Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti penjara yang berwujud elegan...
Deretan cast ini dihadirkan sebagai visualisasi karakter dalam cerita ‘Kisah Akala’. Mereka dipilih untuk membantu pembaca lebih meresapi tiap konflik dan emosi yang dibangun dalam alur. Dan mohon untuk tidak membawa setiap karakter ke dalam dunia nyata. Kisah ini hanya fiksi, untuk menghibur ruang nestapa kalian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia yang selalu berjalan dengan senyum, padahal hatinya tak pernah benar-benar pulang. Dia yang selalu memberi kehangatan pada semua orang, namun dia tidak pernah mendapatkan kehangatan itu. Dipuja karena sempurna, dibenci karena kelahirannya. Akala—anak yang tumbuh dari luka, namun selalu mencoba menjadi cahaya. › Anak dari keluarga terpandang, namun tak pernah dipandang. › Terjebak dalam topeng kebahagiaan. › Menyimpan sunyi, mencari arti diterima.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis yang tumbuh di antara dinding sederhana, tapi hatinya luas seperti langit. Ia tahu rasanya sepi, sebab sepi sudah lama menjadi teman baginya. Heleza—yang mengobati bukan hanya luka, tapi juga jiwa. › Anak panti asuhan, cerdas dan penuh empati. › Penerima beasiswa SMA Garuda. › Memahami kesepian, mencintai dalam diam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia memeluk dua sisi: yang hangat dan yang menusuk. Sahabat yang setia saat dilihat, tapi dingin saat dibelakangi. Radian—tak selalu jahat, tapi takut jadi biasa. › Pintar, tenang, dan manipulatif › Sahabat dalam bentuk teka-teki › Tak suka bayangannya kalah bersinar
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tertawa keras, bersikap ringan, tapi tak pernah benar-benar sederhana. Alvero tahu bagaimana menyembunyikan iri di balik pelukan. Ia sahabat, sekaligus ujian yang tak terlihat. › Sahabat dekat Akala sejak kecil › Ambisius dan haus pengakuan › Tersenyum ramah, menyimpan persaingan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ia berbicara tentang kebanggaan, tapi tak pernah menyebut kasih sayang. Raden—seorang ayah yang kehilangan cara untuk menjadi manusia. › Ayah Akala, keras dan ambisius › Terobsesi dengan reputasi › Tak pernah benar-benar hadir sebagai ayah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Anggun di luar, dingin di dalam. Segalanya teratur baginya, kecuali hati anaknya sendiri. Aiyana—ibu yang lebih percaya pada citra daripada cinta." › Aiyana, sosok perfeksionis › Karier di atas keluarga › Mencintai dalam cara yang menyakitkan.
"Jika perkenalan dan pertemuan ini hanya menjadi jembatan menuju luka, sebaiknya dari awal kita tidak perlu melakukannya"