Part 2 (End)
Sudah 2 hari aku obname di rumah sakit. Hingga akhirnya aku di perbolehkan dokter untuk pulang malam ini. Namun masih tetap dalam pantauan dokter dan obat-obat yang di berikan harus segera di habiskan.
"Kamu ganti pakaian dulu nal" ucap ve memberikan pakaian padaku
"Iya" aku pun kemudian turun dari tempat tidur sambil di bantu oleh ve
"Oiya ve, hari ini aku tak melihat dhike, kemana dia?" tanya ku
"Aku juga ngk tau nal" jawab ve
"Tapi aku baru ngeh, sejak kapan kamu bisa akrab dengan dhike?" tanya ku heran
"Ouh itu, semua terjadi hari itu nal" ucapnya menghadap lurus jendela ruangan perawatan ini
"Kenapa?" tanya ku mendekati nya
"Sebelum kamu di bawa ke rumah sakit hari itu, pagi nya aku bertemu dengan dhike di sebuah cafe yang tak jauh dari danau"
"Ketemuan?" tanya ku heran
"Iya :)" jawab nya tersenyum mengarah kepadaku.
Aku hanya mengkerutkan dahi ku. Heran sekali. Bagaimana bisa dhike bertemu dengan ve? Aku sama sekali belum pernah mengenalkan ve ke dhike.
"Kamu merasa aneh yah nal?" tanya nya
"Eee... Gimana yah? Masalah nya aku belum pernah kenalin kamu sama dhike :/"
"Haha aku juga bingung nal ketika dhike nelfon aku dan bilang ingin ketemuan"
"Dari mana dia bisa tau no hp kamu?"
"Ngk tau nal, dia cuma bilang seseorang. Aku kira itu kamu" ucapnya menatap ku heran
"Aku ngk pernah ngasih nope kamu ke dia :/" jawab ku bingung. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya ku menatap nya tajam
"Kamu kok kamu lihat nya gitu banget nal?" tanya nya menaikkan satu alis sebelah kiri nya. "Hmm... Dhike cerita semua yang terjadi malam itu nal, awal nya gk percaya tapi lama2 aku mengerti. Makanya aku bisa maafin kamu :)" lanjutnya menjelaskan semua yang terjadi ketika pertemuan singkat nya dengan dhike.
Aku tertegun dengan ucapan nya. Dhike? Aku tak menyangka ia benar-benar melakukan semua nya. Demi aku. Dia rela ke jakarta. Bertemu ve yang jelas-jelas tak menyukai nya semenjak kejadian itu. Dhike bohong padaku, ia bilang ke jakarta hanya ada urusan penting. Tapi apa? Dia datang hanya karena ingin memperbaiki hubungan ku dengan ve. Key, kenapa kamu mesti bohong padaku.
"Nal??" sahut ve
"Iya" jawab ku tersadar dari lamunan
"Kamu kenapa?" tanya nya sambil menyentuh pundakku
"Ng... Ngk papa kok :)" jawabku
"Ya udh kamu ganti baju dulu :)" ucapnya mengelus pipi ku
"Iya ve :)" jawabku kembali membalas mengelus pipi tembem nya.
Akupun telah selesai mengganti baju. Menunggu administrasi hingga aku di perbolehkan untuk pulang. Ketika lagi menunggu di ruang perawatan tiba-tiba saja seorang suster masuk ke ruangan, ia memberikan sebuah kertas padaku.
"Mba ini ada titipan buat mba" ucap suster itu sambil memberikan sebuah kertas
"Dari siapa mba?" tanya ku heran
"Saya juga tidak tau mba, orang itu hanya menyuruh saya memberikan surat ini kepada mba" jelas suster itu
Aku hanya mengkerutkan dahi. Heran. Dari siapa surat ini? Aku pun membuka surat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not Just A Friend
Fanfic[ COMPLETED ] GxG Kehidupan kinal kian indah ketika memiliki sahabat seperti ve. hari-hari nya kian berwarna. ve begitu perhatian kepadanya hingga perasaan aneh muncul di kehidupan nya. menginginkan ve seutuh nya. akan kah kinal bisa mendapatkan ve...
