Haruto sudah berada di rumah sekarang. Ah tidak lebih tepat nya neraka. Neraka yang menjadi tempat ia untuk beristirahat pada malam hari
Dibawah ada keluarga bahagia yang sedang makan malam, sedangkan di atas ada Haruto yang menahan nyeri diperut nya.
Meski sudah di obati perut nya masih nyeri karena pukulan Jeongwoo terlalu keras. Ntah setan apa yang merasuki Jeongwoo sampai membuat Haruto seperti ini
"WOY HARUTO! KELUAR! MAU MAKAN GA LU!? " Teriak Hyunsuk menggedor pintu kamar Haruto
"I-iya, sebentar"
Lelaki bernama Hyunsuk yang menjadi kaka dari Haruto, menatap Haruto dari ujung rambut sampai ujung kaki
"Ayo makan" Ajak Hyunsuk
"Eh? ayo"
Hyunsuk menggandeng tangan Haruto ke meja makan, menduduki kursinya dan mulai menyantap makanannya yang sempat tertunda
.
Haruto sudah berada di meja makan. Dia makan dengan mehanan nyeri dan iri, ketika Hazel dan Hyunsuk di manja, Haruto tidak dianggap dan di maki maki
"Perut lo gabakal pindah meski lo ga pegang" ucap Hyunsuk, menyantap makanannya
"Haruto?, aku liat tadi dia dipukul sama kak Jeongwoo. Aku kira Haruto udah mati di tangan kak Jeongwoo, ternyata masih bisa pulang ke rumah ini toh" Ujar Hazel seenaknya
Hyunsuk yang tak menyukai kata kata yang keluar dari mulut, lalu memukul kepala Hazel
"Hazel! jaga bicara mu! Haruto lebih tua dari mu." Bentak Hyunsuk kepada Hazel.
"KAKAK KOK BENTAK AKU!? GAK TAU AH! GAK MOOD MAKAN! " Hazel menghentakan kaki menuju kamar nya, entahlah mungkin saja dia menganggap bahwa itu sangat lucu? padahal dia sangat menjijihkan
"Kak Sukkie.. jangan gitu dong, kan adek nya jadi gak mood makan, bujuk sana, kalau ga di bujuk ga bakal keluar loh adek nya"
Hyunsuk tak perduli, ia tetap melanjutkan makanannya. Ia tak ingin jika makannya di tunda karena hal yang tak penting seperti membujuk Hazel yang jelas salah.
"Kak Hyunsuk... " Mohon Jennie sekali lagi
Hyunsuk menggebrak meja, ia menuju kamar Hazel dengan rasa kesal kepada adik kandungnya
Sekarang tersisa Haruto, Mama Jennie, dan papa Mino.
"Aw.." Tiba tiba saja kepala Haruto menjadi pusing, mungkin penyakit nya kambuh
Penyakit yang ia sendiri tak mengetahuinya, Haruto memang selalu merasakaan pusing secara tiba tiba. Meski begitu ia tak pernah memeriksakannya kepada dokter
"Hhh, anak kayak kamu nyusahin banget, kenapa ga mati aja sih? " Ujar Jennie
"Bener kata mama, papa itu capek ngurusin kamu. kalau bunuh itu gak dosa mungkin papa bakal bunuh kamu biar beban papa ilang" Lanjut Mino
"Kenapa kamu gak ikut jalang itu sih? kalau mama nya jalang anak nya pasti bakal ngikut. mama curiga kalau kamu jalang. "
Perkataan itu membuat hati Haruto sakit. Haruto semakin dibuat tidak percaya diri oleh perkataan orang - orang di sekitarnya.
Haruto berjalan ke kamar nya, ia menahan tangisannya agar tak di dengar oleh Jennie dan Mino
Haruto sudah berada dikamar, dia menutup dan tak lupa mengunci pintu kamar nya
Haruto terduduk lemas, dia tidak sanggup menahan nyeri di perut nya. Jika saja Haruto tidak bersender ke dinding mungkin saja dia terbaring sekarang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haruto menangis. Menangis karena perkataan yang di lanturkan untuk dirinya
"H-haru bukan jalang, maaf kalau Haru nyusahin, maaf kalau Haru beban... " Ucap Haruto lirih
"Haruto kangen Mama.. Haruto mau nyusul mama, Haruto capek.. Haruto gak kuat, Haruto mau mati. " Haruto melihat ke arah jendela yang terbuka. Di sana ada balkon yang tinggi.
Saya yakin, dengan apa yang kalian fikirkan. Anda berfikir bahwa Haruto akan mengakhiri hidup nya
Ya. Kalian tidak salah.
Haruto berjalan sempoyongan ke arah balkon. Haruto menaiki pembatas, lalu melihat kebawah, tempat ini sangat tinggi. Bagaimana jika Haruto mengakhiri hidup nya disini?