Sarah membuka matanya perlahan, mengernyit ketika merasa bahwa ia berada di tempat yang asing sekarang. Detik selanjutnya perempuan itu menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringai tipis. Boleh ia ingatkan? semalam ia menghabiskan waktunya bersama Aaron dengan kegiatan panas.
Tatapannya kini berpindah menatap wajah tampan Aaron yang masih tertidur telungkup dengan wajah menoleh ke arahnya, juga tangan kiri lelaki itu yang memeluk tubuh polos berbalut selimut Sarah erat.
Tangannya terulur menyentuh hidung mancung Aaron, kemudian bergerak naik mengusap alis tebalnya, lalu terakhir merapihkan helaian rambut lelaki itu. Bibirnya membentuk senyum nakal ketika menatap bibir kemerahan Aaron, mengingat bahwa semalam bibir itu yang mencumbunya habis dan memberikannya gelombang kenikmatan. Indah sekali.
"Kenapa?" tanya Aaron dengan suara seraknya, laki-laki itu menatap Sarah dengan alis bertaut bingung. Padahal Sarah juga bingung dengan pertanyaan Aaron barusan, kenapa apanya?
Sarah memilih tersenyum tipis ke arah Aaron. "Yesterday I was drunk, and I said that I love you." ucap Sarah mengusap rahang tegas Aaron lembut, dan laki-laki itu masih menatap Sarah tanpa ekspresi. Menunggu kelanjutan dari ucapan perempuan dihadapannya.
"And now, I'm fucking sober, and I still love you." lanjutnya mendaratkan kecupan singkat di bahu terbuka Aaron, kemudian menjilat bawah bibirnya dengan tatapan nakalnya yang tidak terlepas dari netra tajam Aaron.
"Sarah—"
Drrtt.. drrttt..
Pandangan Aaron dan Sarah beradu beberapa detik, sebelum tangan panjang Aaron bergerak mengambil benda persegi panjang yang letaknya tak jauh darinya.
"Who is Darren?" tanya Aaron menatap layar ponsel Sarah dan wajah pemiliknya bergantian.
"Aaron, gue—"
"Darren— with emoticon love." potong Aaron membuat Sarah ingin mengubur dirinya sendiri saat ini juga. Ia merasa seperti seorang kekasih yang baru saja ketahaun selingkuh!
"Kamu mendadak bisu?" sarkas Aaron yang langsung mendapatkan tatapan tajam tak terima dari Sarah.
"My boyfriend." jawab perempuan itu lugas sebelum merebut ponselnya dari genggaman Aaron, kemudian melangkah memasuki bilik kamar mandi sambil mengangkat panggilan telpon dari Darren. Mengabaikan bagian bawahnya yang masih terasa sakit, mengabaikan tubuh polosnya yang terpampang jelas, juga mengabaikan tatapan tajam Aaron yang terasa membakar punggungnya.
Aaron menggeram rendah di tempatnya, tangan lelaki itu bergerak meraih ponsel miliknya. Mengirimkan pesan berisi perintah untuk Dorian.
Aaron Jefferson :
Kirim semua informasi tentang Darren
dalam 15 menit, Dorian.
Kenapa? karena Sarah adalah miliknya sejak semalam. Di menit yang sama ketika Sarah menolak perintah Aaron untuk menghentikan dirinya, Sarah adalah miliknya. Dan itu adalah sebuah keputusan mutlak meski perempuan itu memiliki kekasih sekalipun.
"Kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Sarah menatap balik Aaron yang terus menatapnya. Tubuh perempuan itu sudah tertutup sebuah bathrobe putih sekarang. Juga dengan wajahnya yang terlihat lebih segar dan rambutnya yang gulung ke atas dengan sebuah handuk.
"Kamu gak berhak bertanya apapun ke saya, Sarah." jawab Aaron tanpa ekspresi.
Sejenak Sarah diam, mencerna baik-baik maksud dari ucapan arogan Aaron barusan. Sebelum akhirnya ia mengulas sebuah senyum tipis sambil melangkah mendekati Aaron.
"You were so hot last night, Aaron." bisik Sarah mengusap rahang tegas Aaron lembut, menatap kedua manik tajam Aaron bergantian dengan tatapan sensualnya.
"Kamu mau nantangin saya lagi?" tanya Aaron tersenyum miring membuat Sarah tersentak di tempatnya.
Bahkan ia tidak bisa berkata-kata ketika Aaron membalik posisi mereka. Jadi kini, tubuh Sarah kembali berada di bawah kuasa tubuh besar Aaron seperti semalam.
"Aaron.." cicit Sarah menahan dada bidang Aaron yang mendekat ke arah tubuhnya.
"Hm?" respon Aaron menatap kedua mata Sarah intens.
"Itu— masih sakit." bisik Sarah dengan wajahnya yang memerah malu.
Aaron diam beberapa detik, sebelum menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher Sarah. Rasanya ia ingin menjadi egois dan menghabisi Sarah di atas ranjang pagi ini, tapi Aaron juga tidak ingin menyakiti Sarah dan membuat perempuan itu merasa bahwa dirinya hanya di manfaatkan untuk kepuasan seksual.
"Kamu mau makan apa?" tanya Aaron yang kini sudah beranjak dari atas tubuh Sarah.
"Mau makan lo." jawab Sarah mengedipkan matanya genit. Sedangkan Aaron langsung memutar bola matanya malas, lelaki itu mengetikkan sesuatu di ponselnya sebelum melangkah memasuki bilik kamar mandi.
"Saya sudah suruh orang beli pakaian untuk kamu."
"Aaron," panggil Sarah membuat langkah Aaron terhenti dan menoleh ke arahnya.
"Gue mau mandi lagi tapi bareng sama lo, boleh?"
"Ck."
Sarah terkekeh pelan melihat respon Aaron barusan. Merasa bosan menunggu Aaron mandi, Sarah memutuskan melangkah mendekati sebuah lemari kaca dengan puluhan atau mungkin ratusan botol kaca.
Tangannya terulur mengambil satu botol parfume secara asal kemudian menyemprotkannya pada letak nadinya sebelum menciumnya. Sudut bibir Sarah tertarik membentuk senyum miring, selera Aaron memang tidak pernah salah dan tentu saja parfume seharga puluhan juta itu tidak juga mengecewakan indra penciumannya.
Aaron yang senang mengoleksin parfume mahal, adalah hal baru yang kini diketahui oleh Sarah.
"What are you doing there?" tanya Aaron menatap Sarah yang membelakanginya.
Perempuan itu menoleh kemudian memperlihatkan botol parfume ditangannya. "This one smell so good." ucapnya pada Aaron yang melangkah mendekatinya.
"Gue gak tau lo ternyata suka koleksi parfume mahal." ucap Sarah lagi sambil membalik tubuhnya dan meletakkan parfume ditangannya kembali ditempatnya.
Aaron menaikkan alisnya. "What do you know about me then?" balas cowok itu tanpa ekspresi.
Tapi Sarah justru merasa dan berpikir bahwa Aaron saat ini tengah menguji sekaligus menantang dirinya.
"You're dangerous."
- - -
Boleh tolong bantu vote soal kelanjutan cerita ini? caranya tinggal comment sebanyak-banyaknya sesuai section di pilihan yang kalian mau. Okay?
Another oneshoot "Dangerous" on hottest
or
Dangerous full story
Dan apapun hasilnya akan aku publish sebelum Addictive selesai di revisi, jadi Addictive akan update lebih lama.
See you!💗
KAMU SEDANG MEMBACA
HOTTEST [oneshoot]
Romance17+ Warning : mature content | DILARANG KERAS MELAKUKAN PLAGIARISME‼️ [ Cerita diprivate, silahkan follow untuk membaca semua chapter ] HOTTEST don't need any description. Cause I know you know what Hottest mean, right? ONESHOOT STORIES ONLY🔞 noted...
![HOTTEST [oneshoot]](https://img.wattpad.com/cover/236004854-64-k258251.jpg)