5. Find things

5.1K 636 31
                                        


Renjun sudah dengar dari Nyonya Lee perihal pangeran Jaemin yang mengatakan penolakan atas perjodohan ini, jujur Renjun agak sakit hati mendengarnya. Tapi setelah mendengar Nyonya Lee meyakinkan padanya, bahwa itu hanya alasan Jaemin yang tak begitu berkeinginan menikah dalam waktu dekat. Dan mungkin memang karena kan ia dan Jaemin baru sekali bertemu. Pasti Jaemin tak menemukan sebuah ketertarikan pada dirinya. Renjun saja yang aneh karena langsung merasakan jatuh cinta bahkan hanya dengan sekali temu. Tapi tidak aneh juga sih, pangeran Jaemin memiliki wajah yang bisa memikat orang hanya dengan sekali tatap.

"Benar saya tak akan mengganggu waktu pangeran?" Kini Renjun dibawa menuju istana oleh Nyonya Lee. Beliau bilang, Renjun harus lebih sering bertemu Jaemin agar lebih cepat akrab dan dekat juga.

"Renjun, tolong jangan begitu formal padaku ataupun Jaemin. Berbicaralah layaknya dengan ibumu. Dan saat bertemu Jaemin nanti, jangan sekaku itu juga. Ya?" Nyonya Lee sejenak melupakan kedudukannya sebagai bangsawan penuh tata krama, dan mudah tersinggung jika ada orang yang berbicara begitu santai padanya. Untuk Renjun adalah pengecualian.

Mendengar ucapan Nyonya Lee Renjun mengerutkan dahinya. "Maksud anda?"

"Nanti panggil Jaemin saja, tidak usah pangeran Jaemin. Ia calon suamimu."

Renjun menggeleng tak mau. "Itu tak sopan, Nyonya."

"Sesekali kau boleh melanggar aturan tata krama dan kesopanan Renjun. Panggil Jaemin ya?" Nyonya Lee pikir, Jaemin pun akan mudah goyah jika Renjun terus bersikap tak menjaga batasan antara pangeran dan bangsawan. Karena itu akan membuat sifat menyenangkan Renjun banyak dilihat Jaemin.

"Nyonya?" Renjun menganga tak percaya mendengar orang sekelas Nyonya Lee mengatakan padanya untuk melanggar aturan yang ada.

"Sudah, ayo." Nyonya Lee mengabaikan segala protes Renjun, ia segera menarik Renjun menuju area dalam istana.

Saat mereka berpapasan dengan seorang pengawal yang Nyonya Lee tau sebagai pengawal pribadi Jaemin. Orang itu memberi salam pada Nyonya Lee juga Renjun.

"Dimana pangeran Jaemin?"

"Pangeran sedang menemui yang mulia raja." Jawabnya sambil menunduk tanda hormat.

Nyonya Lee mengangguk, memang seringnya pagi hari pangeran akan menemui raja."Apa masih lama?"

"Saya kurang tau, tapi sudah cukup lama pangeran berada disana."

"Ah, iya."

Nyonya Lee kemudian membawa Renjun menuju sayap kanan istana, ia mengajak Renjun ke ruangan tempat para tamu biasanya di jamu.

"Duduklah, lagi pula aku sudah menyuruh seseorang menyampaikan pada Jaemin kalau kita disini." Ujar wanita itu pada Renjun yang kemudian duduk dan menikmati suasana yang ada.

Tak lama kemudian mereka mendengar suara langkah seseorang memasuki ruangan, dan saat menoleh mereka melihat Jaemin yang mematung di ambang pintu.

Ada Huang Renjun!!!

Jaemin tertegun melihat keberadaan Renjun di istana, matanya mengerjap beberapa kali. Ia coba menarik napasnya supaya detak jantungnya tak berulah sekacau sekarang saat melihat pemandangan Renjun yang malah menampilkan senyum persis tempo hari.

"Akhirnya, kau datang juga." Jaemin tersadar saat mendengar suara bibinya, ia ganti menoleh pada wanita itu dan mendapati bibinya itu tengah tersenyum geli.

"Bi.." Jaemin menegur sang bibi, ia benar-benar tak habis pikir akan kelakuan wanita itu, sudah Jaemin bilang ia tak mau perjodohan ini. Tapi kenapa malah membawa Renjun makin dekat dengannya?

Sincerely ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang