08; nomor tidak dikenal

20 5 0
                                        

Rupanya kebencian orang-orang terhadap Raras masih berlanjut sampai sekarang, sedari malam sampai pagi hari komentar tidak mengenakan bermunculan di postingan instagramnya.

Dia sudah malas meladeni mereka, hatinya sedikit tenang saat mendengar penjelasan langsung dari Genta. Yang terpenting baginya semua tuduhan itu tidak benar.

Pagi ini Raras memutuskan untuk tidak ke perpustakaan kampus, karena dia masih ingat kejadian kemarin saat dirinya berjalan sendirian di koridor gedung.

Gentabgs🦥
selamat pagiii
awali pagi mu dgn pap ke aku

Raras
pagi jugaa
klo itu ga dulu

Gentabgs🦥
knp ga dlu?
mau liat pacarku

Raras
ga bosen liat aku trs?

Gentabgs🦥
tdk akan ada kata bosen

Raras
alahh manis bgt ketikannya

Gentabgs🦥
hahaha
hari ini mau ngapain aja nih?
spill jadwal nya dong

Raras
ga pake jadwal
ngerjain skripsi lg nih

Gentabgs🦥
butuh temen ga????

Raras
nga sih kek nya

Gentabgs🦥
ngga artinya iya
iya artinya iya
jd iya minta ditemenin

Raras
mana bisa kaya gitu

Gentabgs🦥
bisaaaa
itu peraturan berlaku mulai skrng

Raras
yaudh klo maksa

Gentabgs🦥
mau dibawain apa nih neng cantik?
cilok? cimol? seblak? telur gulung?
atau semuanya? sama abng nya jga?

Raras
HAHAHAHA
abng nya aja lah

Gentabgs🦥
iya abng genta
hehehe

Gadis itu tersenyum sampai semua gigi rapi nya terlihat dengan jelas, raras tidak pernah menyesal untuk menjadi pacar seorang Genta Bagaskara.











Terdengar suara mesin motor berhenti dihalaman kos nya, yang Raras tebak sepertinya itu Genta.

Benar saja, seseorang mengetuk pintu kos nya dengan pelan, Raras membuka pintunya sedikit lalu mengintip dari dalam.

"Halo," ucap Genta dengan melambaikan tangannya

Lelaki itu datang dengan membawa beberapa kantung plastik ditangannya, ternyata Genta membawakan cemilan untuk Raras.

"Pesenannya udah sampe sama abangnya juga," ucapnya dengan memamerkan buah tangannya

Pintu kamar kos Raras sengaja dibuka sangat lebar, lelaki itu perlahan masuk dan pandangannya mengitari sekeliling kamar Raras.

Bersih dan rapih, ucapnya dalam hati.

Genta benar-benar menemani kekasihnya mengerjakan skripsi, waktu awal Genta meminta Raras menemani nya dia pikir Genta hanya akan mengganggunya, namun ternyata tidak demikian lelaki itu banyak membantunya.

"Coba liat udah sampe mana progresnya?" Tanya Genta saat Raras mulai membuka lagi laptopnya

"Udah tinggal bab lima sih," ucap Raras dengan memperlihatkan layar laptop yang berisi word skripsinya

"Kemarin udah sempet bimbingan kan ras?"

"Udah bimbingan yang bab empat ini, tinggal lanjutin yang bab lima."

Genta & Raras Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang