terlelap wanita itu belum ada tanda-tanda ingin bangun, sedangkan taehyung sudah sejak tadi ia bahkan baru kembali setelah menemui Sehun ada hal penting yang tak bisa mereka bicarakan lewat telepon.
Taehyung tersenyum manis saat masuk kedalam kamar nya dan masih mendapati Irene terlelap disana, taehyung tak pernah berpikir sebelumnya akan ada seorang wanita yang menginap di apartemen nya ini.
Taehyung berjalan menghampiri Irene dan merangkak naik keatas tempat tidur nya merebahkan tubuhnya disamping Irene dan kembali memeluk tubuh polos wanita itu, membuat wanita Bae yang masih terlelap itu jadi terusik karena ulahnya.
"Bangunlah ini sudah siang, kau mau apa untuk sarapan mu?" Tanya taehyung lalu mencuri satu kecupan manis di bibir Irene
Irene membuka matanya tapi hanya diam saja ia masih aneh dengan taehyung yang seperti ini.
"Bangun dan mandi" titah taehyung
"Aku masih mengantuk" ucap Irene enggan menurut
"Aku masih lelah" keluh Irene lalu merangsek memeluk tubuh pria Kim itu.
Taehyung membalas pelukan itu tangannya mengusap pelan punggung Irene sembari sesekali menciumi bahu Irene
"Aku lapar temani aku makan" ucap taehyung membuat Irene melepaskan pelukannya dan menatap taehyung aneh pria Kim ini tak pernah meminta hal seperti ini padanya sebelumnya selalu ada tembok besar menjulang tinggi diantara mereka.
Irene mengangguk mengiyakan ia senang taehyung meminta hal seperti itu padanya.
***
Taehyung mengambil daging dan menaruhnya di mangkuk Irene, pagi ini taehyung membawa Irene ke restoran langganan nya taehyung cukup sering datang kemari dengan Sehun atau rekan nya yang lain.
"Kau tak suka makanan mu?" Tanya taehyung sedikit khwatir Irene seperti tak tertarik pada makanan nya
"Suka aku hanya tidak biasa sarapan dengan nasi" ucap Irene lalu menyuapkan makanan nya ia tetap memakan sarapannya karena itu makanan kesukaan taehyung, ia perlu belajar menyukai juga apa yang pria Kim itu sukai kan.
Taehyung kembali mengambil kan daging untuk Irene "makan yang banyak" titah nya
Ia tersenyum manis saat Irene menurutinya, tiba-tiba perasaan bersalah kembali hadir menghantuinya beberapa hari lagi surat pemanggilan untuk pemeriksaan Bae hyunsik akan dikeluarkan lalu bagaimana nanti Irene padanya, sebenarnya tak perlu bertanya taehyung sudah tau pasti wanita ini akan marah padanya dan mungkin membencinya, sebelumnya ia merasa baik-baik saja melakukan ini tapi sekarang entah kenapa ia tak siap menunggu surat pemanggilan itu dikeluarkan.
Taehyung mengulurkan tangannya mengusap sudut bibir Irene yang terkena saus menggunakan ibu jarinya
Wanita itu tersenyum malu-malu padanya dan percayalah taehyung semakin tak mau kehilangan Irene yang seperti ini.
***
