"Jangan terlalu senang dengan harapan. Karena semesta selalu mempermainkan."
- Valley - ____________________________________
o0o
Seorang gadis yang belum berbicara sepatah katapun sudah membuat seisi kelas menjadi riuh siapa lagi kalau bukan Valley.
"Syuuuutttttt!!!!!" Guru wanita itu langsung mengintruksikan kepada semua siswa-siswi yang berada dikelas itu diam.
" Baik semuanya maaf jika saya mengganggu waktu belajar kalian. Saya permisi," pamit guru laki-laki bernama Gunawan pada murid dan guru yang mengajar di kelas itu.
" Baik terima kasih."
" Iya pak!!!!" Sahut mereka serempak.
Sedangkan Valley gadis itu hanya diam layaknya pajangan. Bu Ayu yang tersadar langsung menyuruh Valley mendekat tepatnya berdiri didepan papan tulis.
" Kamu, tolong perkenalan diri," Ucap Bu Ayu , Valley pun mengangguk sebagai jawaban iya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( Seragam Valley )
" Nama Valley Giselda," ucapnya datar.
" Sudah Bu," Valley menatap guru yang juga menatapnya dengan wajah tidak percaya, perkenalan yang sangat singkat batinnya.
" Anjir dingin."
" Perkenalan yang mainstream."
" Singkat, padat dan jelas ini mah."
" Gila suaranya aja cakep."
" Cakep gue dimana -mana kali."
" Teruntuk kanjeng ratu, tingkat pd nya dikurangin ya."
" Bacot lo."
" Valley jadi pacar gue mau nggak."
" Mana mau dia sama lo. Kan burik."
Bisikan demi bisikan terdengar dari mulut siswa/siswi dikelas, namun tidak dihiraukan oleh gadis bernama Valley , tidak penting pikirnya.
"Segitu saja perkenalan diri dari teman kita Valley Giselda. Kamu bisa duduk dikursi kosong di sebelahnya Jihan."
"Kamu bisa duduk di kursi yang kosong disana," tunjuk Bu Ayu
Valley baru saja duduk tapi terkejut karena gadis disebelahnya tiba-tiba mengulurkan tangan sambil tersenyum.