Socwitt

1K 106 15
                                        

5 bulan sudah pernikahan mereka. Hari hari dilewati bersama, senang, susah, sedih mereka selalu bersama. Hubungan mereka juga semakin dekat.

.

Malam sudah tiba, namun Jeongwoo belum juga datang. Hujan deras membasahi tanah, dan petir yang menyambar, membuat manusia manis ini ketakutan. Terlebih Jeongwoo belum pulang kerja

259 Jeje slebeww calling

Travis sibuk menutupi telinganya agar tidak mendengar suara besar itu. Hingga tak sadar Jeongwoo menelfon sudah lebih dari 4x

Brak!

Suara pintu terbuka lebar, memperlihatkan pria dengan kulit coklat dan rambut yang basah. Pria itu berjalan sedikit berlari, lalu memeluk tubuh kecil manusia di depannya

Travis menenggelamkan kepalanya di dada bidang Jeongwoo, sedikit menangis membuat kemeja putih yang dikenakan Jeongwoo menjadi lebih basah

Jeongwoo menerobos hujan, karena Jeongwoo tidak membawa payung atau jas hujan. Tidak sempat berganti pakaian, yang dipikiran Jeongwoo hanya Travis, Travis, dan Travis

"Jeje kemana ajaa? Vivis takut" Cicitnya

"Maafin Jeje ya Vis, tadi ada rapat eh gak taunya hujan besar kayak gini, maafin Jeje ya? Vivis mau kan maafin Jeje? " Tanya Jeongwoo dan dibalas anggukan oleh Travis

Handphone Jeongwoo berdering, menandakan ada seseorang yang menelfonnya. Jeongwoo mengangkat telfon itu tanpa melihat nama si pemanggil

"Jeoo, Nara takuttkesinii, temenin Nara sampai tidur  ya? "

Jeongwoo menggunakan mode speker, jadi Travis bisa mendengar ucapan dari lawan bicara Jeongwoo

"Kim Nara. Saya dan kamu hanya sebatas sekertaris dan boss, jangan main main dengan saya. Saya bisa memecat kamu kapan saja, bahkan membuat kamu kehilangan semuanya. " Balas Jeongwoo dengan nada yang sedikit dinaikan

"Jeoo, kamu pasti lag-"

Ucapan Nara terpotong. Karena Jeongwoo mematikannya terlebih dahulu
"Jeje diem diem selingkuh ya dari Vivis? ihh, Vivis kurang apa Jejee? " Ujar Travis

Jeongwoo terkekeh, ia memeluk manusia kesayangannya. Mengelus lembut surai hitam dan sedikit warna coklat.

"Enggak Vivis, itu sekertaris Jeje. Namanya Kim Nara, besok Vivis ikut Jeje ke kantor ya? biar gak takut kalau ada petir"

Travis mengangguk dengan antusias, ia memeluk tubuh Jeongwoo yang sedikit hampir kering.

(Yang gak paham, jadi karena Travis memeluk tubuh Jeongwoo kayak spontan, gimana yak? ya kayak bersemangat gituu, jadi tubuh Travis sama Jeongwoo itu jatuh ke lantai, terus Travis nindihin badan Jeongwoo)

.

Pagi telah tiba, pukul 01.15, Travis turun kebawah untuk minum air, karena rasa hausnya menyuruh Travis untuk turun kebawah dan minum

DUG DUG DUG!

Suara pukulan pintu terdengar, untung saja Jeongwoo berada dibawah menemani Travis. Dengan sigap Jeongwoo berdiri dan berjalan membuka pintu

Terlihat wanita dengan pakaian mini, sedang mengusap tubuhnya agar hangat. Bisakah kalian tebak itu siapa?

Yups, itu Nara. Dengan rambut berantakan, pakaian pendek menunjukan paha mulusnya, dan tingkah yang seperti orang mabuk

"Jeoo" Ucapnya lemas. Saking lemasnya dia terjatuh memeluk manusia yang ada di depannya

Travis mendekat. Jeongwoo berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Nara, sialnya Nara tidak mau lepas

"Jeje? dia siapa? "

Krek. Kalian bisa dengar suara itu?

"Hh, ini Kim Nara yang tadi Jeje bilang. Vivis bisa bawa dia keruang tamu? Jeje ngantuk mau tidur" Balas Jeongwoo

Jeongwoo mendorong keras tubuh Nara, untung saja Travis menangkapnya. Travis menggandeng tangan Nara hingga sampai dikamar

Kesadaran Nara seakan kembali. Nara menampar wajah lucu Travis, ia menjambak dan membanting tubuh Travis ke kasur

(Gak tega kalau di lantai 🙏)

"Inget ya. Park Jeongwoo itu milik gw! bukan manusia modelan kayak lu ini. " Ujar Nara dengan nada yang menekan

"Tapi Jeongwoo itu SUAMI saya. Dan manusia modelan kayak kamu gak cocok disamping Jeje, ntar dikira pembantu lagi" Balas Travis dengan suara yang mengejek

Nara menggeleng, ia berlari keluar ntah menuju kemana.

.

Disini Nara berada. Kamar Jeongwoo dan Travis, ia mendekati Jeongwoo yang tertidur mengelus dada Jeongwoo dan memberi kecupan di pipi tegas Jeongwoo

Merasa ada sesuatu yang menganggu Jeongwoo terbangun. Dan ia melihat Nara di depannya, bukan Travis tapi Nara!

"Lo ngapain bangsat!"

Wanita itu berkaca kaca, sepertinya akan menangis. Air mata turun ke pipi penuh bedak wanita itu

"Hiks, Jeoo tadi pria itu jambak sama nampar Naraa ~"

Jeongwoo memutar balik fakta. Nara menangis seakan akan dia yang disiksa, bukan Travis. Apa Jeongwoo percaya? tentu saja tidak, manusia seperti Nara tidak pantas untuk dipercayai

.

Mati. [ JeongHaru ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang