Entah sudah berapa lama aku tertidur, yang jelas musim dingin telah berlalu di gantikan dengan musim semi. Matahari memancarkan sinarnya, memberikan hangat kepada setiap kehidupan.
Aku merasakan sakit yang teramat di sekujut tubuhku hingga aku tak bisa bergerak dengan leluasa. Aku melihat CyA dan Jaemin tengah tertidur di sofa. Pintu ruangan di buka, terlihat empat remaja yang berbeda umur berjalan mendekatiku. "Bagaimana keadaanmu?" Tanya salah satu dari mereka - Yonghoon hyung "lebih baik" jawabku berbohong.
"Maaf kami baru bisa menjengukmu" kali ini yang berbicara si kutu buku - kanghyun hyung. Aku mengangguk lemah, tak lama CyA dan Jaemin terbangun membaur bersama kami. Suara tawa memenuhi ruang inap kamarku, suasana hangat yang begitu kental pagi ini tercipta dengan sendirinya. Aku tersenyum tipis dan mulai menatap mereka satu persatu hingga tak sadar air mata telah mengalir dengan sendirinya. Beruntung tak ada yang menyadarinya.
Jaemin mendekatiku dan memaksaku untuk makan, aku hanya menuruti saja. Bukannya kenyang, aku malah mual dan berakhir memuntahkan semua isi perutku. Semua khawatir dan mulai memanggil dokter yang merawatku "Na Miran harus banyak beristirahat" ucap dokter tersebut. Aku hanya bisa mengalihkan pandangan ku ke arah jendela yang menyuguhkan pemandangan langit biru cerah.
Ruangan yang tadinya ramai kini telah senyap, keempat teman CyA telah berpamitan pulang 30 menit yang lalu. Jaemin dan CyA tengah membeli makanan di luar, aku menghela nafas kasar dan mulai mengambil secarik kertas kosong beserta pena lalu mulai menuliskan beberapa kata yang sekiranya pas dengan keadaanku.
Pintu ruangan di buka, Eomma rupanya. Wanita tersebut menghampiriku dan mulai mengusap rambutku penuh sayang "cepat sembuh putri kecilku. Maafkan Eomma saat dulu ya", aku hanya mengangguk lemas. Tak berselang lama CyA dan Jaemin datang dengan sekantong plastik penuh makanan, aku tertawa lirih melihatnya.
"Eomma, hyung dan CyA. Miran tidur dulu ya" ucapku lemah. Mereka mengiyakan tanpa mengetahui jika sedari tadi aku tak kuasa menahan rasa sakit yang teramat, belum lagi bayangan sosok Appa yang melambai ke arahku memintanya untuk mengikutinya.
Pada akhirnya aku mengikuti Appa, dan meninggalkan orang-orang yang mencintaiku.
Namun bukan kah sudah takdirnya jika di setiap pertemuan maka ada perpisahan yang mengiringi. Bersamaan angin yang berderu menjatuhkan setangkai bunga sakura, aku menghembuskan nafas terakhirku.
Terima kasih Tuhan telah memberi kesempatan padaku untuk mengenal mereka, jagalah CyA dimana pun dia berada.
KAMU SEDANG MEMBACA
CyA
Fiksi RemajaNa Miran, gadis berusia 19 tahun yang memiliki masa lalu kelam. Dan Lee Gi Wook atau yang biasa di sapa dengan CyA, lelaki hangat yang mencintai sosok rapuh sang gadis pujaan hatinya. Sebuah kisah sederhana tentang bahagianya seorang gadis yang di...
