Kanya

36 2 0
                                    

12 Marsh 1562 kalender Kekaisaran.

"Lady Olive, Kereta kuda telah siap. Marchionness dan Marques sudah menunggu."

"Baiklah, aku akan turun sekarang"

Hari ini, ulang tahunku yang kesepuluh. Hari ini juga aku akan menghadiri upacara penyambutan murid baru akademi Samarts.

*Tok Tok Tok

"Kakak, apakah saya boleh masuk?" Tanya sebuah suara anak kecil yang lembut nan imut bagaikan kapas.

"Masuklah Kanya."

*Krieeett

Dari balik pintu, muncul seorang anak berambut merah panjang dengan mata berwarna perak seakan tak memiliki penglihatan.

"Sini Kanya. Biar kakak pangku" ucapku menepuk-nepuk pahaku.

Kanya berlari kearahku dan memelukku.

"Pelan-pelan adik kecil," ucapku menyentuh hidungnya

"Kakak tinggi sekali dalam semalam!"

"Ini namanya manifestasi. Semua anggota keluarga kita yang memiliki mana dan Cakra berlimpah dapat mengalaminya." Jelasku.

"Apa Kanya juga bisa?"

"Seharusnya" Jawabku mengecup keningnya.

Kanya. Dia adalah anak haram dari Marques yang kuceritakan si awal.
Sebenarnya bukan anak haram. Lebih tepatnya adalah anak diluar nikah adik laki-laki Marques.

Kanya adalah pemeran utama dalam Game yang juga dijadikan Novel ini.

Di dalam novel, dia adalah anak yang masuk kedalam novel dan melanjutkan keluguan dan kepolosan Kanya yang asli.

Bocah tengil di pangkuanku ini adalah Kanya asli yang dari novel pertama. Seingatku, jiwa yang merasuki Kanya akan masuk ketika ia berumur sepuluh tahun atau empat tahun lagi.

"Mama, Papa," ujarku

Aku menuruni tangga dengan gaunku yang pendek.

Aku menuruni tangga dengan gaunku yang pendek

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Foto dari pinterset!!!

Dengan stocking hitam panjang yang menutupi kakiku.

"Ah, Tuan, Nyonya, dan nona-nona sekalian bisa ikuti saya. Kereta kuda telah menunggu," ucap seorang pelayan.

"Baik, kami kesana" balas Papa.
.
.
.

*Di dalam kereta kuda:

"Hari ini pangeran kedua akan masuk akademi juga. Dan putra mahkota akan memberikan pidato selaku ketua OSIS" ucap papa mendadak.

"Oh ya? Sudah lama juga aku tak bertemu Rey" balas mama.

"Putra mahkota? Pangeran Kedua? Siapa?" Tanya Kanya.

"Jadi begini, Kanya tahu kan ada Kaisar di kekaisaran ini?" Tanya Papa

"Iya..(?)"

"Nah Putra mahkota dan pangeran kedua adalah anak-anaknya. Putra mahkota sebenarnya pangeran pertama. Namun karena ia dipilih untuk menjadi kaisar berikutnya sejak kecil, ia diberikan gelar putra mahkota supaya kedudukannya tak dapat diganggu gugat."

"Ohhhh.... Berarti pangeran kedua adalah adik kandung putra mahkota"

"Uhmm sebenarnya..."

.
.
.
.
.
.
.

Yo, Apa kabaru! Semoga sehat yaa hehe~

Happy reading semuanyaaaa....

Tunggu next update!

Jangan lupa Vote yaaa

Terimakasih~

Two YearsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang