7. setan pacaran sama manusia?

16 6 2
                                    

~kenapa ada manusia tapi kelakuan seperti setan?~

°-°°-°°-°

S

iang ini, Pelangi memutuskan untuk tidak pergi ke kantin atau pun ke markas. Mungkin karena kejadian kemarin tentu saja banyak yang akan membicarakannya. Itu sangat menyebalkan. Anehnya lelaki yang di sampingnya itu tak kunjung juga beranjak pergi. Dan Pelangi tidak mau peduli, sungguh ia tidak mau mencari masalah. Ya, yang diperlukan adalah ketenangan. Ia mengambil permen tangki dari dalam sakunya kemudian memakannya. Memakaikan earphone di telinganya dan mulai menikmati alunan ketenangan yang mengalir. Owhh ini sempurna. Pelangi pun mulai bersenandung kecil.

Baby im dancing in the dark
With you between my arms

BRAKK..

Pelangi tersentak kaget, ia menoleh ke sumber suara yaitu pintu yang di dorong keras. Di sana berdiri beberapa pria bebadan tinggi tegap dan berpenampilan...em urak urakan. Oh no, maksudku badboy ganteng. Blus di keluarkan, tangan bertato, celana tak menutupi mata kaki, sebelah telinga di pearching dan lain-lain.

Bagaimana bisa orang ini masih bisa hadir sekarang. Seharusnya mereka mendapat hukuman minimal di skors lah atas kejadian semalam. Ya. Semalam pelangi benar-benar menepati janjinya dan melapor kejadian kemarin. Katanya pihak sekolah akan bertanggung jawab atas keselamatan Erani dan memberi hukuman buat Peter. Dan sekarang? Bajingan itu ada di sini.

Mereka masuk dan mendekat kearah Pelangi.

"Pelangi Adelona. Mulai sekarang lo resmi jadi pacar gue!"

Damn.

What the fuck?

Pelangi kaget? Ya jelas. Meski alunan musik terdengar di telinganya tapi dengan jelas ia dengar apa yang barusan bajingan itu ucapkan.

"Hey, baby ayo ke kantin bareng!" Suara menjijikkan Peter terdengar lagi dan kini dengan lancang ia menyentuh dagu Pelangi. Dan...

PLAKK

Satu tamparan Pelangi luncurkan ke pipi mulus Peter.

"Brengsek!! Beraninya tangan kotor lo itu menyentuh gue. Virus tau gak? Jijik. Lo kira lo siapa, hah? Seenaknya mengklaim orang jadi pacar lo. Sapi aja gak bakal mau dipacari orang modelan kayak lo." Ucap Pelangi berapi api. Siapa yang tidak marah coba?

Peter malah tertawa yang diikuti temannya juga. Sepertinya tamparan Pelangi sangat lemah sehingga Peter malah tertawa.

"Dasar cewek murahan tapi sok jual mahal. Seharusnya lo beruntung gue jadiin pacar dari sekian banyak cewe yang rebutan sama gue." Ucap Peter yang diangguki oleh temennya.

"Hooh. Terus gue harus bilang lo keren gitu? Asal lo tau, jikalaupun di dunia ini tersisa hanya lo seorang cowok, gabakal gue mau pacaran sama lo walaupun hanya sedetik. Ngerti ga lo? Itu harga diri Lo di mata gue."

Damn. Peter kini merasa harga dirinya di rendahkan habis oleh Pelangi di hadapan temannya. Terlebih di depan mukanya sendiri ia melihat Rain yang sedari tadi duduk di samping pelangi tanpa bergeming, tersenyum menertawakannya. Ia mengeram marah terlihat dari mimik mukanya yang siap menerkam apa aja yang ada di hadapannya.

"Dasar b*tch. Lo harus mau jadi pacar gue atau lo akan nyesel."

Pelangi ingin menangis mendengar penghinaan yang di berikan Peter. Demi Luffy yang belum jadi raja bajak laut, ia sangat membenci Peter. Tapi ia harus berusaha menghadapinya setenang mungkin karena kalau dia emosi maka dia yang akan kalah. Itu adalah satu hal yang selalu ayahnya ajarkan padanya.
"Dalam menghadapi situasi apapun, masalah sebesar apapun,atau masalah sekecil apapun, disaat kau menunjukkan emosimu maka detik itu juga kamu kalah." -Ayah 2017-

RAIN (Pelangi Di saat Hujan)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang