Daddy's Bad Girl

452K 6.7K 192
                                        

— Shienna Ameekha —

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

— Shienna Ameekha —

Shienna mengernyit ketika memasuki club, melihat bagaimana suasana tempat yang disukai oleh teman-temannya itu dengan pandangan tidak terbaca.

Ternyata begini isi club? menjijikkan. Itu menurut Shienna yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di club terkenal dikotanya ini. Tempatnya sangat remang-remang, suara musik yang menusuk telinga, kepulan asap dimana-dimana, dan juga pemandangan mesum yang bisa ia lihat disetiap sudut ruangan ini.

Shienna tidak suka club. Ia berjanji hari ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya Shienna termakan bujukan Laura dan Rosaline yang mengatakan club itu sangat seru dan menyenangkan. Lagi pula Daddynya pasti akan mengamuk jika tau Shienna kemari.

"Laura! Let's go gome. Aku tidak suka berada disini." ucap Shienna menyentuh tangan Laura yang baru saja memesan minuman pada bartender.

Perempuan dengan dress merah menyala ketat itu menatapnya kemudian mencebikkan bibirnya kesal. "Kita bahkan baru tiba, Shienna!" protesnya membuat Shienna menghela nafas panjang.

"Bagaimana jika Daddy—"

"Daddymu tidak akan marah. Karena dia tidak tau." potong Rosaline yang baru saja menyalakan rokoknya lalu menghembuskannya ke arah Shienna.

Uhuk!

Uhuk!

"Jangan membuatnya sesak nafas, Rose!" ucap Laura menatap temannya itu tajam, sedangkan Rosaline yang hanya menyengir jahil.

"Untuk gadis pencuri perhatian malam ini." ucap sang bertender memberikan sebuah sloki berisi cairan bening ke arah Shienna.

Gadis itu menerimanya sambil tersenyum kikuk, bingung harus merespon bagaimana. "Te— terimakasih." ucapnya dengan nada ragu yang terdengar jelas.

Laura terkekeh kemudian meneguk habis minumannya. "Cobalah, Shienna. Kau pasti suka." ucapnya mengambil alih sloki ditangan Shienna lalu mendekatkannya pada bibir merah gadis itu.

"Laura, aku tidak terbiasa minum alkohol." tolak Shienna menjauhkan bibirnya dari jangkauan Laura.

Laura berdecak malas mendengarnya. "Maka kau harus membiasakan diri." ucap Rosaline menatap Shienna menggoda.

"Minumlah, Shienna. Setidaknya kau tau bagaimana rasanya." paksa Laura semakin mendekatkan gelas sloki itu pada bibir Shienna.

"Apa setelah ini kita bisa pulang?"

Laura saling menatap bersama Rosaline lalu mengangguk kompak. "Tentu saja."

"Baiklah, hanya satu ka—"

"Nona Shienna? tuan sudah menunggu anda didepan."

Shienna tersentak kemudian dengan cepat mendorong tangan Laura menjauh dari bibirnya. Menatap salah satu penjaganya dimansion dengan tatapan terkejut. Keberadaan pria berkepala plontos ini bukan hal baik.

"Aku akan kembali bersama teman-temanku." ucap Shienna berusaha menghilangkan rasa takutnya. Sedangkan kedua temannya itu memilih bungkam disaat seperti ini.

Pria berpakaian penjaga formal itu, Troy, menggeleng pelan tidak setuju. "Tuan tidak akan setuju, Nona. Ayo kembali ke mobil."

Shienna menghela nafas pelan kemudian menatap kedua temannya bergantian. "Aku harus kembali lebih dulu, Daddy sudah menunggu." pamitnya dengan suara yang hampir tidak terdengar karena suara DJ yang memekak telinga.

"Tidak masalah, Shienna. Semoga Daddymu tidak marah." ucap Rosaline yang diabaikan begitu saja oleh Shienna.

Daddynya pasti marah. Shienna berani bertaruh akan hal itu.

Shienna masih diam mengikuti langkah Troy yang berjalan cepat menuju parkiran. Debaran jantungnya semakin menggila melihat sosok Darren yang bersandar dimobil mewahnya dengan kedua tangannya yang bersembunyi dikantong celana kantornya.

"Daddy?" panggil Shienna dengan suara pelan.

Darren menoleh kemudian tersenyum miring, "Kau bisa kembali menggunakan mobil lain, Troy. Aku yang akan mengantar anak nakal ini pulang." perintah Darren yang langsung dituruti oleh orangnya itu.

"Masuk." ucap Darren menatap Shienna tajam.

Gadis itu tidak berani berkutik bahkan menjawab ucapan Daddynya. Darren bahkan tidak membukakan pintu untuk Shienna seperti biasanya.

"Daddy—"

"Bagaimana club? kau menyukainya?" potong Darren membuat Shienna mengatupkan bibirnya rapat. Tidak berani menatap apa lagi menjawab pertanyaan sarkasme yang diberikan Darren padanya.

"Kenapa diam? menjadi bisu karena minum alkohol?"

Shienna membulatkan matanya terkejut. "Shienna tidak minum alkohol!" bantahnya cepat.

"Lalu apa yang kau lakukan disana? memesan es krim?" sindir Darren lagi-lagi membuat Shienna terdiam tanpa berani menjawab.

"Kau mengatakan akan menginap dirumah temanmu, Shienna. Apa rumahnya berada di club?"

Shienna menatap Darren dengan mata bulatnya yang mulai berkaca-kaca. Merasa malu karena sindiran pria itu soal rumah Laura.

"Tapi Shienna memang berniat menginap dirumah Laura, Daddy." cicitnya dengan suara yang nyaris tidak terdengar.

"Kau berbohong, Shienna." ucap Darren telak tanpa mau mendengarnya penjelasan Shienna.

"Berbohong padaku."

"Berani menggunakan pakaian terbuka."

"Dan berani pergi ke club. Kau sangat nakal, Shienna." ujar Darren tajam membuat Shienna menatapnya sambil menggeleng pelan.

"Daddy, Shienna tidak—"

"Take off your panties, princess."

- - -

suka gak sama part ini?🥺
first timer banget nih hahah

[ide oneshoot selanjutnya bisa comment disini💌]

see you!💗

HOTTEST [oneshoot]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang