Niall,Louis,Zayn dan Liam sedang berada di ruang tengah,mereka sedang membicarakan gosip yang menerpa Harry belakangan ini.
"Jadi benar Harry dan Nadine berpacaran?" kata Liam angkat bicara.
"Aku sih gak tau pasti,tapi kayaknya sih iya" ujar Zayn.
"Jangan sok tau,Zayn. Harry saja belum mengkonfirmasi apa-apa pada kita" ucap Niall.
"Iya sih,tapi siapa tau aja mereka memang benar berpacaran" imbuh Zayn.
"Lebih baik kita tunggu aja klarifikasi dari orangnya langsung" ucap Liam memberi masukan.
"Bagaimana kalau kita telpon Harry sekarang dan menyuruhnya pulang?" usul Louis yang kemudian disetujui oleh yang lainnya.
"Cepat telpon" perintah Louis.
"Lah,ku pukir kamu yang mau nelpon" ucap Niall.
"Duh,LA itu jauh,dan pasti biaya pulsanya akan mahal karena itu interlokal" jelas Louis yang dengan kata lain tidak mau meminjamkan ponselnya karena takut pulsanya habis.
"Dasar pelit" cibir Niall. "Ini pakai ponselku saja" Liam pun menyodorkan iphone miliknya yang kemudian di rampas Niall.
Calling Harold Styles...
"Hallo.."
"Wey keriting! cepetan sekarang pulang ke London! gak pake lama,gak pake ngebantah!" cerocos Niall.
"A..."
"Gak usah a u a u deh,udah cepet hari ini juga kamu pulang ke London dan jelasin tentang gosip-gosip itu sebelum rambutmu aku lurusin seperti Jessie J!"
tutt..tuuut..tuutt..
Tanpa menunggu ucapan dari Harry,Niall pun terlebih dulu memutuskan sambungan telpon.
PLAK..
"Aw! sakit tau!" teriak Niall mengelus-ngelus belakang kepalanya yang di teplak Liam.
"Kalau ngomong pelan-pelan" ucap Liam memperingati. Namun Niall hanya menatap Liam gusar.
"Apa kata Harry?" tanya Zayn.
"Dia gak ngomong apa-apa" jawab Niall.
"Ya iyalah,gimana mau jawab coba,si pirang aja nyrocos mulu kayak petasan banting" ucap Louis menatap Niall datar.
Zayn mendecakan lidahnya dan menggeleng, "Kebiasaan emang ini anak satu".
*
Di tempat lain,orang yang baru saja menerima panggilan telpon dari Niall terdiam dengan wajah bingung. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang Niall katakan.
"Hey,ada apa?" ucap suara berat khas milik Harry Styles.
"Em-- oh,tidak ada apa-apa" ucap lawan bicara Harry yang merupakan seorang wanita.
"Kau yakin? wajahmu nampak berbeda" tanya Harry sekali lagi.
Wanita itu mengangguk menjawab pertanyaan Harry. "Oh iya,Harry" ucapnya. "Tadi temanmu menelpon saat kau sedang ke kamar mandi,lalu aku tidak sengaja mengangkatnya".
"Siapa yang menelpon?" tanya Harry seraya mengambil ponselnya yang tergeletak di meja. "Temanmu,tapi aku tidak tau siapa namanya,karena kau menamai kontaknya dengan nama Lima Bean" jelas wanita itu.
"Oh,itu Liam" ucap Harry. "Apa yang dia katakan?" tambahnya.
Wanita berambut pirang di hadapan Harry mengangkat bahunya, "Aku tidak terlalu mendengar jelas ucapannya karena dia berbicara terlalu cepat" jelasnya.
"Biar nanti aku telpon balik" ucap Harry tersenyum singkat.
**
Sore harinya,Harry mencoba untuk menelpon Niall kembali,namun hasilnya nihil. Harry tidak menyadari kalau perbedaan waktu antara LA dan London.
"Si pirang ini kemana sih? masa dari tadi di telpon gak diangkat" gumam Harry yang masih mencoba menghubungi Niall.
Sementara itu di benua yang lain,Niall James Horan sedang tertidur lelap di balik selimutnya. Niall sama sekali tidak menggubris dering ponselnya yang menandakan adanya telpon masuk,meskipun itu yang kesepuluh kalinya.
Harry menyumpahi nama Niall dalam hati karena tak kunjung mengangkat telpon darinya. Setelah putus asa menghubungi Niall,ia pun akhirnya menghubungi Zayn,siapa tau pria pakistan itu belum tidur.
calling djMalik
"Hallo Zayn!" ucap Harry.
"Hallo... Harry.. ada apa?" ucap Zayn sedikit berteriak.
"Zayn,kau dimana? aku gak bisa mendengar suaramu"
"Apa? kau ngomong apa? disini sangat berisik" ucap Zayn yang sepertinya sedang berada di sebuah club.
"Zayn! apa kau di club? jika iya,cepatlah keluar karena ada yang ingin aku bicarakan"
"Harry,sepertinya aku harus keluar karena disini sangat berisik. Tunggu sebentar"
"Kan dari tadi emang aku udah bilang gitu-_-" gumam Harry dengan wajah datar.
"Ada apa,Haz? aku udah di luar nih"
"Oh oke. Um.. tadi aku nyoba nelpon Niall,tapi gak diangkat,aku hanya ingin memastikan ada apa dia menelponku"
"Hahaha.. jelas aja dia gak ngangkat telpon darimu,bung. Ini pukul 2 pagi,dia pasti sedang tidur"
"Ya Tuhan! aku lupa jika LA dan London memiliki perbedaan waktu 8 jam"
"Hahahahahaha.."
"Ku pikir dia itu sepertimu yang hobi sekali begadang dan pergi malam-malam hahaha"
"Hey! watch out your words,Harold."
"Hahaha maaf Zayn,hanya bercanda"
"K~"
"Lalu ada apa Niall menghubungiku?"
"Oh itu,Niall memintamu untuk pulang hari ini juga"
"Loh,memangnya ada apa?"
"Nanti saja aku jelaskan,lebih baik kau cepat pulang"
"Baiklah besok pagi aku akan pulang"
"Yasudah kalau begitu,bye"
"Bye! selamat berpesta Malik"
call ended..
otak gue tiba-tiba aja on fire buat nulis lg hahaha seneng deh kalo tiap hari bisa update,jd ini cerita bisa cepet kelar hahaha
KAMU SEDANG MEMBACA
This Is Us
FanfictionFanfiction tentang One Direction. Ketika kelima cowok tampan namun sedikit gila di persatukan dalam satu grup. (Cerita ini hanya fiktif belaka,namun beberapa diantaranya merupakan fakta mengenai One Direction. Jika ada kesalahan dalam penulisan,nama...
