"Setiap anak juga tak ingin di lahirkan jika tau hidupnya akan sehancur ini"
RUMAH SINGGAH | PARK JISUNG
Tugas Jilan hari ini adalah membersihkan rumah dia menyapu dan sekarang mengepel lantai ini adalah yang di lakukan oleh jilan sedari kecil,tentu saja dia tak akan mengeluh untuk apa mengeluh memang? sekarang sudah sore
Percuma saja jika mengeluh kalau pada akhirnya dia akan dimarahi dan di pukul,Dia ingin hidupnya damai sehari saja tanpa bentakan dan siksaan yang di berikan untuknya namun tak akan terwujud buktinya tadi dia sudah di bentak
Semua saudaranya memiliki kegiatan masing masing Aa Haikal juga kesekolahnya kelas 11 SMA persiapan buat kenaikan kelas katanya,mau bikin acara kecil=kecilan bareng anak sekelas
Jilan pun mulai mengepel lantai,dia selalu menolak tawaran jika ada pelayan yang ingin mmembantunya untuk membersihkan rumah kan ini sudah tugasnya sedari kecil,dulu pernha pelayan baru membantu dia dan di pecat lalu jilan pun di siksa oleh sang ayah
"Sini den,biar bibi yang lanjutin,aden istirahat aja ya"
Nggak usah bi Rina,jilan kan udah biasa kerjain yang kayak gini
"Gk capek den? kasian aden tiap hari bersih-bersih mulu ,aden juga butuh sitirahat"
Gk usah bi,selagi masih sanggup terus di kerjain itu kan kata bibi
"Iya deh,aden selalu bener"
Jilan tersenyum senang kemudian Bi rina pun pergi untuk ke taman depan membersihkan juga menyirami tanaman agar tetap subur,sebenarnya badan jilan sedikit sakit semua apalagi pipi kirinya yang masih sedikit perih karna tamparan ayah
Tapi kata Bunda jangan gampang ngeluh,karna tuhan gk suka sama orang yang suka ngeluh itu pedoman jilan kamu harus ngejar apa yang kamu impikan bukan menyia_nyiakan waktu demi hal yang berguna karna ada masa depan yang nunggu
selesai mengepel rumah suara mobil terdengar menandakan ada yang pulang dan yang memasuki rumah adalah mas Renand anak kedua keluarga andra,Jilan pun menghampiri Mas Renand dan mencoba berkomunikasiMas sini biar jilan yang bawa tasnya ,mas renand pasti capek ya habis pulang kuliah
"Gk usah sok peduli lo tuli!1 gue gk bakal sudi kalau tas gue di bawain sama anak sial kayak elo!"
Yaudah kalau gtu mas bersihin diri ,jilan masak dulu buat mas renand makan
"terserah"
Jilan tersenyum melihat renand yang berjalan ke arah kamarnya,setidaknya kali ini mas Renand tak menolak jika dia memasakkan untuk di makan,jilan tau jika mas renand pasti lagi laper lapernya
Dia pun menuju ke dapur dan membuat soup serta spagetti kkesukaan mas Renand dari dulu,kata bunda mas renand sebenernya suka masak tapi sekarang kan Mas Renand lagi capek,selesai membuat masakan renand pun menghampiri
Dia duduk dan mulai menyantap makanan yang di buatkan oleh Jilan,saat dia memakannya Renand kembali teringat dengan masakan ibunda tercinta,rasanya begitu persis dengan masakan ibundanya\
Renand menatap Jilan dengan diam,jilan hanya tersenyum tipis membalas tatapan bingung masnya itu,renand kembali memakan makanan itu dengan lahap rasanya dia ingi n menangis sekarang
masakan yang di buat oleh Jilan benar-benar mirip seperti masakan ibunda mereka,selesai makan Renand lebih memilih untuk kembali ke kamarnya,Jilan tersenyum senang lega sekali saat Mas Renand memakan habis masakn dia
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah Singgah | Park Jisung
Hayran KurguAku butuh rumah untuk diriku bersinggah ketika lelah,namun mau bagaimana lagi rumahku bukan tempat untuk diriku pulang,aku harus apa sekarang? apakah aku salah jika menjadi anak yang tuli dan tidak sempurna?