Ukhty Kutub

58 9 1
                                        

PROLOG

"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar."
— (QS. At-Talaq: 2)

«««____«««

Malam di Karangasem tak pernah benar-benar gelap, tapi juga tak pernah benar-benar terang.
Lampu-lampu jalanan redup, diselingi aroma garam laut dan wangi dupa dari rumah tetangga yang baru saja selesai upacara keagamaan. Zahra duduk di sudut musholla kecil di belakang rumahnya. Selembar sajadah terhampar, mushaf usang terbuka di pangkuan.
Matanya menatap kosong pada lembaran ayat-ayat yang sebenarnya sudah ia hafal sejak lama.

"Ya Allah..."
Suara itu lirih, nyaris tenggelam dalam gumaman malam.
"Jika aku memang ditakdirkan untuk terus diam, maka kuatkan aku dalam kesendirian ini."

Angin pantai masuk melalui celah jendela kayu, membawa dingin yang menusuk. Tapi Zahra tidak menggigil. Ia sudah terbiasa dengan dingin—di luar maupun di hatinya.
Orang-orang memanggilnya sombong. Keluarganya menyebutnya pembawa aib. Bahkan dirinya sendiri, terkadang enggan mengenali siapa yang ia lihat di cermin.

Tak jauh dari sana, di lantai dua vila modern berarsitektur tropis, seorang pemuda berdiri sambil memandang lautan gelap dari balik kaca besar. Rayyan Arshaq Luqman, dengan setelan santai dan headphone tergantung di lehernya, menatap malam yang hening—malam yang biasanya ia isi dengan pesta dan tawa.

Tapi malam ini berbeda.
Ia mendengar kembali satu kalimat yang entah kenapa masih terngiang di kepalanya.

"Kalau kau tidak takut pada Allah, paling tidak takutlah pada diri sendiri yang akan menyesal di akhirat nanti."

Kalimat itu tak ia baca di buku, bukan dari guru, bukan dari ceramah. Tapi dari seorang gadis asing, yang tatapannya lebih dingin dari ombak laut Bali di malam hari.

Rayyan tidak tahu siapa dia. Tapi kalimat itu menusuk. Mengganggu.
Seolah ada sesuatu dalam dirinya yang belum selesai.
Dan tanpa ia sadari, malam-malam seperti ini akan terus datang—menyapanya dengan rasa bersalah, dan memaksanya untuk memilih: tetap tenggelam, atau mulai berenang ke arah cahaya.


Bersambung...

.

.

.

Jiwa penasaran meronta-ronta bukan?
Yuk baca kisah lengkapnya disini🙌


Mohon saran yang membangun dan juga votenya

*Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama*

UKHTY KUTUBTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang