Sudah dua hari lamanya Akala tidak masuk sekolah karena sakit, saat dua hari itu pula Akala diserang kebosanan yang sangat menganggu hidupnya. sudah beberapa kali dia menonton film yang sama, sudah beberapa kali juga dia membaca sebuah novel dengan ending yang sama. akhirnya sore ini dia sudah di perbolehkan untuk keluar rumah.
Laki-laki itu menuruni anak tangga dengan sedikit tergesa-gesa, penampilan Akala terlihat sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Akala terlihat tampan dengan balutan kemeja berwarna biru ke abu-abuan, rambut laki-laki itu pun terihat lebih berwarna dari yang biasanya hitam pekat. hal itu membuat Bi Irma yang sedang berada di ruang tamu menatap Akala tanpa mengedip, seolah sangat tidak percaya kalau yang sedang menuruni anak tangga adalah Akala yang sedari kecil dia asuh.
"Bi?" panggil Akala yang kini sudah berada tepat di hadapan Bi Irma. Bi Irma yang terkejut sepontan memukul bahu Akala hingga laki-laki itu meringis pelan. "kok saya di pukul?"
"Ya ampun, maaf Mas."
"Tidak apa, lagipula Bibi kenapa melamun?" tanya Akala sambil menyugarkan rambutnya kebelakang, entah mengapa tingkah Akala barusan membuat Bi Irma kembali mematung.
"Astaghfirullah, ganteng nya" ucap Bi Irma tanpa sadar.
Akala tertawa mendengar ucapan Bi Irma, "makasih loh bi, saya memang ganteng pakai banget. Artis yang namanya Lee Dong-hyuck saja kalah sama saya, mah."
Ucapan Akala membuat Bi Irma menunduk malu, "ulah kaya gitu atuh Mas, nggak baik buat kesehatan jantung anak gadis"
Akala mendekatkan wajahnya ke arah Bi irma, lalu dengan sengaja menggigit bibir bawahnya sendiri, hal itu kembali membuat Bi Irma tersipu. kalau saja Bi Irma tidak ingat usia mungkin anak majikannya ini sudah dia culik untuk di bawa ke kantor urusan agama.
"Tapi, Bibi bukan anak gadis, berarti jantung Bibi aman kan?" Ucap Akala dengan nada menggoda, bahkan anak itu kembali berulah dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Mas Kala bisa saja" kata Bi Irma sambil tersenyum malu, kedua pipi wanita itu terlihat memerah, kalau kata anak muda jaman sekarang adalah 'blushing'.
"Sudah bi, saya mau pergi ke rumah Radian dulu, kalau papa dan mama tanya bilang saja hari ini adalah hari ulang tahun Raina."
Bi Irma mengangguk patuh, setelahnya wanita itu tersenyum. "hati-hati bawa motornya, mas"
🌻🌻
"Datang juga lo" ucap Alvero saat melihat Akala berjalan mendekat ke arah keduanya.
Akala tersenyum, "cocok juga kita pakai couple begini, itu rambut lo terang banget warnanya" ucap Akala pada Radian.
"Sengaja biar menonjol"
"Keren" respon Akala sambil mengangkat kedua jempolnya.
Untuk perayaan acara malam ini mereka sepakat mengenakan baju dengan model dan warna yang sama. yang membedakan hanyalah warna celana dan rambut mereka. jika rambut Akala berwarna sedikit kecoklatan, Alvero dengan rambut berwarna hitam pekat dan Radian yang warna rambutnya terlihat lebih ke arah abu-abu.
"Kalian datang jam segini mau bantuin nyusun barang-barang?" tanya Radian saat melihat gelagat aneh dari kedua sahabatnya itu.
"Oh jelas" jawab Alvero dan Akala bersamaan.
"Tapi foto-foto dulu nggak sih?" usul Akala.
Radian dan Alvero hanya mengangguk patuh, mereka tidak tahu saja ini hanya akal bulus Akala. anak itu hanya ingin menumpang berswafoto untuk di posting di instagram pribadi miliknya. lumayan untuk menambah like dan followers.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Akala
FanfictionSederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti penjara yang berwujud elegan...
