"Dunia kita memang berbeda, tapi kita mempunyai cinta yang sama."
-Zora
Author Wi update ulang, selamat menikmati cerita ter plenger yang pernah Author buat, sekaligus hayalan yang bocor ini Bee 🥺🤘
.....SELAMAT MEMBACA.....
Dua tahun telah terlewati, semenjak Zora terbangun dari koma. Entah mengapa, dirinya seperti melupakan suatu hal yang sangat penting.
Kini Zora berada di sebuah cafe. Di temani oleh teman kantornya yaitu Naila. Keduanya tengah asik berbincang-bincang. "Ra, lo di undang di acara pertunangan pak Revan?"
"Iya, lo juga?"
"Iya. Galau banget gue. Gak dateng gak enak sama pak Revan. Kalo dateng nyakitin hati sendiri," ucapnya lirih.
"Yang sabar aja, nanti juga lo dapet yang lebih baik, masih banyak cowok di luar sana."
Naila memeluk lengan Zora. "Memang kadang nasehat dari jomblo lebih bermanfaat," ucap Naila membuat Zora melotot tak terima.
"Gue gak jomblo! Gue udah punya suam..." Ucapan spontan itu membuat dirinya sendiri terdiam.
Naila menatap Zora prihatin. Apa karena temannya ini suka ngayal makannya sering berbicara ngelantur? Ia tahu bahwa temannya ini sangat suka membaca Novel ataupun menonton Drama. "Ra, lo mulai halu lagi, ya? Gue rasa Akhir-akhir ini lo sering ngomong kalo lo udah punya suami. Lo 'kan jomblo, sama kayak gue."
Naila mengernyit ketika melihat Zora melamun wanita itu menepuk pundak Zora. "Hey, Ra?"
Zora mengerjapkan matanya kaget. "Hah? Ya, apa?"
"Lo kenapa sih sering ngelamun?"
"Ah, Gak apa-apa ko." Zora menglak.
•••
Zora meremat rambutnya kencang, ketika ingatan-ingatan yang sangat familiar sedikit demi sedikit mulai berdatangan.
"Awshhh.... s-sakit, kalian s-siapa? kenapa terus muncul di mimpi gue?" Racaunya ketika memori berdatangan bak kaset yang rusak.
Hmmm, Istri kecil. Don't hate me yeah? Kau tidak perlu takut, I love you. Aku tidak akan pernah melukaimu. Jadi, jangan benci Aku.
Merindukanku? Maka, bukankah kau butuh pelukan Istri kecil?
Baby girl, bersenang-senanglah. Bila kau bosan atau lapar, geser saja rak buku itu.
Lihatlah cara makanmu yang seperti babi.
Kau sekarang adalah Istri kami. Jangan berpikir kau adalah jiwa asing, ini duniamu, ini kami suamimu yang mencintaimu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu berbicara seperti itu, tanpa sadar kau menganggap kami orang asing.
Aku mencintaimu, Mas.
Aku juga mencintaimu, Istri kecil.
"A-aku mengingatnya, sungguh mengingatnya..." gumamnya. Sebelum Zora terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Tok
Tok
"Dek, makan dulu," panggil Dirga. Namun, tidak ada sahutan dari dalam sana.
Ceklek
"Dek, ma... DEK!" Ateriak Dirga panik ketika melihat adiknya yang terbaring di lantai. Dirga langsung mengangkat Zora ala Bridal style dan pergi menuju rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT ZORA
FantasySejak kecil, Zora tidak pernah percaya dengan sesuatu yang disebut takdir. Hingga suatu hari, gadis itu mengalami suatu peristiwa yang sangat sulit diterima oleh akal sehatnya. Sejak itu pula, Zora percaya dengan sesuatu yang disebut takdir tersebu...
