chapter 2: kenal erix?

81 9 9
                                        


Vote,komen dan penuhi setiap inline nya.

Happy reading!

Hari ini rasanya kepala gisella hampir meledak, belum lagi melengkapi tiga bab catatan dari pak yamin selaku guru bahasa indonesia, kini ia dan raina harus rela membersihkan perpustakaan Sma pradamaja yang tak bisa dikatakan kecil.

"Uh... sial banget hari ini kita. Udah ketemu sama pak yamin tadi pagi, lah, sekarang malah dapet hukuman pula. Gak adil banget" keluh raina sembari mengipas-ngipas wajahnya.

Gisella yang mendengar itu hanya  menghela nafas pelan.
Karena merasa dikacangin, akhirnya raina memutuskan untuk menyapu dibagian pojok yang letaknya agak jauh dari keberadaan gisella.

Sahabat nya yang satu ini benar-benar... ah, sudahlah!!

Gisella kembali melanjutkan aktivitas menyapunya ketika atensi nya kembali dicuri oleh suara raina di pojok perpustakaan.

Gisella mencoba mengacuhkannya.
Tak berniat menghampiri atau mencari tau apa yang sedang terjadi dengan sahabatnya disana.

Selang sekitar lima menit usai mendengar suara heboh raina.

Kini, gisella kembali dihadapkan dengan raina yang berlari dengan semangat yang berkobar kearahnya.

Gisella sempat bingung.
Bukannya tu anak tadi ngeluh?

"Brina....brina!!"

"Brin, lo tau gak kejadian apa yang gwe alamin tadi?" Tanya raina antusias, tampak sekali dari raut wajahnya, gadis ini pasti akan kembali memamerkan adegan-adegan aneh yang dirinya alami. Ya, begitulah pikir gisella.

Gisella memutar bola mata malas yang kemudian kembali melanjutkan acara menyapunya.

Merasa di kucilkan, lagi.
raina merampas sapu yang sedari tadi di pegang gisella.

Kini, atensi gisella benar-benar tertuju kearahnya sepenuhnya.

Raina tersenyum semringah.
"Tau gak, brin?" tanyanya lagi.

Gisella yang tak ingin mengadu argumen dan lebih memilih mendengarkan lebih memutuskan untuk bertanya.

"Apa?"

Masih dengan senyum lebarnya.
"Gwe abis ketemu sama erixxx." ujarnya dengan semangat 45.

"Terus? Seneng?" tanya gisella seraya kembali merampas sapu dari genggaman raina.

"Ya seneng bangetlah gwenya, lo tau gak, brina?" tanyanya lagi berusaha menarik atensi gisella yang lebih memilih untuk kembali dengan aktivitasnya.

"Apa?" tanya gisella malas.

"Semakin hari tu cowok makin ganteng aja deh. Melenyot ati gwe nih."

"Terus?" Gwe harus bilang wow gitu?', lanjut gisella membatin.

Raina yang mendapat jawaban menyebalkan dari gisella refleks menabok kencang lengan gadis itu.

"Is...lo ah!! Ga asik bener. Masak gitu sama temen sendiri." rajuk raina dengan bibir bebeknya.

Gisella mendelik, terkekeh kecil melihat kelakuan sahabatnya itu.

AGBERIXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang