arthur menggendong lio dengan bridal style dan menaruh lio kembali ke kasur dengan perlahan supaya lio tidak terganggu. arthur melihat lio menghisap ibu jarinya hal itu membuat arthur gemas tetapi ia tahan.
"jake" panggil arthur
jake yang mendengar tuannya memanggil langsung menghampirinya.
"ya tuan ada yang bisa saya bantu??" tanya jake
"kau belikan pacifier dan botol susu untuk putraku dan belikan yang paling mahal" ucap arthur
"baik tuan" ucap jake segera pergi
arthur tidak ingin kuman kuman yang ada di tangan lio masuk kedalam mulutnya maka dari itu arthur membelikan pacifier dan botol susu untuk lio.
"sleep well baby lio" ucap arthur sambil membenarkan selimut lio
cup
arthur mengecup kening lio dan pergi menuju ruang kerja untuk mengerjakan berkas yang menumpuk itu. ketika baru saja ia membuka laptop ada suara ketukan pintu.
tok tok tok
"masuk" ucap arthur
cklek
"dad"
arthur hanya mengangkat alis mengisyaratkan 'ada apa'.
"dad apakah adikku masih tertidur??" ucap sang anak
"adikmu masih tertidur son" ucap arthur tanpa menatap anaknya
"baiklah kalau begitu" ucap sang anak lalu pergi
arthur hanya menggelengkan kepalanya ia mengira ada yang penting.
-----------
kini evan dan yang lain sedang pusing memikirkan bagaimana caranya membebaskan lio adik mungil kesayang mereka. mereka sedang di club untuk meminum agar mengilangkan stress yang mereka rasakan. evan sudah mabuk berat untuk raka dan yang lain masih sedikit tersadar.
"van cukup lo udah minum banyak" ucap faro menghalangi evan yang ingin meminum alkohol lagi
evan menatap tajam faro tetapi tidak membuat faro takut.
"gw gak akan berhenti sebelum lio berada di tangan gw" ucap evan ngelantur
"ya tapi gak gini van" ucap rava
"kenapa? asal kalian tahu gw cinta kepada lio dan lio milik gw lio permata berharga gw, if anyone dares to touch lio i will finish him" ucap evan tanpa tak sadar
kedua teman evan syok karena mereka tahu ketika seseorang sedang mabuk ia akan selalu berkata jujur dan mereka menatap evan susah di artikan. raka yang sedari tadi diam menatap evan yang susah di artikan.
"VAN!! LO GILA YA!!" ucap rava meninggi
"IYA!! GW UDAH GILA!! GW GILA KARNA DIA" ucap evan menarik kerah baju rava
"SADAR VAN SADAR!!! LO LELAKI" ucap rava meneriaki evan di depan mukannya
"I don't care, I love him and don't let anyone get in my way!!!" ucap evan lalu melepaskan kerah rava dengan kasar.
evan pergi dari meninggalkan club tersebut dengan jalan sempoyongan.
"eh ka ayo tuh evan udah pergi mending lo anterin dia deh soalnya bahaya kalau nyetir mobil kalo keadaan mabuk" ucap faro
raka hanya mengangguk dan pergi meninggalkan dua manusia ini.
"va lo gak papa??" tanya faro
"iya gw gak papa" ucap rava sambil menatap kepergian evan
evan kini membuka pintu mobil tetapi ada tangan yang menghalanginya evan menoleh dengan mata sayup ternyata raka tetapi evan mengira raka adalah lio.
"lio?! lio kakak sudah kembali?!!" ucap evan langsung memeluk raka
"jangan tinggalkan kakak lagi lio" ucap evan
"van sadar ini gw raka bukan lio" ucap raka dingin
dahi raka mengkerut ucapannya tidak di balas oleh evan lalu raka mengecek ternyata evan tertidur di pelukannya langsung saja ia membawa evan kedalam mobil dan memasangkan safety beltnya.
--------
seorang bocah yang tadinya masih terlelap tiba tiba membukakan matanya dan mengusap matanya untuk mengsingkronkan cahaya.
"HAH?!" terkejut lio
"ini gw dimana?" ucap lio bingung
padahal lio kemarin baru saja tertidur di toilet yang megah itu.
"huweeee gw mau keluar" ucap lio
lio turun dari kasur dan membuka pintu untuk keluar dari kamar tersebut. setelah membuka pintu tersebut tidak ada penjaga, lio berjalan mengelilingi mansion untuk mencari jalan keluar ia sangat terpukau dengan interior design mansion ini.
"busett gw di rumah orang kaya, so emejing" ucap lio terpukau
"mending gw keliling ah siapa tau ada pintu keluar lalu gw bebas dari sini" ucap lio memulai mengelilingi mansion
lio setelah mengelilingi mansion ia menemukan ruang yang berwarna biru tua yang bernama games room ia langsung saja membuka pintu itu dan ternyata di dalamnya terdapat beberapa lelaki.
"lio kau sudah bangun" ucap lelaki itu mendekati lio
lio yang tahu pasti pemilik mansion ini langsung saja kabur.
"LIO JANGAN KABUR!!" ucap lelaki itu mengikuti bocah itu
"LIO SEKALI LAGI KAU KABUR KAKIMU KAKAK TEMBAK" teriak lelaki itu menggema
lio tidak mendengarkan ucapan lelaki yang mengaku kakak itu iya menuruni tangga dengan lari dan tiba tiba saja ia terpeleset membuat lio terguling-guling. lelaki itu melihat melebarkan matanya segera menghampiri lio.
"LIOOOOOO" teriak lelaki itu menggema
seluruh keluarga mendengar teriakan itu langsung saja keluar dari kamarnya masing masing dan terkejut melihat lio.
"ASTAGA LIOO" teriak wanita itu
"aduhhhh malah pake bocor segala lagi" ucap lio santai tidak merasa kesakitan sama sekali
"baby are you okay?!! kita kerumah sakit" ucap arthur panik
"eh gak usah kerumah sakit biasa ini" ucap lio santai
"biasa gimana!! kepalamu bocor baby" ucap lelaki itu khawatir
"belum tau aja lio sering tawuran jadi ini biasa aja, punggung lio juga pernah kesabet celurit" ucap lio membanggakan diri
"celurit?? dad apa itu celurit?" tanya anak pertamanya
"dih gak tau celurit?!! celurit itu semacam senjata tajam" ucap lio menjelaskan
mereka mendengar itu melebar matanya, arthur dan lelaki itu rahangnya mengeras
"siapa yang berani melukaimu baby?!!" ucap lelaki itu dengan tangan mengepal sehingga uratnya menonjol
"udah jangan di bahas, lio mau ke kamar mandi dlu mau bersihin darah" ucap lio santai lalu pergi meninggalkan keluarga itu.
TBC
haloo semua maaf kalo aku hiatus tanpa kasih kabarrrrrr aku tuh sibuk bangett sama tugas sekolah huhuhuuu T0T maaf ya sekali lagi dan makasih kalo udah mau nunggu cerita lionel ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
LIONEL
Teen FictionLionel Marquel W. seorang pemuda yang imut, pipi chuby serta merona, bibir mungil pink muda alami dan tinggi badan yang pendek sehingga siapapun yang melihat lionel pasti merasakan gemas. tetapi di balik kegemasan lionel, ia itu sangat nakal suka ba...