Goa tersembunyi

2.6K 128 7
                                        

Wajah cantik Sakura nampak damai dalam gendongan Sasuke, auranya yang semakin dewasa terlihat amat menarik. Sebagai lelaki normal, tentu saja Sasuke ingin sekali 'menyentuhnya', namun ia urungkan karena ia tahu bahwa tubuh Sakura masih kesakitan setelah dilempar olehnya.

Uchiha bungsu itu membawanya ke sebuah goa tersembunyi yang cukup besar di balik air terjun dalam hutan lebat dan sungai jernih yang nampaknya jarang terjamah manusia. Ia meletakkan tubuh mungil Sakura di sebuah tempat tidur di dalamnya, rupanya Sasuke membangun dan menata dalam goa itu layaknya rumah tempatnya tinggal, bahkan Orochimaru sendiri tak mengetahui tempat rahasianya tersebut.

Sasuke tak pernah bosan memandangi wajah cantik itu dengan kedua matanya, tubuh langsing nan ideal beserta balutan  pakaian merah membentuk lekuk tubuhnya serta rok mini sepaha dengan robekan yang membuatnya mengekspos kulit mulus Sakura.

Rasa rindu akan wajah yang selalu hadir dalam bayangannya itu kini terlepaskan sehingga dapat ia pandangi sepuasnya, ia mendekati wajah Sakura kemudian tangannya bergerak menyentuh pipi lembut itu dengan pelan, ia mengelus lembut bibir  menawan itu dengan ibu jarinya.

Sasuke menelan ludahnya, "dasar gadis menyebalkan" katanya seraya mengecup lembut bibir yang sudah lama ia rindukan. Kecupannya bertahan lama, ia menyesapnya perlahan hingga bibir gadis merah muda itu sedikit terlihat bengkak, kemudian ia bergerak menghirup leher mulus itu dalam-dalam, wangi tubuh khas bunga Sakura tercium sangat wangi di hidungnya, aroma yang selalu membuat hasratnya menggebu-gebu.

Puas mencumbu gadisnya, iapun duduk di sebelah tempat tidur kemudian melepas hakama putihnya lalu menaruhnya di atas tubuh Sakura, setelah itu ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan di sekitar goa menuju ujung mulut goa yang merupakan tempat terjatuhnya air terjun segar, ia letakkan kepalanya di antara kucuran air sejuk nan bersih itu kemudian merasakan kesegaran yang tiada tara.

Sasuke memandang langit, terlihat awan mendung dan perlahan hujan besar disertai petir menerjang pada sore itu. Ia yang masih menikmati kucuran air terjun kemudian turun ke dalam kolam sungainya.

Ia segera melucuti balutan busana bawah yang masih ia kenakan di pinggir air terjun, tubuhnya lantas menyebur ke dalam kolam di tengah hujan besar, ia merasakan kebebasan yang sangat lega dalam hatinya meskipun ia belum menyelesaikan misi balas dendamnya.

"Tunggu aku, Itachi..." gumamnya seraya mengepalkan kedua tangannya.

Di dalam kamar goa, Sakura mengerjap ketika mendengar suara petir yang teramat keras kemudian membuka matanya perlahan, ia melihat ke sekeliling tempat asing itu dengan rasa takut. Lalu ia menoleh ke arah badannya, sebuah kain putih menyelimutinya, ia segera mengambilnya sambil mendudukkan tubuhnya, matanya terbelalak kala ia mendapati logo kipas merah putih di kain yang menyelimutinya.

"Ini adalah baju Sasuke kun" katanya seraya menghirup lembut hakama putih itu, aroma tubuh lelaki yang sangat ia cintai itu teramat membuatnya rindu setengah mati.

Namun sedetik kemudian ia tersadar dan memeriksa seluruh tubuhnya, "ohhh ternyata pakaianku masih utuh, ku kira ia akan melakukan hal itu ketika aku tak sadarkan diri, syukurlah" katanya lega.

"Tapi..., dimana dia?" Ucap Sakura sembari melihat-lihat ke sekeliling, namun sesuatu menarik matanya kala ia melihat sebuah wadah kain kecil serupa kantung mini di dekat lilin, ia tergerak untuk mengambilnya lalu membuka bungkusan itu. Sakura mengerutkan dahinya karena tak ada apapun di situ, hanya sehelai rambut berwarna merah muda yang ia temukan. Tapi sedetik kemudian ia tersadar lalu segera memeriksa rambut itu.

"Astaga..., ini rambutku?" Ujar Sakura yang membuat kedua pipinya merona layaknya udang rebus, "sejak kapan Sasuke kun menyimpan rambutku?" Ia mulai bertanya-tanya sambil kembali menaruh semuanya ke tempat semula.

The Light of UchihaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang