4. Reluctant

5.5K 671 63
                                        


Renjun yang tadinya tak memiliki niat mengikuti perjodohan mendadak itu, kini malah merasa begitu ingin melanjutkan semuanya. Walaupun awalnya ia begitu gugup dan merasa tak akan bisa akrab dengan pangeran Jaemin, pada akhirnya ia memiliki ketertarikan lebih jauh untuk mengenal sang pangeran yang baru dikenalnya hari itu. Ya memang ia juga tak merasa sudah akrab juga, tapi setidaknya ia sudah tau kalau pangeran Jaemin tak seketus seperti yang dibicarakan Nyonya Lee.

Mungkin untuk pertama kalinya ia juga merasa kalau pangeran Jaemin begitu ketus padanya, tapi setelah lebih banyak berbicara lagi dengan sang pangeran. Justru pangeran Jaemin begitu baik dalam menimpali setiap obrolannya. Jadi bisa saja nada bicara Jaemin diawal yang seolah sinis itu, memang sifat bawaan untuk orang-orang yang baru dikenalnya.

"Mama, bisa kan sampaikan pada nyonya Lee aku mau melanjutkan perjodohannya?" Tanya Renjun pada sang Mama.

"Katakanlah sendiri, bukankah Nyonya Lee mengatakan akan kemari lagi sehari setelah pertemuan kau dan Jaemin dibuat? Berarti besok ia akan kemari."

Renjun tersenyum senang mendengarnya, ia tak sabar untuk segera mengatakan persetujuannya akan perjodohan dengan pangeran Jaemin yang memiliki wajah tampan itu. Orang yg membuatnya sempat berpikir kerja jantungnya bermasalah. Karena jantungnya tadi terasa begitu berisik saat bertatapan dengan mata mata Jaemin yang menatapnya dalam.

Ini adalah jatuh cinta yang sering ia temukan dalam buku yang ia baca ya?

"Jaemin, maksudmu apa? Renjun juga tak sesuai maumu? Apa yang kurang dari anak itu?" Karena demi Tuhan, Nyonya Lee bahkan sangat amat yakin Renjun memiliki semua tampilan sesuai kesukaan Jaemin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jaemin, maksudmu apa? Renjun juga tak sesuai maumu? Apa yang kurang dari anak itu?" Karena demi Tuhan, Nyonya Lee bahkan sangat amat yakin Renjun memiliki semua tampilan sesuai kesukaan Jaemin.

Nyonya Lee tau betul keponakannya itu memang menyukai semua hal menggemaskan sejak kecil pun, bahkan beberapa bulan lalu juga Jaemin menemukan seekor kelinci di perjalanannya setelah berburu dari hutan. Dan bukannya kelinci itu ikut diburu sebagai hewan yang akan dijadikan santapan, Jaemin justru mengambilnya untuk dipelihara. Ia bahkan rajin mengecek hewan berbulu putih itu, menanyakan dengan teliti pada para pelayan soal perawatan yang diberikan bawahannya itu.

"Tidak ada. Aku tak menemukan sebuah kekurangan dari anak itu." Jawab Jaemin dengan jujur.

"Lantas apa?" Tanya Nyonya Lee dengan gemas, tak mengert jalan pikiran Jaemin. Kalau tak ada kurangnya, lalu kenapa ditolak?!

"Ibu." Panggil Jaemin, terkadang ia memang memanggil bibinya itu dengan sebutan itu. Mengingat ia sudah sedekat itu juga dengan wanita yang menjadi adik dari ayahnya itu.

Mendengar panggilan Jaemin, Nyonya Lee menemukan tatapan Jaemin menyorotnya dengan keseriusan. "Untuk kali pertama, aku memiliki rasa itu."

"Maka ambil perjodohan ini, Jaemin. Kalau tidak mau, bibi akan memberikan Renjun untuk Jeno." Ujar Nyonya Lee mencoba memanasi Jaemin yang barusan sudah mengatakan bahwa ia memiliki perasaan yang sudah ia tebak adalah sebuah cinta. Semoga dengan ia mengatakan akan memberikan Renjun untuk Jeno, Jaemin mau menerima perjodohan itu.

Sincerely ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang