di pagi hari seorang remaja masih bergelut dengan mimpinya entah apa di mimpikannya itu, sehingga sang ayah dari sosok lionel yaitu arthur membuka kamarnya dengan perlahan agar bayinya tidak terganggu.
kreekkk
arthur berjalan berjalan ke arah lio untuk membangunkan bayi besarnya yang tengah tertidur dengan menghisap pacifernya, arthur hanya bisa menahan kegemasannya melihat hal itu.
"baby wake up" ucap arthur lembut dengan mengusap rambut lio
sang empu hanya menggeliat saja tidak mau membuka matanya.
"baby bangun kita sarapan bareng" ucap arthur kembali membangunkan lio
lio yang merasa terganggu pun terpaksa membuka matanya dan menetralkan cahaya agar bisa melihat. arthur menarik pacifernya lio tetapi lio mengambil kembali pacifer miliknya kedalam mulut.
"iss jangan di ambil" ucap lio mengambil pacifernya kembali
"baiklah baiklah, sekarang baby sarapan terlebih dahulu setelah itu mandi" ucap arthur
"emm d-daddy" ucap lio memanggi arthur dengan ragu
"ya??" ucap arthur menaikan salah satu alisnya
"gendong" ujar lio dengan merentangkan tangannya
tanpa basa basi langsung saja arthur menggendong lionel ala koala dan langsung segera turun menuju keruang makan dengan menggunakan lift.
Ketika sudah sampai di ruang makan keluarga, langsung saja arthur mendudukan lio di samping kakak pertamanya, lio hanya bisa menunduk karena aura yang di keluarkan kakaknya itu.
"Good morning baby" sapa dari raymond
"M-morning emm" sapa balik lio dengan menunduk
"panggil opa baby, dia opa kamu" ucap arthur
nevano yang melihat lio menunduk mengangkat dagu untuk melihat seluruh keluarganya.
"Ketika seseorang berbicara tatap wajahnya baby" ucap nevano dengan tegas
Lio hanya mengangguk sebagai jawabannya, jujur dia sangat gugup berada di ruang makan ini bagaimana tidak dia bersama keluarga wesley keluarga terkaya seluruh dunia, siapa yang tidak tahu keluarga wesley ini.
"Yasudah baby ingin makan apa hemm" tanya sang ibu dengan lembut
"L-lio ingin makan nasi uduk"cicit lio
"Nasi uduk?? Dad makanan apa itu??" Tanya nevano
"Omaga om gak tau nasi uduk?!" Ucap lio dengan wajah terkejut
"Panggil kakak baby bukan om" ucap nevano
"Sudah sudah akhiri pembicaraan ini, mari kita makan dan jangan berbicara lagi" ucap raymond tegas
Pada akhirnya mereka makan dengan tenang dan sunyi, lio memakan dengan lahap sehingga pipinya mengembung membuat alex gemas.
Sarapan sudah selesai dan mereka akan segera melaksanakan kegiatan mereka sehari hari.
"Mom,dad,opa,oma aku pergi berangkat ke kampus" ucap kenzo dengan menggendong tasnya
"Aku sudah selesai, aku berangkat ke kampus" ucap nathan
Lio mendengar itu menatap kedua kakaknya itu yang ingin berangkat ke kampus, seketika lio ingin ikut ke kampus kakaknya itu.
"Em k-kak" ucap lio dengan menunduk
Lio tidak memanggil siapa namanya sontak semua kakaknya menengok ke arah lio.
"Kenapa hem??" Tanya nicholas

KAMU SEDANG MEMBACA
LIONEL
Teen FictionLionel Marquel W. seorang pemuda yang imut, pipi chuby serta merona, bibir mungil pink muda alami dan tinggi badan yang pendek sehingga siapapun yang melihat lionel pasti merasakan gemas. tetapi di balik kegemasan lionel, ia itu sangat nakal suka ba...