Menantimu

1.4K 53 5
                                    

Para kasim dan dayang bersujud di depan istana utama memohon kesembuhan raja.

Para selir dan ratu tak kuasa menangis melihat itu. Mereka ingin masuk tapi ditahan oleh Moonbyul yang berada di depan istana menunggu mereka.

"Maaf mama ini permintaan wangseja" ucap Moonbyul.

"A apa sangat parah?" Sana bertanya

Moonbyul menundukan kepala takut menjawab.

"Tolong jawab aku" Sana tak kuasa menahan jeritannya.

"Jeonha muntah darah diperjalanan" ucap Moonbyul.

Tak lama Chaeyoung dan Tzuyu keluar dengan baju mereka yang penuh darah membuat Jihyo dan Nayeon histeris diikuti selir lain karen yakin itu darah Jeongyeon.

"Wangseja!" Jihyo menghampiri Tzuyu dan memeriksa seluruh tubuh anaknya.

"Eommonim.... aboji melindungiku hiks ARGGGGG!" Tzuyu berteriak mengingat kondisi raja yang parah.

"Eommonim, a aku sudah berusaha mengendarai kudanya supaya cepat hiks tapi jeonha tetap pingsan hiks" Nayeon memeluk putranya.

Tzuyu melihat kearah Sana dan mendekat.

"Mama..... jeonha berkata maaf tidak bisa datang ke istanamu malam nanti. Dia sudah tau kebenaranya." ucap Tzuyu sesegukan.

Tubuh Sana melemas dan hampir jatuh untung Mina, Momo dan Dahyun didekatnya.

"Sebaiknya kalian menunggu di istana ratu. Semoga tidak terlambat aku haru pamit mengurus Jaehyun" ucap Moonbyul.

"Jaehyun?" tanya Mina.

"Hmmm semua rencana Jaehyun yang mau kudeta" ucap Moonbyul.

Mereka pun ke istana ratu meski berat kaki melangkah.

Para putri dan pangeran dikumpulkan di istana mereka agar tidak mendengar kabar raja sakit.

Skip

Tabib bekerja keras menyembuhkan raja bahkan mentitah untuk mencari keseluruh penjuru negri.

"Cari sampai dapat kalau tidak kalian ku hukum semua!" Pangeran Moonbyul pun memerintah para prajuritnya.

Skip

"Jeonha.... hikssss" Sana menangis melihat kondisi Jeongyeon sangat pucat.

Ia menidurkan dirinya di sebelah Jeongyeon.

"Aku mencintaimu Jeong. Kau harus bangun karena Hyewon dan yang lainnya mencari abojinya." Bisik Sana.

Air mata kembali tumpah. Ia mencium bibir Jeongyeon yang memucat dan memeluk erat Jeongyeon.

Skip

Hampir 8 hari Jeongyeon tak bangun walaupun racun telah keluar dari tubuhnya.

Terima kasih pada putri Solar karena orang suruhannya berhasil mencari obat hingga ke negri sebrang.

Semua hanya menunggu Jeongyeon pulih.

"Pangeran Moonbyul sampaikan rasa terima kasih kami untuk istrimu" ucap Jihyo.

"Ye mama"

"Lalu bagaimana dengan hukuman Jaehyun" tanya Sana

"2 hari lagi diadakan sidang dan putusannya langsung dilaksanakan."

"Arra" jawab Sana lesu.

Ratu dan para selir pergi ke istana utama untuk melihat kondisi Jeongyeon.

Sampai disana, mereka memperhatikan Jeongyeon.

Dahyun mendekat ketelinganya.

"Jeonha akan jadi aboji lagi jadi... hiks..... cepat bangun" Dahyun hamil lagi membuat para saudarinya bahagia namun sedih karena Jeongyeon tidak ada progres.

Tiba-tiba Jeongyeon terbangun dan mekesampingkan tubuhnya karena memuntahkan darah hitam.

"Je jeonha!" Jerit Momo.

Jeongyeon kembali jatuhkan tubuhnya namun ia sudah sadar walaupun lemah.

"Kasim Choi!!! Panggil tabib utama sekarang!" titah Jihyo.

Segera tabib memeriksa Jeongyeon.

"Mama.... kondisi jeonha membaik" ucap tabib.

"Baguslah" Mina bernafas lega diikuti saudarinya yang lain.

"Jeonha jangan banyak bergerak dan dapur istana akan menyiapkan makanan sehat untuk jeonha" ucap tabib utama.

Jeongyeon mengangguk menurut.

"Sa sana...." panggil Jeongyeon lemah.

"Ye jeonha" Jeongyeon tersenyum.

"Aku juga mencintaimu. Aku mendengarnya dalam tidurku" ucap Jeongyeon.

"Aku juga mencintai ratuku, Jihyo. Selirku Nayeon, Momo, Mina, dan Dahyun" lanjut Jeongyeon.

Mereka semua terharu.

"Kim soui"

Dahyun mendekat.

"Ye jeonha"

"Apa kau dan dia sehat?" Jeongyeon mengelus perut Dahyun yang masih datar.

"Hum sehat apalagi abojinya sudah bangun.... hiksss"

"Jangan menangis" ucap Jeongyeon dengan senyum dan mengelus perut Dahyun.
















Asek gx mateee dikit lg end y cape

TBC

Queen & Concubines (21+ 2Yeon JeongMo JeongSa JeongHyo JeongMi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang