8|| dibawah langit malam

211 138 86
                                        


jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komen ya.

-•GEMINTANG•-

Happy reading all.


Seseorang bertanya kepadaku, bagaimana jika tuhan secara tiba-tiba memanggilku untuk pergi? apa hal yang akan kuhabiskan sebelum akhirnya aku pergi? maka aku akan menjawab. Bila, tuhan memanggil ku untuk pergi bersamanya. maka, aku akan menghabiskan waktu hidupku bersama orang-orang tersayang. -Aditama


Duarrr....

Ledakan kembang api di malam itu, sangat berkobar di udara. dan langit pun sepertinya terbilang cerah malam ini. Jenggala, mendongakkan kepalanya, melihat berbagai macam warna percikan kembang api yang mengeluarkan bunyi yang keras. Ia menatap langit dengan raut wajah yang penuh kagum.

"Mas mass liat, gede banget kembang api nya. ayo yang punya kita hidupin mas ayoo" ucap jenggala antusias, seraya menarik-narik kain hoodie yang Hares kenakan.

"Kalau yang stik nanti saja, kamu yang kembang api yang biasa dulu saja ya?", ucap Hares sambil berjalan mengambil petasan sparkels yang berada di meja dekat pohon.

Jenggala mengerucutkan bibirnya seraya mengangguk lemah. " yasudah mas ... ga apa-apa"

"Mas, Abi juga arep yo tapi yang stik yang gede" ucap laki-laki berkulit tan itu kepada Hares.

(Mas Abi juga mau ya, tapi yang stik yang besar)

Hares menolehkan kepalanya lalu memicingkan matanya pada Abi "arep arep ... bantu dulu mas Tama, sama yang lain panggang ikan sama jagung baru mas kasih"

"Lhoo, tadi kan aku sudah bantu mas Tama, justru mas Hares yang belum bantuin. Ayolah mas aku juga mau", pintanya dengan penuh permohonan, dan ... sedikit memaksa.

"Ck, yasudah sebentar", finalnya dan mengambil satu buah kembang api yang cukup besar.

"Yess, ayo mas bakar"

"Sebentar"

"Ayo mas bakar, itu sudah nyala apinya"

"Sabar Abi"

"Ayo mas Hares bakar gampang lho itu!"

"Sabar Abinaya!!!"

"Ck, dari tadi sabar sabar terus, ujung-ujungnya nggak mas Hares bakar juga. tuh buktinya, koreknya sih nyala tapi nggak kena sama sumbunya" ucap Abi kesal, pasalnya ia sudah bersabar ketika Hares bilang kalau dirinya akan menyalakan satu buah kembang api stik untuk Abi.

"Apa? Sini coba gantian deh kamu saja yang bakar" dengusnya sambil menyodorkan satu buah kembang api Stik pada Abi.

"Apa mas ares takut sama kembang api ya?" Ucap Zaki dengan polosnya membuat Hares spontan membelalakkan matanya menatap kearah Zaki.

"nggak ya! Enak aja kalau ngomong!!" pekik nya dengan keras.

Tama, Akasa, dan Satria yang sedang membakar sate seafood, hanya terkekeh melihat Hares yang merajuk karena ucapan Zaki yang mungkin benar adanya.

GEMINTANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang