Malam itu taehyung lagi-lagi enggan pulang ia masih betah berada di apartemen kekasihnya, ia bahkan selalu pulang kemari setiap kali ia pulang kerja dan hanya pulang kerumah nya untuk tidur, ia senang menghabiskan waktu dengan Alice juga Irene seperti sekarang meski hanya menonton film bersama tapi terasa menyenangkan.
Sejak tadi tangan Irene ada dalam genggaman tangan taehyung, sesekali pria itu tampak mengusap juga menciumi punggung tangan milik wanita Bae itu.
Irene mendiamkannya dan membiarkan taehyung melakukan apapun yang ia mau tanpa merasa terusik sedikitpun.
Sedangkan Alice tampak sudah terlelap di sofa panjang itu tapi baik Irene maupun taehyung belum berniat memindah Alice ke kamar nya.
"Sayang besok omma mau mengajak Alice pergi boleh?" Tanya taehyung mengingat pesan yang dikirimkan ommanya siang tadi
Irene menoleh menatap taehyung "Alice belum boleh terlalu lelah" tolak Irene halus bukan tak boleh Irene masih takut kejadian sebelumnya terulang saat Alice sakit, dokter bilang pemicunya bisa jadi karena Alice terlalu lelah sebelumnya.
Taehyung mengangguk mengerti ia pun juga sebenarnya sedikit khwatir soal kondisi Alice.
"Kalau disini saja boleh?" Tanya taehyung yang diangguki Irene
"Dibawa pergi tak apa tapi dirumah saja jangan pergi kemana-mana" ucap Irene yang dapat anggukan kepala oleh taehyung
"Wae?" Tanya taehyung saat Irene terus menatapnya dengan tatapan aneh sejak tadi
Irene menggeleng, barusan Irene berpikir kalau ia sepertinya sudah kelewatan pada pria Kim ini, sudah beberapa kali ia mengacaukan pekerjaan taehyung juga soal kebohongan nya mengenai Alice melihat taehyung yang tampak begitu tulus padanya membuatnya sedikit merasa bersalah.
"Sayang mau kemana?" Tanya taehyung seperti tak rela saat Irene hendak beranjak dari sofa itu dan menyudahi kemesraan mereka.
"Aku haus" ucap Irene
"Biar aku saja" tolak taehyung
Pria Kim itu berdiri lalu sekalian mengangkat Alice menggendong bocah itu memindahkan ke kamar nya merasa kasian karna mungkin dia tak nyaman tidur di sofa itu.
Saat kembali Irene terlihat sedang memegang ponsel nya membuat taehyung cukup penasaran dengan siapa wanita cantik itu berkirim pesan.
Irene tersenyum manis saat taehyung memberikan gelas berisi air putih itu pada Irene. Irene menaruh ponselnya begitu saja membiarkan layar itu tetap menampilkan pesan chat nya dan meminum air yang taehyung ambilkan untuknya barusan.
Tidak mau lancang atau tidak sopan tapi taehyung tidak bisa tak melirik isi dalam chat itu ia terlalu penasaran dan ingin tau kekasihnya berkirim pesan dengan siapa.
"Siapa dia?" Tanya taehyung reflek saat tau pengirim pesan itu seorang pria
"Ah ini anak teman appa" jawab Irene seadanya sebenarnya ia malas menanggapi Suho sejak dulu ia dan Suho tidak saling menyukai satu sama lain tapi kedua keluarga bersikeras mereka harus bersama. Suho sudah punya kekasih entah kenapa wanita itu kurang di terima di keluarga Suho padhal di mata Irene kekasih Suho itu nyaris sempurna ia tak mengerti kenapa mereka menginginkan nya sebagai menantu disaat ada wanita lain yang lebih baik darinya dan lagi dicintai anak mereka juga.
"Dia mengajakmu berkencan" ucap taehyung sedikit sewot
"Kau mau ikut?" Tanya Irene santai
"Oh aku mau ikut" ucapnya
"Kau marah? Kau terdengar seperti sedang kesal" ucap Irene lalu tersenyum lucu sekali melihat taehyung seperti ini
"Kau wanita yang sudah punya kekasih bagaimana bisa kau menjawab iya saat ada seorang pria mengajak mu berkencan" ucap taehyung tak habis pikir beruntung ia melihat chat itu bagaimana kalau tidak Irene akan berkencan diam-diam di belakang nya
