Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
cr: pinterest
sedan hitam yang berisi keluarga Khaulah itu berhenti di sebuah komplek perumahan sederhana, rupanya rumah itu di berikan secara cuma cuma oleh seseorang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
cr: pinterest
mreka masuk ke rumah itu, namun tiba tiba ashel di kejutkan oleh seorang pria berjas putih yang tengah duduk di sofa
"kalian sudah datang? dengan calon istri saya juga ternyata" ucap pria itu
ashel terheran melihat pria itu, tapi berbeda dengan anggota kluarganya.
"kalian belum memberitahunya? kalo begitu.. halo ashel? saya calon suami kamu" ucap pria itu
"apa?! calon suami? engga mungkin, lo pasti bercanda kan! mom, pi sekrang jelasin sama aku ini maksudnya apa? kenapa cuma kalian yang kenal sama cowo aneh ini" tanya ashel
anin hanya menatap sendu putrinya
"itu calon suami kamu ashel, dia yang ngasih rumah ini dan dia juga yang ngebantu pengobatan papi kamu" jawab anin
ashel tercengang mendengar penjelasan mommy nya
"ohh kasarnya berarti kalian nyerahin aku buat cowo ini?!" ucap ashel
"ma-maafin papi ashel." balas aran dengan terbata bata
"harusnya aku pergi skrang, harusnya aku pake keegoisan aku buat lari dari kenyataan pahit yang sengaja kalian ciptakan." ucap ashel dengan suara sedikit bergetar
"tapi kalo aku lakuin itu, gimana nasib papi? gimana nasib mommy sama kakak? jadi kalian maksa aku buat nelen semua ini sendirian? gitu maksudnya?." sambungnya
chiko pun memeluk ashel dari belakang ketika dia tahu adiknya menangis
"maafin kaka dek, maafin kakak! harusnya kakak yang berkorban untuk keluarga ini, bukan kamu." ucap chiko