18

10.2K 667 48
                                    

~Happy reading~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


~Happy reading~

Alina, dua K, Jergan dan inti geng Lion sudah sampai dimansion Miller.

"Kami pulang" ucap Kenzi dengan suara dipelankan ketika masuk kedalam mansion takut membangunkan Alina yang tertidur di gendongan Kenzo.

"Loh adek kalian kenapa bang" Tanya Karina khawatir begitu melihat Alina yang tertidur di gendongan putranya.

"Dan kenapa kalian pulangnya cepat" sambung Karina.

"Adek cuma tidur mom, tadi ada sedikit masalah terjadi sama adek makanya kami bawa pulang" beritahu Jergan

"Apa yang terjadi sama adek kalian" tanya Karina lagi.

"Nanti kita jelaskan mom, biar kan kita masuk dulu" ujar Kenzo dia ingin segera membawa adiknya ke kamar, menidurkan gadis itu ke tempat yang nyaman.

"Yaudah masuk dulu, adeknya langsung dibawa ke kamar aja bang" beritahu Karina

Mereka semua pun memasuki mansion, dan berjalan menuju ruang tamu, sementara Kenzo berjalan ke lantai tiga dimana kamar gadis itu berada.

Begitu sampai dikamar Alina, Kenzo segera meletakkan Alina di kasur dan menyelimuti gadis itu, sebelum beranjak keluar Kenzo menyempatkan mencium dahinya lembut.

Cup

"Mimpi indah Queen" ucapnya pelan setelah itu keluar dari kamar Alina dan menuju ruang tamu dimana para sahabat nya berada.

Para inti geng Lion saat ini sedang asyik bermain game diruang tamu, ada juga yang sibuk rebahan sambil memakan cemilan.

Sedikit informasi saja Inti geng Lion sudah mengetahui bahwa Alika bukan putri kandung keluarga Miller saat kejadian dimana Alina masuk rumah sakit karena disakiti Alika.

Tak berapa lama keluarga Miller pun ikut bergabung bersama mereka untuk membahas yang terjadi kepada Alina.

"Jelaskan" perintah Gibran datar dan menatap tajam putranya.

"Alina dibully ditoilet dad sama kedua teman nya Alika" jawab Kenzo datar.

"Dan itu atas suruhan Alika" sambung Kenzi.

"Anak itu gak ada kapok kapok nya ganggu Alina" geram Gibran berani sekali gadis tidak tahu diri itu menyakiti putri nya terus menerus.

Seperti nya dia akan menghukum gadis itu lebih parah dari kemarin.

"Lalu dimana dia?" Tanya Keenan ikut bersuara.

THE ANTAGONISTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang