Jodoh.

2.5K 207 10
                                        

" Vis " panggil Jeongwoo menghentikan langkah kaki Travis yang seperti menjauhi Jeongwoo

" Kenapa? " tanya Travis enggan menatap mata Jeongwoo dan melihat motor hitam.

" Lo belum jawab pertanyaan gua, lo mau jadi pacar gua? "

" Aku punya pacar. Makasih" Travis berjalan sedikit berlari menuju kekasih nya yang sepertinya sedang marah

" Kan udah aku bilang sama kamu, jangan deket sama cowo lain Travis! " ujar Junkyu kepada kekasih manis nya ini

" Maaf..." ucap Travis memajukan bibirnya, membuat Junkyu gemas dan tak bisa memarahi kekasih lucu nya

" Ayo pulang "
.

Jeongwoo melihat Travis dan Junkyu yang sangat mestra, membuat Jeongwoo iri. Sangat iri kepada Junkyu

"Harusnya gw yang diposisi itu, bajingan"

That should be me holding your hand
that should be me making you laugh
that should be me its so sad
that should be me
that should be me..

Jeongwoo memakai helm full face nya dan menyusul kedua pasangan itu, memastikan Travis akan aman bersama Junkyu

.

Setelah puas mengikuti mereka dan melihat Travis aman di dekat Junkyu ia kembali kerumahnya.

" Jewoo pulang."

Rose yang melihat anaknya pulang, hanya melirik dan kembali melihat laptop yang berisi tentang perusahaannya.

Bagaimana perasaan Jeongwoo? itu sudah seperti kebiasaan di rumah. Rumah besar dengan foto foto terpajang di dinding dengan bibir tersenyum itu, tidak memastikan bahwa keluarga Park merupakan keluarga yang bahagia bukan?

Rose merupakan single mommy, karena suaminya lebih memilih wanita lain. Meski begitu, Rose tetap merawat Jeongwoo dan menyanyangi Jeongwoo, setelah perusahaannya

"Jewoo. Kesini" panggil Rose dengan nada yang lembut

Langkah Jeongwoo terhenti, ia membalikan badan, lalu melangkah ke arah sang ibu

"Jeongwoo, apa kamu sudah mempunyai kekasih?" tanya Rose

"Mengapa? tiba tiba sekali mama menanyai Jeongwoo seperti itu, apa mama ingin segera mempunyai cucu? ma, Jeongwoo masih SMA. Tunggu lah sebentar lagi" ujar Jeongwoo

"Begini,  kamu kan belum mempunyai kekasih, mama berniat untuk menjodohkan mu Jewoo. Terlebih kekasih mu yang dulu juga sudah tiada, jadi mama membuka peluang untukmu mencari kekasih..." jelas Rose pada anaknya

"Mengapa? apa perusahaan mama bangkrut sehingga Jewoo harus menikah dengan anak perusahaan lain untuk membantu perusahaan mama? ma, Jewoo mempunyai sejumlah uang untuk membantu perusahaan mama."

"Hahahaaaa, apa kamu berfikir seperti itu sayang? bagaimana kau tau mama akan menjodohkan mu dengan anak perusahaan lain?"

"Jewoo hanya menebak saja.." ucap Jeongwoo yang malu mendengar suara tawa dari mamanya

"Sudah sudah, Jewoo segera ganti baju. Kita akan segera pergi ke rumah calon mu" ujar Rose menghentikan pembicaraan mereka

Mendengar itu, Jeongwoo segera berjalan ke arah kamarnya yang tak jauh dari ruang keluarga.

Mati. [ JeongHaru ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang