vote!!
di ruang kerjanya, adel tengah membereskan data - data penting miliknya.
adel tampak meregangkan otot tangannya karena lelah menangani pasien seharian.
"akhirnya slesai juga kerjaan saya hari ini, jadi ga sabar mau pulang" monolognya
"kira - kira ashel masak apa ya di rumah" sambungnya tersenyum
adel melepas jas putihnya, lalu melipatny dengan rapih untuk di bawa pulang kemudian di cuci.
saat sedang melakukan aktivitasnya tiba - tiba seseorang masuk begitu saja keruangannya.
seorang pria dewasa mengenakan setelan hitam dengan rokok di mulutnya, pria berusia kisaran 50 tahun itu menatap adel sangat tajam dari balik kacamata hitam yang dia kenakan.
"maaf sepertinya anda belum mengatur janji bertemu dengan saya. saya tidak bisa melayani konsultasi apapun kalo itu di luar jadwal saya" ucap adel
pria itu melepas kacamata hitamnya.
"rava adelio hapsari... kamu pura - pura lupa sama saya?"
adel melirik pria itu dengan tatapan sangat dingin dan datar
"oh anda, ada yang bisa saya bantu?" ucap adel
"saya dengar kamu sudah menikah? jadi itu alasan kamy meninggalkan putri saya?" tanya pria itu
"oh jadi bapak kesini hanya untuk bertanya perihal itu? saya memang sudah menikah dengan perempuan pilihan orang tua saya" jelas adel
"kamu menikahi seorang bocah payah? haishhh kamu membuang muthe putri saya untuk gadis payah itu?" ucap pria itu
adel langsung merubah pandangannya ketika mendengar istrinya di hina.
"bapak Gito Lakeswara yang terhormat, anda tidak tahu apapun perihal siapa yang saya nikahi. sebaiknya anda tutup mulut anda!" tegas adel
"cih.. kamu marah saat istrimu yang payah itu di remehkan? bukannya ia pantas mendapatkannya? lagi pula dia tak sehebat muthe" ucap gito
"KELUAR, SAYA BILANG KELUAR YA KELUAR!" bentak adel sambil menggebrak meja kerja miliknya
namun pria itu enggan keluar dari ruangan adel, hingga akhirnya dengan emosi yang menggebu - gebu adel menarik kerah baju pria itu dan menyeretnya keluar.
"urusan saya dengan putri anda sudah selesai. saya ga berhutang apapun sama dia, jadi tolong bapak ga perlu lagi ikut campur urusan pribadi saya" tegas adel
"bodoh sekali kamu rava, ternyata kamu sama aja seperti ayahmu" ucap gito
adel pun semakin emosi mendengar ucapan gito, tak segan - segan adel memukul wajah pria itu hingga rokok di mulutnya jatuh.
"yang bodoh itu anda pak tua, anda memang buta. seluruh dinding rumah sakit sudah terpampang jelas tulisan 'DI LARANG MEROKOK' tapi anda masih saja menghisap tembakau itu disini" ucap adel
"sekali lagi saya dengan anda menghina orangtua atau istri saya, saya ga segan - segan merobek mulu anda dengan pisau bedah" sambungnya
"arogan sekali sikapmu rava" ucap gito
"sikap saya tergantung dengan siapa saya berhadapan" pungkas adel kemudian masuk ke ruangannya
segini dulu guys, lagi ngurus event di sekolah
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is A Doctor
Teen Fictionsiap gak siap kamu harus menikah sama saya. -A gak gue gak mau. -A
