Semilir angin segar pagi yang menyelinap melalui celah-celah gubuk mengerjapkan kedua kelopak mata Sakura, ia menghela nafas kemudian membuka kedua matanya, tampak pemandamgan indah memanjakan penglihatannya. Hidung mancung, kulit putih, bibir tipis nan lembut, bulu mata lentik dan alis hitam mengkilat terpampang jelas di depan matanya. Entah kenapa hingga saat ini ia masih merasa bermimpi jika dirinya akan selalu terbangun dengan pemandangan wajah tampan suaminya, Sasuke?? Sasuke yang sejak lama dikejar oleh banyak perempuan kini menjadi suaminya? Rasanya seperti khayalan yang menjadi kenyataan, lelaki itu sangat dingin, bengis dan tampak acuh akan hal-hal di sekitarnya.
Sakura mengusap wajah lembut dengan sedikit rambut tipis di sekitar dagu suaminya yang masih tampak terlelap dalam tidurnya. Semakin ia pandangi, semakin ia menyadari betapa tampan dan seksinya sang suami.
"Sasuke kun, kenapa kau sangat tampan sekali?" Bisik Sakura sembari mendekatkan bibirnya mengecup tipis bibir seksi suaminya.
Tangan kanannya bergerak menyentuh perut buncitnya, ia mengusapnya lembut kemudian terbangun dari posisi berbaring lalu duduk di tepi tempat tidur, matanya menatap ke dekat perapian yang sudah padam meskipun masih ada sedikit sisa-sisa bara yang menyala. Ia berjalan mendekati sebuah gentong yang terbuat dari tanah liat yang sepertinya adalah bekas tempat menyimpan air yang pernah Sasuke gunakan dahulu, Sakura membuka tutupnya.
"Ohh ya ampun airnya kosong, Sasuke kun tidak sempat mengambil air rupanya" gumam perempuan merah muda itu.
Ia melirik suaminya yang masih terbaring pulas di tempat tidur, tak tega rasanya membangunkan sang suami yang masih nampak bermimpi indah. Ia menyadari betul bahwa Sasuke butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan tubuhnya, lelaki itu selalu menjaganya sepanjang waktu selama perjalanan. Akhirnya ia berinisiatif mengambil air di sungai seorang diri.
Perlahan, langkah gontainya menyusuri jalan setapak menuju sungai yang sebelumnya Sasuke kunjungi untuk mencari ikan, wanita yang tengah berbadan dua itu terlihat bersemangat sambil membawa sebuah gentong tanah liat yang lumayan berat. Rerumputan di sekitar terlihat berseri-seri dengan bunga-bunga merah muda yang bermekaran, "ah ternyata di sini bagus sekali pemandangannya" gumamnya sambil terus berjalan.
Peluh keringat mulai bercucuran, meskipun ia menyadari bahwa tubuhnya yang sekarang lebih cepat lelah namun ia bisa mengontrol diri dengan menyeimbangkan cakra untuk menopang kekuatan tubuhnya.
Ranting dan daun kecil tampak melambai-lambai tertiup angin tak jauh dari tempat Sakura berpijak, senyum merekah tampak manis di bibir wanita merah muda itu karena ia tahu bahwa sungai sudah dekat.
Batu-batu besar berwarna hitam yang tampak bertengger di sungai beserta pohon-pohon lebat di tepian tampak begitu familiar dimata Sakura apalagi di ujung terdapat sebuah air terjun yang terlihat segar, rasanya semua yang ia lihat di tempat itu seperti pernah ia kunjungi sebelumnya. Akh ia baru ingat sepertinya itu adalah salah satu tempat ia bercinta bersama Sasuke, sontak saja wajahnya memerah.
"Ya ampun, sepertinya aku pernah melakukan itu di sini" gumamnya tak kuasa menahan salah tingkahnya yang terlihat menggemaskan ketika mengingat hal mesum yang pernah ia lakukan.
Kedua tangan kecilnya segera menyentuh air yang terlihat bening dan bersih itu, Sakura meneguknya sedikit, tenggorokannya yang kering seketika basah merasakan kesegaran air dipagi hari. Ia segera membasuh wajahnya hingga terasa bersih lalu mengisi gentong dengan air segar untuknya memasak di gubuk.
Sementara itu, Sasuke yang baru saja terbangun, seketika panik saat mendapati isterinya tak ada di tempat, sharingannya langsung aktif dan tak merasakan keberadaan cakra Sakura, tak lama ia melirik pada dekat perapian dan tak menemukan gentong air di sana. Bungsu Uchiha itu segera menghela nafas, "hahhh Sakura....." gumamnya seraya mengambil jubah putih gading yang tergantung di dekat tempat tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Light of Uchiha
Fanfiction(Sasusaku) Rasa dendam yang menggebu - gebu dalam hati dan fikiran Sasuke terhadap kakak kandungnya Itachi telah memaksanya untuk segera pergi meninggalkan Konoha demi menimba kekuatan dari Orochimaru sebagai bekal untuk membunuh satu - satunya kelu...
